Ini adalah sebuah permohonan. Lebih tepatnya, sebuah pinta yang mewakili suara dari banyak orang Jepang yang sebenarnya ingin memiliki teman bicara asal Barat untuk berlatih bahasa Inggris, namun menemui berbagai kendala. Berdasarkan percakapan saya dengan banyak orang Jepang mengenai pencarian partner bahasa Inggris, ada beberapa kesamaan pandangan yang berhasil saya rangkum ke dalam daftar kecil. Mari kita lihat siapa sebenarnya orang-orang ini.
Jenis Orang yang Mencari Partner Bahasa Inggris
Tentu saja, ketika saya mengatakan mereka mencari partner bahasa Inggris, sebagian besar dari mereka juga bersedia membantu Anda belajar bahasa Jepang. Hubungan ini tentu bersifat timbal balik; Anda membantu bahasa Inggris mereka, mereka membantu bahasa Jepang Anda, dan semua pihak diuntungkan. Meskipun ini bukan jajak pendapat resmi atau ilmiah, berikut adalah beberapa karakteristik umum dari mereka yang ingin berlatih bahasa Inggris.
Tipe Ambisius: Sebagian besar orang yang mencari partner bahasa Inggris adalah mereka yang memiliki motivasi tinggi. Ini bukanlah hal yang buruk—justru sangat positif! Namun, jika Anda mencari partner bahasa.

Dalam sistem pendidikan di Jepang, bahasa Inggris sangat berfokus pada teks. Anda belajar membaca dan menulis, dan hanya itu. Keterampilan mendengar dan berbicara seringkali diabaikan karena tidak terlalu diujikan, sehingga banyak orang tidak serius mempelajarinya. Mereka yang ingin berlatih percakapan melakukannya karena benar-benar ingin menguasai bahasa Inggris demi ilmu itu sendiri, bukan sekadar nilai sekolah. Oleh karena itu, mereka bisa dikategorikan sebagai orang yang ambisius.
Didominasi oleh Perempuan: Entah karena pembaca dari blog lain saya atau faktor lain, saya merasa lebih sering berbicara dengan perempuan daripada laki-laki. Mungkin juga karena perempuan lebih cerdas? Siapa tahu. Yang jelas, tampaknya jauh lebih banyak perempuan yang mencari partner bahasa ketimbang laki-laki. Menariknya lagi, kebanyakan dari mereka berasal dari kalangan usia muda, seperti siswa SMA atau mahasiswa, meskipun ada sangat banyak perempuan paruh baya di Jepang yang juga berusaha belajar bahasa Inggris.
Kemungkinan besar, kalangan ibu rumah tangga merasa terlalu malu untuk melakukan interaksi tatap muka secara langsung. Kelompok ini biasanya lebih memilih belajar melalui sumber daya situs web, televisi, ponsel, buku, dan kursus bahasa kasual.
Cara Menghindari Kesalahan dalam Mencari Partner Bahasa Jepang
Dari berbagai obrolan yang saya lakukan, terungkap ada beberapa hal yang tidak disukai oleh calon partner belajar bahasa. Anda bisa menghindari poin-poin ini untuk meningkatkan peluang keberhasilan Anda. Sekali lagi, catatan ini tidak didasarkan pada jajak pendapat ilmiah, melainkan murni dari umpan balik dan opini yang terkumpul.

Jangan Berperilaku Aneh atau Menyeramkan: Terutama saat mendekati para perempuan. Banyak sekali perempuan yang saya ajak bicara mengaku takut mencari partner belajar bahasa karena seringnya ada pria Barat yang bersikap mencurigakan atau mencoba merayu lewat Skype dan platform lainnya. Sebagian orang Jepang yang belum pernah mencoba mencari partner bahasa juga menjadikan alasan ini sebagai hambatan mereka. Stereotip seperti ini sudah terlanjur melekat, dan tugas Andalah untuk mengubah pandangan tersebut.
Jika Anda seorang perempuan, Anda berada di posisi yang lebih diuntungkan karena jumlahnya lebih sedikit (dalam artian tidak bersikap mengganggu) dan sangat dicari. Sebagian besar orang Jepang yang mencari partner lebih memilih perempuan daripada laki-laki—bahkan termasuk laki-laki Jepang sendiri, meski Anda tetap harus berhati-hati karena potensi pria dengan gelagat mencurigakan tetap ada.
Jangan Terburu-buru Meminta Informasi Pribadi: Secara umum, budaya Jepang cenderung cukup tertutup dalam hal membagikan data pribadi. Bahkan di platform seperti Facebook dan jejaring sosial lainnya, orang Jepang sangat jarang memasang foto asli mereka, dan menemukan nama asli mereka pun cukup sulit. Belum lagi budaya anonimitas seperti di forum 2chan. Kesalahan terbesar yang bisa Anda lakukan adalah langsung meminta informasi pribadi di awal perkenalan yang justru membuat mereka ketakutan.
Tindakan seperti ini bisa disalahartikan sebagai perilaku yang mengganggu, jadi jalani semuanya secara perlahan.
Jangan Pemalu: Masyarakat Jepang sudah dikenal luas sebagai kelompok yang cukup pemalu. Dengan bersikap ramah dan terbuka, Anda sebenarnya sedang membantu memudahkan langkah partner bahasa Anda. Mulailah dengan mencoba berbicara dalam bahasa Jepang terlebih dahulu, buat beberapa kesalahan, dan buat mereka merasa tidak perlu terlalu malu untuk mencoba berbicara bahasa Inggris—yang dikenal sebagai hal sulit bagi kebanyakan orang Jepang.
Ini memang membutuhkan sedikit usaha ekstra, tetapi jika Anda bisa membuat partner Anda merasa nyaman dan tidak mempermalukan mereka saat berbicara bahasa Inggris, pengalaman belajar Anda akan jauh lebih menyenangkan. Terkadang, Anda bahkan perlu pura-pura tidak lancar agar lawan bicara merasa lebih percaya diri.
Itulah rangkuman data yang sama sekali tidak resmi dan tidak berdasarkan metode ilmiah, yang diharapkan bisa membantu Anda meraih kesuksesan dalam mencari partner bahasa. Semoga beruntung untuk semuanya!







