Home / Travel / Panduan Upacara Minum Teh: Hal yang Pantang Dilakukan dan Contohnya

Panduan Upacara Minum Teh: Hal yang Pantang Dilakukan dan Contohnya

1. Jangan Membersihkan Diri Terlebih Dahulu

Hands being washed with a ‘no’ symbol overlaid

Meskipun biasanya ada area khusus di luar ruangan bagi para tamu untuk mencuci tangan serta membilas mulut sebelum masuk, Anda datang ke sini untuk menikmati teh, bukan sekadar air. Lagipula, Anda mungkin sudah mencuci tangan sebelumnya dan merasa tidak memegang sesuatu yang kotor di perjalanan. Kesehatan orang lain tentu bukan urusan Anda.

Faucet with ‘no thanks’ meme image overlaid

Apabila Anda melihat sebuah wadah air pembersih, ingat saja frasa santai ini: “Baka gaijin da kara, iranai yo,” yang kurang lebih bermaksud menyatakan bahwa Anda adalah seorang turis asing sehingga ritual tersebut tidak diperlukan. Ucapan ini bisa dipakai dalam berbagai situasi untuk menunjukkan keluguan gaya asing Anda di hadapan tuan rumah.

2. Cari Posisi Duduk yang Paling Santai

Girl lying on the grass

Ketika memasuki ruang upacara minum teh, Anda mungkin melihat orang-orang duduk bersila atau dengan gaya seiza. Cara duduk tersebut melelahkan, jadi Anda tidak perlu menirunya. Sebagai orang asing yang berdaulat atas kenyamanan sendiri, duduklah dengan posisi selebar mungkin dan biarkan kaki Anda selonjoran mengarah ke orang lain.

Martial artists sitting seiza with ‘Oh God Why’ image overlaid

Upacara minum teh tradisional Jepang bisa memakan waktu hingga empat jam lamanya—durasi yang sangat lama hanya untuk duduk kaku. Daripada menyiksa diri menahan pegal dalam posisi seiza sepanjang acara, lebih baik mengambil posisi ternyaman sejak awal.

3. Langsung Lahap Kue Manis Begitu Disajikan

Caucasian man stuffing something into his mouth

Sebelum menyeduh teh, tuan rumah lazimnya menyuguhkan hidangan manis pendamping. Alih-alih menunggu proses pembuatan teh yang rumit dan memakan waktu, Anda bisa langsung menghabiskan makanan ringan tersebut seketika. Ini cara jitu untuk memberi tahu tuan rumah agar mereka tidak perlu berlama-lama menyiapkan acara.

Two sakura mocha on a plate
Sumber: Celestes Heaven

Pengalaman menyantap wagashi atau kue tradisional ini kadang membingungkan bagi pemula karena sering kali disediakan tusuk gigi kecil untuk memotongnya menjadi gigitan kecil. Jika ragu, cara paling aman adalah memperhatikan apa yang dilakukan oleh tamu lain atau meminta penjelasan dari warga lokal sebelumnya.

4. Tenggak Teh Seketika Tanpa Sisa

Baby drinking from a sippy cup

Tibalah saat yang paling dinanti: menikmati teh. Saat giliran Anda tiba, abaikan berbagai gestur formal seperti membungkuk atau mengucapkan terima kasih jika memang sedang terburu-buru.

Anonymous man being served at a tea ceremony

Tamu lain mungkin melakukan ritual rumit seperti memutar mangkuk, menyeruput perlahan, lalu menyeka bibir cangkir sebelum meletakkannya kembali. Bagi Anda yang ingin praktis, langsung saja teguk teh tersebut sampai habis tanpa perlu trik berlebihan.

Girl making disgusted face

Karena rasa teh hijau matcha umumnya cukup pekat dan pahit demi mengimbangi rasa manis kue sebelumnya, jangan ragu menunjukkan ekspresi wajah jika rasanya kurang cocok di lidah Anda.

5. Terhuyung-huyung dan Nyaris Jatuh Saat Berdiri

Man tripping

Jika Anda memilih bertahan duduk bersila ala seiza selama berjam-jam demi menjaga wibawa, tantangan sebenarnya muncul ketika acara usai. Berdirilah secara mendadak tanpa menyadari bahwa kaki Anda sudah kaku dan kesemutan, lalu rasakan sensasi berjalan terhuyung-huyung sambil hampir menabrak orang lain.

Comic of a man getting up from the floor and falling down because his legs were asleep

Pengalaman kaki mati rasa akibat duduk terlalu lama adalah hal yang nyata. Untuk menghindari kekacauan di ruangan, pastikan aliran darah di kaki Anda sudah kembali normal sebelum memutuskan bangkit dari tatami.

Menikmati Tradisi Teh dengan Santai

Asian woman holding a tea cup

Menghadiri upacara formal tentu membuka peluang bagi pendatang untuk melakukan berbagai kesalahan kecil. Namun, dengan sedikit persiapan dan pengetahuan dasar, tradisi minum teh Jepang ini tetap bisa menjadi pengalaman budaya yang sangat berkesan dan menyenangkan.

Sebaiknya mintalah panduan dari rekan atau pemandu lokal agar Anda memahami tata krama dasarnya. Untungnya, penyelenggara biasanya memaklumi ketidaktahuan para tamu asing sehingga insiden kecil dapat dimaklumi dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *