Home / Game / Action RPG Terbaru Ini Bikin Pengaturan Tingkat Kesulitan Tradisional Terasa Kuno

Action RPG Terbaru Ini Bikin Pengaturan Tingkat Kesulitan Tradisional Terasa Kuno

control resonant difficulty settings makes normal settings feel strange

Game action RPG terbaru garapan Remedy Entertainment, Control Resonant, yang dijadwalkan rilis pada 24 September mendatang, menghadirkan pendekatan pengaturan tingkat kesulitan yang sangat menarik. Mekanik dalam Control Resonant ini dinamakan expanded Assist Mode, sebuah sistem yang membuat opsi kesulitan standar seperti mudah, sedang, dan sulit terasa usang.

Konsep ini sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru bagi Remedy Entertainment. Fitur Assist Mode yang inovatif ini sebelumnya juga pernah dihadirkan dalam prekuelnya, Control, yang dirilis pada tahun 2019 lalu. Fitur tersebut memungkinkan pemain untuk mengubah pengalaman bermain secara langsung di tengah permainan. Kehadiran Assist Mode dirancang khusus untuk mempersonalisasi pengalaman bermain, memberikan kebebasan kepada para pemain untuk menikmati permainan sesuai cara mereka sendiri tanpa merasa terkekang.

Apa Itu Expanded Assist Mode dan Mengapa Fitur Ini Efektif dalam Dunia Control Resonant?

Dalam siaran pers PlayStation, Lead Gameplay Designer Control Resonant, Sergey Mohov, menjelaskan bahwa tingkat kesulitan dalam gim terbarunya ini dapat diubah sesuai preferensi. Hal ini sekaligus meninggalkan skala kesulitan tradisional demi sistem yang jauh lebih canggih. Melalui fitur Assist Mode, pemain dapat menyesuaikan berbagai mekanik permainan agar selaras dengan kebutuhan atau gaya bermain mereka.

Berkat mekanik baru ini, pemain dapat mengubah tingkat agresi musuh, memperlebar atau mempersempit jendela menghindar (dodge), memodifikasi kecepatan proyektil, mengatur besar kecilnya damage yang diterima dan diberikan, kecepatan pemulihan, serta banyak hal lainnya. Fitur ini ibarat buku cerita interaktif di mana pembaca bisa menentukan alur sendiri, tetapi diterapkan khusus untuk tingkat kesulitan gim. Alih-alih memaksa pemain memilih tingkat kesulitan yang mungkin membuat mereka tidak nyaman, sistem ini menawarkan fleksibilitas penuh.

The Assist Mode mechanic is meant to tailor gaming experiences, allowing players to participate in gameplay on their own terms without feeling like they’re being put into a box.

Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk membuat permainan menjadi lebih mudah, atau justru sebaliknya bagi pemain yang menyukai tantangan ekstrem. Jika pemain ingin fokus sepenuhnya pada eksplorasi dan menikmati cerita tanpa harus menghadapi pertempuran yang menegangkan, mereka bisa melakukannya dengan mudah lewat Assist Mode. Opsi seperti keabadian (Immortality), sekali serang langsung kalah (One-Hit Kills), dan fitur baru One-Hit Falters menggeser fokus utama dari aksi intens ke alur cerita. Sebaliknya, bagi mereka yang ingin meningkatkan tantangan, mereka dapat mengubah ukuran kotak tik (hit boxes), memperbesar damage yang diterima, serta meningkatkan keagresifan musuh untuk menciptakan pengalaman bermain yang lebih menghukum namun memuaskan.

Sistem Assist Mode ini terasa sangat pas dengan dunia Control Resonant karena gim ini mengusung genre RPG sejati. Gim-gim seperti ini sangat mendorong kebebasan memilih, sehingga menghasilkan pengalaman yang unik bagi tiap pemain. Tentu saja, tetap ada alur cerita utama dengan progres naratif yang terikat dari satu wilayah ke wilayah lain. Pemain akan mengendalikan karakter dengan kemampuan supernatural, Dylan Faden, dalam pencariannya menemukan sang saudari yang telah lama hilang, Jesse, di kota Manhattan yang dikuasai oleh Mold, Hiss, dan Patterning. Meski demikian, sebagian besar keputusan diserahkan kepada pemain, termasuk soal tingkat kesulitan. Seperti yang diungkapkan oleh Mohov dalam siaran pers:

Your time is valuable, and how you experience the game is ultimately up to you. That’s why we don’t gate any trophies or achievements behind Assist Mode. Use the settings however you need to and play Control Resonant on your terms.

Fitur ini terbukti sangat membantu terutama dalam aspek pertempuran, mengingat sistem pertarungan gim ini mirip dengan seri Devil May Cry. Pertempurannya berlangsung agresif dan berfokus pada pertarungan jarak dekat, memanfaatkan kombo udara serta kemampuan menghindar kilat di udara yang mungkin belum dikuasai oleh sebagian pemain. Kehadiran sistem Assist Mode memungkinkan pemain untuk beradaptasi secara perlahan, atau bahkan memilih untuk menghindari pertempuran sama sekali—sebuah kabar gembira bagi para pencinta gim yang berfokus pada cerita.

Di Tengah Tren Kaku, Penyesuaian Kesulitan Dinamis Terasa Menyegarkan

Pendekatan ini sangat disukai karena memberikan keleluasaan bagi pemain untuk mencicipi gim terlebih dahulu sebelum berkomitmen pada satu tingkat kesulitan tertentu. Seringkali terasa ganjil ketika sebuah gim langsung meminta pemain memilih tingkat kesulitan tertentu di awal, terutama untuk judul yang baru pertama kali mereka mainkan. Bagaimana mungkin seseorang bisa langsung tahu tingkat kesulitan mana yang paling cocok jika mereka belum pernah memainkannya sama sekali? Assist Mode memastikan bahwa gim disajikan langsung kepada pemain, membiarkan mereka mencobanya sendiri, dan baru kemudian menentukan jalur yang paling nyaman.

Setiap orang memiliki preferensi yang berbeda, begitu pula dengan selera tingkat kesulitan mereka. Ini adalah perubahan yang sangat menyegarkan di tengah industri yang kerap menyajikan indikator kesulitan yang kaku. Sistem ini mirip dengan penyesuaian kesulitan dinamis (dynamic difficulty adjustments) yang pernah dijumpai dalam judul-judul seperti Resident Evil, Max Payne, dan Mario Kart. Kendati demikian, mekanik dalam Control Resonant terasa lebih membebaskan tanpa elemen yang membuat pemain merasa terbebani. Pengaturan kesulitan yang diukur lewat skala numerik geser ini pada dasarnya memang diciptakan untuk mengakomodasi pemain, alih-alih menakut-nakuti mereka agar menjauhi permainan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *