Meskipun saat ini Goku mungkin bukan lagi karakter terkuat di dalam semesta Dragon Ball, ia tetap diakui sebagai seniman bela diri terhebat sepanjang seri. Julukan sebagai seorang jenius pertarungan sudah melekat padanya berulang kali. Hal ini terbukti dari kemampuannya meniru teknik baru secara sempurna hanya dengan menyaksikannya sekali, serta kemampuannya mengakses kekuatan tingkat dewa yang seharusnya mustahil dicapai manusia biasa dalam waktu singkat.
Goku selalu memiliki jurus atau kemampuan yang sesuai untuk menghadapi berbagai situasi. Walaupun ia sering mengandalkan teknik andalannya, Goku juga menyimpan beberapa jurus langka namun mematikan yang hanya pernah ia gunakan sekali saja. Biasanya, ia lebih suka menikmati pertarungan agar terasa seru, sehingga ia enggan mengeluarkan jurus terkuatnya kecuali terdesak.
5. Meteor Combination yang Menghancurkan Pertahanan Piccolo
Turnamen Tenkaichi Budokai ke-23 menjadi salah satu penampilan terbaik Goku di sepanjang sejarah franchise ini. Ia memamerkan berbagai kemampuan luar biasa saat mendominasi pertarungan melawan Tien Shinhan dan Piccolo. Menjelang akhir duel puncaknya melawan Piccolo, Goku melancarkan kombinasi serangan fisik bertubi-tubi yang dikenal sebagai Meteor Combination, yang diakhiri dengan tembakan Kamehameha.
Serangan beruntun ini hampir saja memastikan kemenangan Goku di turnamen seni bela diri dunia tersebut. Setidaknya, jurus ini berhasil melemahkan Piccolo hingga akhirnya Goku bisa menjatuhkannya dengan cara menubrukkan tubuhnya sendiri. Sayangnya, Goku tidak pernah menggunakan Meteor Combination lagi setelah itu. Mengingat pertarungan dalam Dragon Ball Z dan Dragon Ball Super lebih banyak berpusat pada energi Ki dan kemampuan terbang di udara, teknik pertarungan jarak dekat yang bersifat fisik seperti ini sudah tidak lagi relevan.
4. Feet Kamehameha yang Membuktikan Jeniusnya Strategi Goku
Feet Kamehameha adalah teknik unik lain yang dikeluarkan Goku pada ajang Tenkaichi Budokai ke-23 dan tidak pernah terlihat lagi sesudahnya. Jurus ini membuktikan bahwa serangan tersebut bisa ditembakkan dari bagian tubuh mana saja, asalkan penggunanya mampu mengumpulkan energi Ki dengan benar. Saat itu, Goku menggunakan teknik ini untuk meluncurkan dirinya ke udara sekaligus menyembunyikan fakta bahwa ia sudah bisa terbang.
Alih-alih dipakai untuk menyerang musuh, Goku memanfaatkan Feet Kamehameha sebagai alat mobilitas untuk berpindah tempat. Kendati demikian, teknik ini tetap menuntut pengumpulan energi penuh dan ia belum bisa menahan kekuatan Ki-nya pada masa itu. Jika mau usil, sebenarnya Goku bisa lebih sering menggunakan teknik ini, hanya saja ia sudah jarang bertarung tanpa alas kaki di era sekarang.
3. Nyaris Menyelesaikan Goku Black Saga Lebih Cepat dengan Mafuba
Juga dikenal sebagai Evil Containment Wave, Mafuba pertama kali diperkenalkan dalam serial klasik Dragon Ball. Pada Saga Demon King Piccolo, Master Roshi menjelaskan bahwa seorang petarung bisa mempertaruhkan energi kehidupannya untuk melakukan Mafuba, sebuah teknik segel yang mampu mengurung makhluk apa pun. Selama pengguna teknik ini membawa jimat segel yang tepat, bahkan petarung terkuat di muka bumi pun bisa dikurung.
Goku kemudian mempelajari Mafuba ini tatkala menghadapi Goku Black Saga dalam Dragon Ball Super. Di versi anime maupun manga, tujuannya adalah mengakali keabadian Zamasu dengan cara menyegelnya seperti yang dilakukan pada Demon King Piccolo. Sayangnya, Goku ceroboh dan lupa membawa kertas segel tersebut. Alhasil, Zamasu hanya berhasil dikurung sementara waktu sebelum akhirnya bisa bebas kembali. Seandainya Zamasu tidak abadi, Goku mungkin tidak akan pernah mau memakai teknik semacam ini karena baginya jurus penyegel seperti itu terasa seperti bentuk kecurangan.
2. Super God Shock Flash yang Menjadi Sorotan di Resurrection F



Super God Shock Flash yang oleh para penggemar Dragon Ball sering disebut sebagai pukulan satu inci (one-inch punch) merupakan salah satu momen paling ikonik. Film Dragon Ball Z: Resurrection F memang memiliki beberapa kekurangan, tetapi adegan ketika Super Saiyan Blue Goku menghajar Golden Frieza hingga babak belur sangat memukau untuk disaksikan. Super God Shock Flash sendiri merupakan jurus yang sangat mempermalukan Golden Frieza, di mana Goku memperhitungkan jarak dengan cermat sebelum menghantamkan tinjunya telak ke bagian dada musuhnya.
Daya rusak serangan ini cukup kuat untuk membuat Golden Frieza terhuyung-huyung, sekaligus memberikan keunggulan mutlak bagi Super Saiyan Blue Goku sepanjang sisa pertarungan. Cukup disayangkan bahwa Goku tidak pernah memakai teknik keren ini lagi, namun kemunculannya yang hanya sekali inilah yang membuat Super God Shock Flash terasa begitu istimewa.
1. Terlalu Mencintai Pertarungan Membuat Goku Enggan Mengulangi Hakai
Penguasaan teknik bela diri Goku sudah berada di level di mana ia mampu meniru teknik Hakai secara sempurna hanya dengan melihat Beerus melakukannya sekali saja. Padahal, Goku sebenarnya tidak memiliki akses terhadap energi penghancur dan sama sekali tidak punya ambisi untuk menjadi seorang Dewa Penghancur (Destroyer). Satu-satunya momen Goku menggunakan Hakai adalah saat bertarung melawan Fused Zamasu di dalam manga Dragon Ball Super, di mana ia berupaya melenyapkan Zamasu secara perlahan sebelum akhirnya aksi tersebut terganggu akibat ulah Zamasu yang menyandera Mai.
Secara teknis, Goku memang sempat memperagakan Hakai sekali lagi dalam Galactic Patrol Prisoner Saga, namun bukan sebagai bentuk serangan melainkan untuk memanfaatkan sifat destruktifnya guna menyingkirkan reruntuhan yang menimpa Moro. Pada akhirnya, Goku kemungkinan besar tidak akan pernah memakai Hakai lagi dalam pertarungan. Alasan utamanya menggunakan jurus tersebut menghadapi Fused Zamasu semata-mata karena musuh tersebut berstatus abadi dan para petarung Z sudah kehabisan akal setelah wujud Vegito berpisah.















