Saat pertama kali menerbitkan panduan mendalam mengenai Prefektur Akita, saya pikir semua hal penting sudah dibahas. Namun, seperti kebanyakan wilayah di Jepang, selalu ada bagian yang terlewat. Kali ini, saya ingin membahas sisi paling utara yang sering terlupakan, yaitu kawasan Odate, Kosaka, Kami-Koani, dan Kita-Akita yang menyimpan banyak daya tarik tersembunyi.
Bagian utara Akita terkenal akan dua hal utama yang mencerminkan karakter wilayahnya yang tangguh: anjing Akita Inu dan para pemburu Matagi. Akita Inu bukan sekadar ras anjing biasa yang dikenal karena kekuatan serta kesetiaannya, melainkan simbol ketahanan alam di prefektur ini. Di sisi lain, Matagi adalah kelompok pemburu tradisional yang selama ratusan tahun hidup selaras dengan alam pegunungan, menjaga adat istiadat leluhur tetap lestari.
Meskipun berada jauh dari jalur pariwisata utama, wilayah utara Akita menyuguhkan pemandangan alam paling memukau di Jepang. Mulai dari ketenangan Danau Towada hingga lereng Gunung Moriyoshi yang terkenal dengan fenomena pohon es di musim dingin, kawasan ini merupakan surga bagi pecinta alam. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Prefektur Aomori juga membuatnya sangat strategis jika Anda ingin sekaligus mengunjungi Hirosaki atau Oirase Gorge.
Cara Menuju ke Sana

Untuk memudahkan pembahasan, wilayah utara Akita dalam artikel ini mencakup Odate, Kosaka, Kami-Koani, dan Kita-Akita, mengikuti pembagian dari Akita Inu Tourism. Transportasi paling efisien untuk mencapai wilayah ini adalah dengan naik pesawat menuju Odate-Noshiro Airport, karena perjalanan darat menggunakan kereta memakan waktu yang cukup lama.
Kendati ada sarana transportasi umum, rutenya cukup terbatas dan jadwal keberangkatannya sangat jarang. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menyewa mobil agar perjalanan Anda lebih fleksibel. Jangan lupa untuk memanfaatkan aplikasi peta digital dan merencanakan rute perjalanan secara matang sebelumnya.
Odate dan Festival Spektakulernya

Sebagai pusat perkotaan utama di bagian utara Akita, Kota Odate terkenal dengan kerajinan tradisional seperti magewappa serta kuliner lezat khas musim dingin termasuk kiritampo dan ayam Hinai-dori. Kota ini juga sangat erat kaitannya dengan sejarah Akita Inu.
Salah satu tempat wajib kunjung adalah Akita Inu Visitor Center, di mana pengunjung dapat mengenal sejarah ras anjing ini dari dekat dan bertemu langsung dengan mereka. Beberapa titik menarik lainnya di Odate meliputi:
- Odate Shinmei Shrine: Kuil Shinto bersejarah yang telah berdiri lebih dari seribu tahun dan menjadi pusat budaya lokal.
- The Birthplace of Hachiko: Lokasi kelahiran anjing setia Hachiko yang kini patungnya diabadikan di Stasiun Shibuya, Tokyo.
- Akita Inu Museum: Museum yang didedikasikan untuk melestarikan dan menampilkan berbagai informasi seputar anjing Akita.
- Keijo Park: Bekas situs Kastil Odate yang dipenuhi pohon sakura saat musim semi dan warna-warni indah di musim gugur.
- Furusawa Onsen: Pemandian air panas menenangkan yang disłambut oleh dua ekor anjing Akita bernama Haru dan Hana.
- Tonose Fuji-no-Sato: Lokasi pemandangan indah yang dipenuhi bunga wisteria menjuntai pada akhir musim semi.

Setiap tanggal 10 dan 11 September, Odate menyelenggarakan Festival Odate Shinmeisha yang meriah. Perayaan ini menampilkan belasan mikoshi dan belasan float berukuran raksasa yang diiringi musik tradisional Odate Bayashi. Dua momen puncak yang paling ditunggu dalam festival ini adalah Tanosaka Hill Climb, di mana warga berlomba menarik float menaiki tanjakan curam, serta upacara “perang air” Iwamimizu pada malam kedua yang melambangkan penyucian dan perdamaian.
Mengenal Tradisi Matagi

Matagi adalah kelompok pemburu tradisional yang telah mewariskan budaya dan teknik bertahan hidup di pegunungan Akita selama lebih dari 400 tahun. Berasal dari era Edo, mereka menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan dan rasa hormat yang mendalam terhadap alam.
Meskipun jumlah pemburu senior kini semakin sedikit, generasi penerus seperti Oriyama Hideyuki telah mendirikan wisma tamu bernama Oriyamake di desa Ani. Di sini, para pengunjung dapat merasakan langsung gaya hidup Matagi, mulai dari menjelajahi hutan menggunakan sepatu salju tradisional hingga mencicipi hidangan buruan liar yang diolah secara autentik.
Menjelajahi Gunung Moriyoshi

Dengan ketinggian mencapai 1.454 meter, Gunung Moriyoshi menawarkan keindahan alam sepanjang tahun. Saat musim dingin tiba, gunung ini berubah menjadi lanskap surealis yang dipenuhi oleh “monster salju” atau juhyo akibat tumpukan es pada pepohonan. Sementara itu, pada bulan-bulan lebih hangat, tempat ini menjadi destinasi favorit pendaki untuk menikmati hamparan bunga liar dan pemandangan daun musim gugur.

Gunung ini juga memiliki nilai spiritual yang tinggi dengan adanya Kuil Moriyoshi, yang sejak lama digunakan sebagai lokasi pelatihan bagi para biksu pertapa gunung. Bagi wisatawan yang menyukai aktivitas mendaki, menjelajahi Gunung Moriyoshi memberikan pengalaman mendalam mengenai warisan budaya dan alam utara Akita.
Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar

Kota Kosaka yang terletak di bagian timur laut wilayah utara Akita mencakup area pesisir barat Danau Towada. Lokasi ini sangat cocok digabungkan dalam Rencana perjalanan Anda bersamaan dengan kunjungan ke Oirase Gorge di Prefektur Aomori. Selain itu, tepat di perbatasan utara Odate, Anda juga dapat menemukan pemandian air panas terpencil Hikage Onsen yang menawarkan suasana pedesaan yang sangat asri.








