Meskipun The Blood of Dawnwalker berhasil mendapatkan sambutan hangat serta ulasan positif dari para kritikus dan pemain, versi PC dari game debut garapan developer Rebel Wolves ini ternyata tidak luput dari sejumlah kendala performa. Sebagai karya perdana mereka, game ini mencatatkan peluncuran yang sukses berkat ulasan yang memuaskan dan rekomendasi positif dari para gamer.
Kendati demikian, perjalanan peluncurannya tidak sepenuhnya mulus, terutama karena adanya mekanik inti yang memicu perdebatan di kalangan pemain. Cerita berpusat pada karakter utama bernama Coen, yang keluarganya diculik oleh para pemimpin vampir penguasa wilayah tersebut. Hal ini memberikan batas waktu yang ketat bagi Coen—dan pemain—yaitu hanya 30 hari serta 30 malam untuk menyelamatkan mereka. Walaupun permainan tidak langsung berakhir jika keluarga Coen tewas, sistem ini memaksa pemain untuk membuat keputusan yang benar-benar diperhitungkan karena setiap misi, aktivitas, dan tindakan akan terus memajukan waktu in-game. Mekanik tersebut membuat sebagian pemain merasa dilematis, mengingat elemen ini bertolak belakang dengan kebiasaan dalam RPG dunia terbuka pada umumnya yang selalu mendorong eksplorasi bebas dan penyelesaian konten secara menyeluruh.
Solusi dan Penanganan Masalah Performa PC
Sejumlah pemain PC melaporkan berbagai kendala teknis, sebuah fenomena yang kian sering terjadi pada perilisan game PC modern dewasa ini. Masalah tersebut membuat rating game di platform Steam sempat mengalami fluktuasi. Berbagai keluhan muncul terkait isu optimisasi seperti framerate stuttering yang tetap terjadi meskipun spesifikasi PC pemain telah memenuhi persyaratan yang direkomendasikan. Selain itu, beberapa pengguna juga menyayangkan absennya dukungan HDR serta tingkat frame rate yang terasa rendah.
Menanggapi berbagai laporan tersebut, pihak Rebel Wolves langsung turun tangan melalui media sosial untuk memberikan solusi sementara. Bagi pemain yang mengalami masalah tersendat-sendat saat menggunakan mode jendela atau tanpa batas (Windowed/Borderless), studio menyarankan agar game dijalankan dalam mode layar penuh (Full Screen). Sementara itu, untuk mengatasi masalah game yang mengalami crash di tengah proses kompilasi, pengembang merekomendasikan pembaruan BIOS pada perangkat PC pemain. Rebel Wolves saat ini juga tengah menyiapkan perbaikan agar pemain dapat mengatur ulang tombol (button mapping) saat menggunakan kontroler PS5, serta menyarankan penyesuaian sensitivitas dari 1.0 ke 0.8 guna mengatasi kendala pada mekanik lari (sprint).
Di samping solusi sementara tersebut, tim pengembang langsung merilis sejumlah pembaruan susulan untuk memperbaiki berbagai masalah yang ada. Patch versi 1.0.2 dan 1.0.3 diluncurkan hanya berselang beberapa hari setelah perilisan resmi game, yang berisi perbaikan kecil untuk misi yang gagal berjalan semestinya, dukungan penuh untuk kontroler DualSense PS5 di PC, serta peningkatan pada zona mati stik dan responsivitas masukan tombol.
Isu performa ini bukanlah satu-satunya kontroversi teknis yang dihadapi oleh The Blood of Dawnwalker. Menjelang peluncurannya, sempat dikonfirmasi bahwa game ini hanya akan menyediakan dua mode tampilan awal, yaitu Quality Mode 30 FPS dan Performance Mode 40 FPS. Hal ini sempat memicu kekecewaan penggemar yang mengharapkan dukungan 60 FPS secara penuh, khususnya bagi para pemilik perangkat berspesifikasi tinggi atau konsol PS5 Pro. Untungnya, menanggapi masukan dari komunitas tersebut, Rebel Wolves bergerak cepat dan mengumumkan perubahan mendadak sesaat sebelum rilis, dengan memastikan bahwa opsi mode performa 60 FPS akan langsung tersedia melalui pembaruan hari pertama (Day 1 patch).








