Firion, karakter utama dari Final Fantasy 2, dipastikan akan bergabung sebagai salah satu Vision dalam game Final Fantasy Resonance saat rilis pada 22 Oktober mendatang. Kehadiran Firion dalam game ini bukanlah penampilan pertamanya di luar judul utama serial tersebut, mengingat ia sudah sering muncul di berbagai game spin-off.
Dirilis pertama kali di Jepang untuk Famicom pada Desember 1988, Final Fantasy 2 membawa pendekatan yang berbeda dari game pertamanya. Karena judul pendahulunya memiliki akhir yang tuntas, tim pengembang harus merancang cerita baru yang berdiri sendiri. Terinspirasi dari trilogi film asli Star Wars, game ini mengisahkan perjuangan Firion bersama rekan-rekannya yang bergabung dengan aliansi Wild Rose Rebellion untuk melawan kekejaman Palamecian Empire. Para pemain di wilayah Barat baru bisa menikmati game ini secara resmi lebih dari satu dekade kemudian melalui kompilasi Final Fantasy Origins di PS1.
Firion Hadir Sebagai Vision dalam Final Fantasy Resonance
Nantinya, Firion akan bersanding dengan berbagai pahlawan ikonik lain seperti Cloud Strife dalam sistem Vision yang dapat direkrut oleh pemain. Final Fantasy Resonance sendiri merupakan versi pembuatan ulang bergaya HD-2D yang mengadaptasi arc cerita pertama dari game mobile Final Fantasy Brave Exvius yang kini sudah ditutup. Pertama kali diumumkan dalam siaran Nintendo Direct pada 9 Juni, Square Enix mengonfirmasi bahwa game ini akan tersedia di seluruh platform generasi saat ini mulai Kamis, 22 Oktober. Fitur utama dalam game ini adalah sistem Vision, yang memungkinkan karakter utama memanggil perwujudan pahlawan masa lalu untuk membantu pertempuran. Beberapa karakter yang masuk dalam daftar tersebut meliputi:
- Warrior of Light
- Firion
- Onion Knight
- Cecil Harvey
- Bartz Klauser
- Terra Branford
- Cloud Strife
- Squall Leonhart
- Zidane Tribal
- Tidus
- Shantotto
- Vaan
- Lightning
- Y’shtola Rhul
- Noctis Lucis Caelum
- Clive Rosfield
Hingga saat ini, sebanyak 26 Vision telah dikonfirmasi hadir dalam Final Fantasy Resonance, mencakup 16 protagonis dari game utama berangka. Setiap karakter akan melancarkan serangan unik saat dipanggil ke medan laga. Sebagai contoh, Zidane Tribal dari Final Fantasy 9 menggunakan belatinya untuk menebas musuh serta memasuki mode Trance guna mengakhiri pertarungan dengan cepat. Sementara itu, karakter populer Final Fantasy 14 yaitu Y’shtola akan memanfaatkan kekuatan aether untuk menjatuhkan serangan sihir bertubi-tubi ke arah musuh.
Dalam serial spin-off Dissidia Final Fantasy, Firion digambarkan sebagai ahli senjata yang membawa berbagai perlengkapan tempur mulai dari pedang, busur, hingga tongkat sihir. Karakteristik tersebut kembali diadaptasi ke dalam Final Fantasy Resonance, di mana ia menggunakan beragam senjata untuk melancarkan serangan beruntun. Serangan pamungkasnya melibatkan tembakan panah bertubi-tubi yang mampu mencakup area luas. Mirip seperti Cloud Strife, Firion akan mengisi peran sebagai seorang Breaker di dalam game. Selain itu, ia juga memiliki eleman bawaan seperti petir, angin, dan sihir suci, menjadikannya sangat efektif melawan musuh yang lemah terhadap elemen-elemen tersebut.
Mengingat alur cerita utama Final Fantasy Resonance diangkat dari arc awal Final Fantasy Brave Exvius, proyek ini menjadi bukti nyata bagaimana Square Enix mendaur ulang konten dari game live-service yang telah ditutup untuk disajikan kembali dengan format segar. Ditambah dengan kehadiran Final Fantasy 14: Evercold dan Final Fantasy 7 Revelation, para penggemar dipastikan memiliki banyak pilihan game untuk dimainkan sepanjang tahun 2026 dan 2027.








