Home / Game / Doom: The Dark Ages Kembali Soroti Salah Satu Masalah Terbesar Pengembangan Game AAA

Doom: The Dark Ages Kembali Soroti Salah Satu Masalah Terbesar Pengembangan Game AAA

doom slayer looking up in doom the dark ages revelations

Meskipun Doom: The Dark Ages menawarkan petualangan bertema abad pertengahan yang seru untuk membasmi musuh di Neraka, game ini menghadapi tantangan untuk mencapai tingkat kesuksesan yang sama seperti pendahulunya, yaitu Doom dan Doom Eternal. Walaupun berhasil menarik basis pemain yang lebih besar berkat layanan Xbox Game Pass, dari segi penjualan murni, Doom: The Dark Ages cukup kesulitan menyamai pencapaian judul-judul sebelumnya. Kendati demikian, bukan berarti game ini kehilangan kualitasnya. Mengusung mekanik tarung baru yang memukau dan aksi yang intens, game ini layak mendapatkan ekspansi konten unduhan (DLC) bertajuk Revelations. Sayangnya, di balik kesolidan ekspansi tersebut, para pengembang di id Software harus melalui proses produksi yang sangat melelahkan akibat tenggat waktu yang terlampau ketat.

Fenomena kerja lembur ekstrem atau crunch culture dalam industri pengembangan game bukanlah hal baru. Studio-studio besar seperti Naughty Dog, yang sebelumnya berupaya meninggalkan budaya lembur ini, terpaksa menerapkannya kembali demi mengejar tenggat waktu tertentu. Tekanan yang semakin besar dari para pemegang saham dan petinggi perusahaan membuat jadwal rilis semakin ketat, memicu siklus penuh stres yang memaksa para developer bekerja jauh melebihi batas waktu sehat. Menurut mantan pengembang id Software, situasi inilah yang dialami tim saat menggarap DLC terbaru untuk Doom: The Dark Ages. Di balik berbagai faktor yang melatarbelakangi ketatnya tenggat waktu industri saat ini, terdapat satu masalah krusial yang jarang dibahas, yakni ekspektasi pemain yang menuntut konten serba cepat.

Doom: The Dark Ages Revelations Menjadi Bukti Bahwa Industri Game Berjalan di Tengah Perhatian Pemain yang Singkat

Mantan produser id Software, Andrew Willis, baru-baru ini membagikan pengalamannya mengenai parahnya masa lembur yang ia dan rekan-rekannya hadapi saat mengembangkan DLC terbaru Doom: The Dark Ages. Ekspansi tersebut harus diselesaikan dalam kurun waktu sekitar tiga hingga empat bulan saja—sebuah durasi yang tergolong sangat singkat. Sebagai perbandingan, pengembangan game utamanya sendiri memakan waktu sekitar empat tahun. Situasi ini tentu terasa tidak masuk akal mengingat durasi cerita utama DLC Revelations bisa mencapai hampir 10 jam tergantung cara bermain pengguna, menjadikannya konten tambahan yang tidak bisa dibilang kecil untuk tenggat waktu empat bulan.

Willis menyatakan bahwa proses pengerjaan Revelations merupakan salah satu pengalaman lembur terburuk yang pernah ia dan para veteran industri rasakan. Ia menegaskan bahwa pihak id Software mungkin tidak secara blak-blakan menggunakan istilah “crunch”, namun deadline yang diberikan membuat kerja lembur menjadi satu-satunya jalan, sehingga tim terpaksa bekerja jauh melebihi jam normal:

Ada masa selama dua bulan di mana saya bekerja setidaknya 12 jam setiap hari. Bahkan, saya sempat mencatatkan 17 jam kerja dalam beberapa hari. Ada hari-hari di mana saya sama sekali tidak sempat melihat anak saya; momen berharga yang harus dikorbankan demi merilis konten ini dengan standar kualitas yang diinginkan.

Developer Menghadapi Tekanan untuk Terus Relevan di Industri yang Bergerak Cepat

Pembahasan ini sama sekali bukan bentuk tudingan kepada para pemain, mengingat kompleksnya akar permasalahan dari budaya lembur yang sudah mendarah daging di industri game. Namun, di sisi lain, selera audiens memang menjadi semakin tidak sabaran dari tahun ke tahun. Banyak gamer yang menamatkan cerita utama sebuah game dalam waktu satu akhir pekan saja, lalu langsung beralih ke judul berikutnya yang lebih menarik. Kondisi ini menyulitkan para pengembang untuk mengimbanginya, sekaligus menciptakan tekanan besar agar konten unduhan (DLC) dan pembaruan pasca-rilis bisa segera diluncurkan dalam tahun pertama demi menjaga relevansi game tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *