Kota pelabuhan Yokohama sering kali menjadi salah satu destinasi pelarian favorit dari kesibukan Tokyo. Meskipun perjalanan ke prefektur lain sering menjadi pilihan untuk bersantai, Yokohama tetap menjadi andalan untuk menikmati suasana urban yang berbeda. Mulai dari kawasan perbelanjaan Minato Mirai yang berkilau hingga jalanan sempit di Noge yang dipenuhi kedai minum, selalu ada sesuatu yang menarik bagi setiap pengunjung. Terletak hanya sekitar 30 menit di sebelah selatan pusat Tokyo, Yokohama menawarkan atmosfer yang jauh lebih tenang dan kontras dengan hiruk-pikuk ibu kota, ibarat perbandingan antara New York dan Los Angeles di Amerika Serikat.
Selain suasananya yang lebih santai, Yokohama juga menyimpan sejarah yang kaya. Wilayah ini menjadi salah satu gerbang pertama yang dibuka untuk kapal dagang asing setelah Jepang menutup diri selama hampir 300 tahun pada periode Edo. Ketika banyak jejak sejarah awal abad ke-20 di Tokyo musnah akibat Perang Dunia II, Yokohama justru masih mempertahankan berbagai peninggalan masa lalunya, mulai dari bangunan bergaya Eropa hingga sisa-sisa galangan kapal tempo dulu.
Salah satu tempat terbaik untuk menelusuri jejak sejarah Yokohama sebagai kota pelabuhan utama adalah kawasan pecinan atau Chinatown yang ikonis. Terletak hanya beberapa menit berjalan kaki dari kawasan tepi laut, area ini telah menjadi tempat tinggal bagi para pedagang Tiongkok sejak akhir abad ke-19. Saat ini, kawasan tersebut dipenuhi oleh berbagai toko dan restoran lokal, namun nuansa historisnya masih sangat terasa, termasuk keberadaan kuil yang didirikan oleh warga setempat pada tahun 1873 serta kuliner khas yang mereka bawa.
Cara Menuju ke Sana

Bagi yang ingin langsung menuju ke Chinatown di Yokohama, stasiun terdekat adalah Stasiun Motomachi-Chukagai di jalur Minato Mirai dan Stasiun Ishikawacho di jalur JR Negishi. Kendati praktis, Yokohama merupakan kota yang paling nikmat dijelajahi perlahan-lahan sepanjang hari. Alih-alih langsung mendatangi kawasan pecinan, berjalan kaki dari Stasiun Minato Mirai menawarkan pengalaman yang lebih berkesan. Di sepanjang perjalanan, wisatawan akan melewati berbagai pusat perbelanjaan serta taman hiburan Cosmo World yang terkenal dengan jam bianglala ikonisnya.
Chinatown Yokohama terletak tidak jauh dari Taman Yamashita di tepi pantai. Meskipun tersedia banyak papan petunjuk berbahasa Inggris, kawasan ini sangat ramah pejalan kaki, meski transportasi umum tetap menjadi opsi praktis bagi mereka yang memiliki waktu terbatas.
Aktivitas Menarik di Chinatown Yokohama

Sebagian besar area Chinatown saat ini dipadati oleh toko dan restoran yang menawarkan beragam produk serta hidangan lezat. Ini tentu menjadi surga bagi para pencinta kuliner, meski bisa menjadi ujian berat bagi mereka yang sedang berdiet. Sepanjang jalan, pengunjung akan disambut oleh aroma masakan yang menggugah selera serta pemandangan bebek panggang yang digantung di jendela-jendela toko. Menikmati berbagai hidangan tanpa perlu terlalu memikirkan kalori adalah cara terbaik untuk menikmati kunjungan ini.
Salah satu daya tarik utama di Chinatown Yokohama adalah budaya jajanan kakinya. Berbeda dengan kebiasaan umum di Tokyo di mana berjalan sambil makan sering dianggap kurang sopan, aturan tersebut tampaknya tidak berlaku di sini, mirip seperti di Osaka. Pengunjung bebas menikmati camilan seperti bakpao kukus atau dumpling sambil menyusuri jalanan yang ramai.

Selain deretan tempat makan, terdapat pula beberapa situs budaya yang patut dikunjungi, salah satunya adalah kompleks kuil Kantei-byo. Bangunan yang dipenuhi warna-warni cerah ini didedikasikan untuk dewa kemakmuran dan bisnis Tiongkok. Berdoa sejenak di kuil ini bisa menjadi cara yang tepat setelah puas berwisata kuliner di sekitar kawasan pecinan.
Kantei-byo terletak tepat di jantung Chinatown Yokohama. Karena tata letak jalan yang cukup membingungkan, mengikuti peta digital akan sangat membantu. Perlu dicatat pula bahwa berdasarkan kebiasaan setempat, pengunjung yang ingin mengambil foto di area kuil biasanya memberikan sedikit donasi terlebih dahulu.
Destinasi Wisata Lain di Sekitar Yokohama

Menjelajahi Chinatown biasanya hanya menghabiskan waktu sekitar tiga jam, sehingga menyusun rencana kunjungan ke tempat lain sangat dianjurkan. Yokohama memiliki banyak pilihan menarik, mulai dari kawasan tepi laut Minato Mirai, taman bergaya tradisional Jepang, hingga museum mi instan yang unik.
Bagi para penggemar musik jazz atau mereka yang ingin merasakan atmosfer Jepang era tahun 1970-an, mampir ke kawasan Noge adalah pilihan yang tepat. Terletak di seberang Stasiun Sakuragicho, Noge berhasil mempertahankan pesona klasik era Showa meskipun area tepi laut lainnya telah mengalami banyak pemugaran modern.
Sebagai rekomendasi tambahan, bagi para pencinta hidangan beraroma kuat, mencicipi menu di Garlic Jo’s menawarkan pengalaman kuliner yang unik dengan penggunaan bawang putih dalam jumlah melimpah di setiap hidangannya.








