Home / Travel / Apa Panggilan Sayang untuk Kekasih Jepangmu? Aku Cinta Kamu, Sweetie-chan

Apa Panggilan Sayang untuk Kekasih Jepangmu? Aku Cinta Kamu, Sweetie-chan

Sebuah survei menarik pernah dilakukan untuk melihat bagaimana pasangan di Jepang saling memanggil satu sama lain. Panggilan kesayangan atau cara seseorang menyapa kekasihnya di Jepang ternyata menyimpan banyak makna mendalam mengenai dinamika hubungan dan pola komunikasi antargender.

Japanese sweethearts playing around with a vintage camera
Source: enixii

Data yang dikumpulkan oleh iShare ini berfokus pada kebiasaan para pria dan wanita di Jepang saat memanggil pacar mereka. Mari kita bedah hasil lengkap dari survei tersebut.

Hasil Survei

Berikut adalah beberapa poin data terpenting yang berhasil dihimpun dari para responden mengenai kebiasaan panggil-memanggil dalam hubungan percintaan.

Bagaimana Anda biasanya memanggil pasangan Anda? (Ukuran sampel = 383)

  Semua Pria Wanita
Nama depan saja 29.8% 36.0% 21.1%
Nama depan ditambah chan, kun 27.2% 24.8% 30.4%
Nama panggilan (Nickname) 21.9% 21.2% 23.0%
Nama depan ditambah san 8.4% 7.7% 9.3%
Oi, Hei, dll (tidak pakai nama) 3.7% 3.2% 4.3%
Nama keluarga saja 2.3% 1.8% 3.1%
Kamu (tidak pakai nama) 1.3% 0.5% 2.5%
Lainnya 1.6% 2.3% 0.6%

*Panggilan akrab yang paling sering digunakan adalah yang diberi imbuhan -tan atau -nyan di akhir nama.

Bagaimana pasangan Anda biasanya memanggil Anda? (Ukuran sampel = 383)

  Semua Pria Wanita
Nama depan ditambah chan, kun 31.3% 34.7% 26.7%
Nama depan saja 24.3% 17.1% 34.2%
Nama panggilan (Nickname) 20.9% 23.4% 17.4%
Nama depan ditambah san 13.6% 15.8% 10.6%
Nama keluarga ditambah san 3.7% 5.0% 1.9%
Oi, Hei, dll (tidak pakai nama) 2.6% 2.7% 2.5%
Nama keluarga saja 1.8% 0.0% 4.3%
Kamu (tidak pakai nama) 0.8% 0.5% 1.2%
Lainnya 1.0% 0.9% 1.2%

*Panggilan akrab yang paling sering digunakan adalah yang diberi imbuhan -tan atau -nyan di akhir nama.

Jika Anda bisa memilih, panggilan apa yang paling Anda inginkan dari pasangan? (Ukuran sampel = 484)

  Semua Pria Wanita
Nama depan saja 31.6% 26.3% 39.5%
Nama depan ditambah chan, kun 24.2% 27.0% 20.0%
Nama panggilan (Nickname) 15.7% 15.9% 15.4%
Nama depan ditambah san 13.0% 15.2% 9.7%
Kamu (tidak pakai nama) 3.9% 4.8% 2.6%
Nama keluarga ditambah san 3.3% 3.5% 3.1%
Nama keluarga saja 2.5% 1.4% 4.1%
Oi, Hei, dll (tidak pakai nama) 1.2% 1.7% 0.5%
Lainens 4.5% 4.2% 5.1%

Komposisi responden dalam pengumpulan data ini terdiri dari 289 pria dan 195 wanita. Oleh karena itu, persentase total secara keseluruhan cenderung sedikit condong ke sudut pandang pria.

Bagaimana Anda Menyapa Pasangan Anda?

  • Pria: Menyebut nama depan saja tanpa akhiran seperti -kun, -san, atau -chan sebesar 36%.
  • Wanita: Menyebut nama depan ditambah akhiran -chan atau -kun sebesar 30.4%.

Kelompok pria terbanyak ternyata memanggil pacar mereka tanpa menggunakan sapaan kehormatan di akhir nama. Sebaliknya, mayoritas wanita justru memilih menggunakan tambahan -chan atau -kun saat memanggil pacar pria mereka.

Bagaimana Pasangan Memanggil Anda?

  • Pria: Dipanggil dengan nama depan ditambah -chan atau -kun sebesar 34.7%.
  • Wanita: Dipanggil hanya menggunakan nama depan saja sebesar 34.2%.

Data ini mencerminkan kebalikan dari temuan sebelumnya, yang semakin memperkuat validitas dari survei tersebut di mana para pria disapa menggunakan akhiran kehormatan, sementara para wanita lebih sering dipanggil langsung dengan nama depan mereka.

Panggilan yang Paling Diinginkan

  • Pria: Nama depan ditambah -chan atau -kun sebesar 27%.
  • Wanita: Nama depan saja sebesar 39.5%.

Bagian ini menjadi salah satu temuan yang paling menarik. Kaum wanita menunjukkan preferensi yang sangat kuat untuk dipanggil hanya dengan nama depan mereka saja, meskipun dalam kesehariannya mereka justru lebih sering memanggil pasangan mereka dengan tambahan -chan atau -kun.

Beberapa hipotesis yang dapat ditarik dari data ini meliputi:

  1. Hal ini berkaitan dengan norma sosial di mana wanita sering kali diharapkan berbicara dengan gaya yang lebih feminin, santun, atau patuh. Meskipun akhiran -kun atau -chan tidak selalu dikategorikan sebagai bahasa formal yang kaku, penggunaan sapaan tersebut tetap terasa lebih sopan daripada langsung memanggil nama tanpa atribut apa pun.

  2. Opsi “nama depan saja” menempati urutan kedua bagi pria (26.3 berbanding 27%) dan menjadi pilihan teratas secara keseluruhan jika data pria dan wanita digabung. Fenomena ini dapat mengindikasikan adanya pergeseran gaya bahasa di Jepang menuju gaya Barat yang lebih kasual, di mana orang-orang saling memanggil nama depan secara langsung dalam situasi santai. Mengingat rentang usia responden berada di kisaran 20 hingga 50 tahun, data ini bisa merefleksikan generasi modern yang membawa perubahan pada struktur bahasa.

  3. Kemungkinan besar banyak pasangan sebenarnya memiliki nama panggilan khusus yang menggemaskan, namun mereka merasa malu untuk mengungkapkannya dalam survei.

Bagaimana Sebaiknya Anda Memanggil Kekasih Jepang Anda?

Jika Anda memiliki kekasih orang Jepang dan bingung menentukan panggilan yang tepat, menggunakan nama depan ditambah akhiran -kun atau -chan adalah pilihan yang paling aman dan lazim digunakan. Empat metode utama yang paling sering dipakai adalah:

  1. Nama depan saja
  2. Nama depan ditambah -kun atau -chan
  3. Nama panggilan kesayangan (Nickname)
  4. Nama depan ditambah -san

Pilihan di luar kategori tersebut sangat jarang ditemukan dan mungkin akan terdengar tidak biasa bagi telinga orang Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *