Home / Study / Futokoro: Saku Kosakata Unik untuk Ungkapkan Beragam Arti Menarik

Futokoro: Saku Kosakata Unik untuk Ungkapkan Beragam Arti Menarik

header 640x 38

Secara tradisional, pakaian kimono memiliki ruang tersembunyi di bagian dada yang terbentuk dari lipatan kain bagian kiri di atas kanan, yang kemudian diikat menggunakan sabuk obi. Area saku di dalam pakaian tradisional Jepang inilah yang disebut sebagai futokoro.

Walaupun saat ini kimono umumnya hanya dipakai pada momen-momen tertentu saja, dulunya pakaian ini merupakan busana sehari-hari masyarakat Jepang sejak zaman Heian hingga akhirnya pengaruh budaya Barat masuk pada era Meiji. Bagian futokoro sering dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai barang penting agar tetap aman sekaligus menjaga posisi sabuk obi agar tidak bergeser ke atas. Kebiasaan ini melahirkan banyak ungkapan dalam bahasa Jepang yang masih sering digunakan hingga sekarang.

Ungkapan Berkaitan dengan Keuangan

Selaiknya saku pada pakaian modern, futokoro kerap dipakai sebagai tempat menyimpan uang. Tidak heran jika banyak idiom keuangan dalam bahasa Jepang yang menggunakan kata ini.

Contohnya, ketika seseorang memiliki banyak uang atau kondisi finansialnya sedang baik, mereka biasa mengatakan:

  • 懐が温かい。
  • Saya punya banyak uang.
    (Secara harfiah: Futokoro saya terasa hangat.)

Sebaliknya, saat seseorang sedang tidak punya uang atau jatuh miskin, kondisi tersebut digambarkan dengan ungkapan:

  • 懐が寒い。
  • Saya tidak punya uang.
    (Secara harfiah: Futokoro saya terasa dingin.)

Ada pula pilihan frasa yang lebih puitis untuk menyampaikan kondisi keuangan yang menipis:

  • 懐が寂しい。
  • Saya tidak punya uang.
    (Secara harfiah: Futokoro saya terasa sepi dan sedih.)

Ketika seseorang harus mengeluarkan uang dari kantong pribadinya untuk membayar sesuatu, ungkapan yang digunakan adalah:

  • 懐が痛む。
  • Saya membayarnya dengan uang sendiri.
    (Secara harfiah: Futokoro saya merasa sakit.)

Sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu dan memastikan ketersediaan dana, seseorang biasanya perlu mengecek kondisi keuangan mereka dengan frasa:

  • 懐と相談する。
  • Saya akan memperhitungkan keuangan saya terlebih dahulu.
    (Secara harfiah: Saya berkonsultasi dengan futokoro saya.)

Sementara itu, jika seseorang harus mengandalkan keuangan orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka, ungkapan yang dipakai yaitu:

  • 他人の懐をあてにする。
  • Saya mengandalkan uang orang lain.
    (Secara harfiah: Saya bergantung pada futokoro orang lain.)

Nama-Nama Benda yang Menggunakan Kata 懐

Selain uang, masyarakat Jepang pada masa lampau juga menyimpan berbagai benda lain di dalam futokoro mereka.

Sejak zaman Heian, orang-orang terbiasa membawa lembaran kertas tipis di dalam lipatan kimono untuk berbagai keperluan, mulai dari menyeka kotoran, menulis catatan kecil, hingga alas makanan. Kertas ini kemudian dikenal dengan nama 懐紙かいし (kertas futokoro), yang kini sebagian besar fungsinya masih bertahan dalam acara upacara minum teh.

Benda lain yang tak kalah lumrah diselipkan adalah pisau kecil. Sebelum era Meiji tatkala para samurai masih mendominasi dan masyarakat umum dilarang membawa pedang katana panjang, belati ini diandalkan sebagai alat perlindungan diri. Senjata tajam tersebut dinamakan 懐剣かいけん (pisau futokoro).

Camilan instan tradisional pun tidak luput dari penyimpanan ini. Pada zaman Edo, tercipta makanan penutup berupa sup kacang merah manis atau shiruko instan berbentuk mini yang dirancang agar mudah dibawa ke mana-mana dan bisa langsung diseduh dengan air panas. Inovasi praktis ini diberi nama 懐中汁粉かいちゅうじるこ.

Memasuki periode Meiji, masuknya berbagai tren barang barat seperti jam saku turut memperkaya kosakata bahasa Jepang menjadi 懐中時計かいちゅうどけい. Seiring berjalannya waktu, makna kata yang merujuk pada area dalam saku ini meluas menjadi “portabel”, sehingga disematkan pula pada benda-benda lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan kimono, contohnya 懐中電灯かいちゅうでんとう (senter).

Ungkapan Makna Pelukan dan Perlindungan

a mother in kimono holding a baby in her arms

Karena futokoro berfungsi sebagai tempat menyimpan hal-hal yang berharga, area ini pada akhirnya merepresentasikan ruang yang aman dan hangat. Frasa mengenai menggendong bayi di dalam futokoro, misalnya:

  • 赤ん坊を懐に抱く。
  • Saya menggendong bayi di dalam pelukan saya.
    (Secara harfiah: Saya membawa bayi di dalam futokoro saya.)

Penggunaan kata tersebut tidak sekadar menunjukkan posisi fisik, melainkan menyiratkan makna bahwa sang anak berada dalam naungan perlindungan yang penuh kasih sayang.

Nuansa perlindungan ini juga diperluas untuk menggambarkan seseorang yang dibesarkan dengan penuh perhatian oleh orang tuanya:

  • 親の懐で何不自由なく育った。
  • Saya tumbuh di bawah asuhan orang tua tanpa kekurangan suatu apa pun.
    (Secara harfiah: Saya tumbuh dalam futokoro orang tua tanpa kesulitan.)

Begitu pula ketika seseorang menghabiskan masa kecilnya di tengah alam bebas, ungkapan yang dipakai sering kali menggunakan analogi pelukan alam semesta:

  • 大自然の懐に抱かれて育った。
  • Saya dibesarkan dalam dekapan alam.
    (Secara harfiah: Saya tumbuh di dalam futokoro alam raya.)

Ungkapan Terkait Perasaan dan Pikiran

Posisi futokoro yang terletak tepat di atas area jantung membuat masyarakat Jepang mengaitkannya dengan pusat emosi serta pemikiran terdalam manusia.

Apabila seseorang memiliki sifat yang sangat toleran dan pemaaf, sifat tersebut digambarkan lewat kalimat:

  • 懐が深い。
  • Mereka sangat dermawan dan pengertian.
    (Secara harfiah: Futokoro mereka sangat dalam.)

Sebaliknya, jika rahasia atau niat tersembunyi seseorang berhasil dibaca oleh orang lain, situasinya dapat diungkapkan sebagai berikut:

  • 懐を見透かされた。
  • Mereka membaca pikiran saya.
    (Secara harfiah: Mereka melihat tembus ke dalam futokoro saya.)

Contoh terakhir berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mendekati tokoh penting atau figur berpengaruh di balik layar untuk mendapatkan kepercayaan mereka:

  • 影の実力者の懐に入り込んだ。
  • Saya berhasil memenangkan hati tokoh penting di balik layar.
    (Secara harfiah: Saya menyusup ke dalam futokoro pemimpin bayangan tersebut.)

Simpan Pengetahuan Ini di Futokoro Anda!

Itulah berbagai ragam ungkapan dalam bahasa Jepang yang menggunakan kata futokoro. Anda tidak perlu menghafal semuanya sekaligus; cukup jadikan artikel ini sebagai panduan yang bisa diakses kapan pun Anda memerlukan pengingat.

  1. Kadang kala Anda mungkin mendengarkan variasi lain seperti 懐が広い atau 懐が大きい, meski bentuk tersebut dianggap kurang tepat dibanding penggunaan 懐が深い. 

  2. Frasa 懐に入り込む juga memiliki arti lain, yakni menguasai keuangan seseorang atau merujuk pada teknik menjaga jarak ideal saat melakukan seni bela diri. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *