Pocky termasuk salah satu camilan asal Jepang yang paling digemari. Kehadirannya selalu berhasil menghadirkan suasana hati yang menyenangkan, berkat teksturnya yang ringan dan renyah serta kemasannya yang praktis untuk dibawa ke mana saja. Mengingat begitu istimewanya camilan ini, wajar jika ada keinginan untuk mendedikasikan waktu khusus guna merayakan bentuk, ukuran, rasa, serta teksturnya.
Kabar baiknya, Anda benar-benar bisa melakukannya. Setiap tanggal 11 November, seluruh penjuru Jepang turut merayakan Hari Pocky. Jika Anda tertarik untuk ikut serta dalam kemeriahan tersebut, mari simak latar belakang terciptanya Hari Pocky beserta berbagai kiat seru untuk merayakannya seperti penggemar sejati.
Apa Itu Hari Pocky?

Pocky adalah camilan khas Jepang yang sangat mudah ditemukan di berbagai tempat. Camilan ini berupa biskuit berbentuk batangan yang dilapisi cokelat dan sangat populer di seluruh dunia, terutama di negara asalnya, Jepang. Setiap tanggal 11 November atau 11-11, masyarakat Jepang menjadi sangat antusias karena tanggal tersebut terdiri dari angka-angka satu yang bentuknya sangat mirip dengan sebatang Pocky.
Sekilas, ide ini tampak sangat sederhana karena angka satu sama dengan bentuk stik. Namun, gagasan ini sebenarnya tidak datang secara spontan dari pencipta Pocky itu sendiri. Fenomena makan kue secara nasional ini ternyata lahir dari sebuah inspirasi yang diambil dari tren lain.
Sejarah Hari Pocky

Pada tahun 1963, perusahaan makanan Ezaki Glico menciptakan Pretz, yaitu camilan berupa stik biskuit gurih. Tiga tahun berselang, tepatnya pada 1966, Glico memutuskan untuk melapisi Pretz dengan cokelat guna menghadirkan variasi camilan manis yang baru. Kendati demikian, melapisi seluruh permukaan stik dengan cokelat bukanlah keputusan yang ideal karena membuat tangan menjadi kotor saat dipegang.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Glico sempat berpikir melapisi salah satu ujungnya dengan lapisan aluminium foil yang bisa dilepas, namun cara ini dinilai terlalu mahal dan merepotkan konsumen. Pada akhirnya, perusahaan memutuskan untuk menyisakan sedikit bagian bawah tanpa cokelat agar bisa dijadikan pegangan. Produk baru ini awalnya dinamai chocotekku karena kata tekuteku merupakan onomatope dalam bahasa Jepang untuk suara langkah kaki. Sayangnya, nama tersebut sudah lebih dulu didaftarkan sebagai merek dagang oleh perusahaan lain.
Glico kemudian mencari inspirasi dari onomatope lain, yakni pokkin, yang menggambarkan suara benda panjang yang dipatahkan menjadi dua. Suara yang sangat identik dengan camilan baru keluaran Glico tersebut akhirnya melahirkan nama Pocky.

Seiring berjalannya waktu, kepuasan terhadap Pocky semakin meningkat hingga menarik perhatian perusahaan pesaing. Pada tahun 1983, perusahaan makanan asal Korea Selatan bernama Lotte merilis produk serupa bernama Pepero. Lebih dari sepuluh tahun kemudian, muncullah sebuah perayaan organik yang dikenal sebagai Pepero Day.
Setiap tanggal 11 November, masyarakat Korea Selatan saling bertukar Pepero dalam momen yang mirip seperti hari kasih sayang musim gugur. Acara ini bahkan menjadi perayaan yang sangat besar. Sejarah mencatat tradisi ini konon bermula dari dua siswi sekolah di Yeongnam yang mengonsumsi Lotte Pepero pada 11 November 1994 dengan harapan tubuh mereka bisa tumbuh tinggi dan langsing, berkeyakinan bahwa memakan makanan berbentuk stik pada tanggal dengan angka serupa akan membuat bentuk tubuh menyerupai stik.
Kisah tersebut menyebar luas, dan pada tahun 1997, Lotte resmi memanfaatkan tren ini untuk mempromosikan Pepero Day. Perayaan ini berkembang pesat hingga pada tahun 2012, Lotte mampu meraup setengah dari keuntungan tahunan mereka berkat penjualan pada hari tersebut.
Kembali ke Jepang, pihak Glico tentu merasa tersaingi. Pocky adalah produk aslinya, namun perayaan semasif itu belum terjadi di sana. Jika para pelajar tidak kunjung menciptakan demam Pocky tahunan, maka Glico bertekad untuk mewujudkannya sendiri.
Strateginya cukup sederhana: meluncurkan kampanye iklan besar-besaran setiap tanggal 11 November dan mendeklarasikannya sebagai Hari Pocky. Langkah ini mulai direalisasikan pada tahun 1999. Pemilihan tahun tersebut bukan tanpa alasan, sebab tahun 1999 merupakan tahun ke-11 era Heisei dalam kalender Jepang, sehingga tanggal tersebut menjadi 11-11-11. Sejak saat itu, Glico terus menggencarkan iklan setiap tanggal 11 November hingga masyarakat luas menganggapnya sebagai momen yang tepat untuk menikmati biskuit.
Bagaimana Glico Merayakan Hari Pocky Mereka Sendiri

Karena Pepero Day sudah lebih dulu populer selama 16 tahun, Glico mengerahkan berbagai upaya terbaik untuk membangun perayaan Pocky di Jepang. Setiap tahunnya, mereka merilis kampanye iklan, kompetisi, kolaborasi, hingga aksi terjun payung sebagai bagian dari strategi pemasaran berskala besar.
World Challenge
Pada tahun 2014, Glico menggelar ajang World Challenge untuk memecahkan rekor dunia Guinness sebagai kolase foto kue atau biskuit online terbesar di dunia. Mereka mengumpulkan 16.825 foto orang yang sedang menikmati Pocky dan Pretz, yang kemudian dirangkum dalam video perayaan kemenangan Glico.
Jumlah Sebutan Merek Terbanyak di Twitter

Glico juga memegang rekor dunia Guinness untuk kategori merek yang paling banyak disebutkan di Twitter dalam kurun waktu 24 jam. Pada Pocky Day 2012, kata Pocky disebut sebanyak 1.843.733 kali, dan rekor tersebut kembali terpecahkan pada tahun berikutnya dengan total 3.710.044 sebutan.
Kolaborasi Tsutenkaku

Glico tidak hanya berfokus pada promosi online, tetapi juga turun langsung ke jalanan kota Osaka di sekitar landmark populer menara Tsutenkaku dengan membagikan Pocky dan Pretz gratis serta menyediakan berbagai permainan menarik bagi pengunjung.
Pocky Rocket

Bagi Glico, membagikan camilan saja belumlah cukup. Mereka bahkan pernah meluncurkan roket berbentuk Pocky dan Pretz ke udara tepat pada tanggal 11 November 2013 pukul 11:11 siang yang disiarkan secara langsung kepada ribuan penonton.
Pocky Pole Project

Dalam proyek kreatif lainnya, para atlet terjun payung melompat dari helikopter pada ketinggian 1.111 meter dan menjatuhkan replika Pocky raksasa tepat sasaran di permukaan tanah pada pukul 11:11.
Acara Musik Live Sharehappi

Glico juga membentuk grup musik dan tari khusus bernama Sharehappi yang beranggotakan personel dari EXILE dan J-Soul Brothers untuk membintangi berbagai iklan serta memeriahkan acara siaran langsung.
Konser di BIGCAT

Untuk menjangkau penikmat musik penentang arus utama, Glico mengadakan konser spesial bertajuk Glico Live Next di gedung pertunjukan BIGCAT, Osaka, dengan menghadirkan sejumlah band indie populer.
Panti Foto Mosaik Pocky

Pada tahun 2016, Glico mengadakan kampanye pembuatan mosaik foto yang melibatkan belasan ribu partisipan dari berbagai stasiun kereta besar di Jepang untuk dirangkai menjadi satu karya seni foto digital yang utuh.
Berbagai Kampanye Online

Glico rutin memanfaatkan platform media sosial seperti Twitter dan Instagram setiap menjelang Hari Pocky dengan mengadakan kontes foto berhadiah ribuan kotak Pocky serta berbagai siaran langsung hiburan digital.
Hal yang Bisa Anda Lakukan untuk Merayakan Hari Pocky

Meskipun perusahaan penciptanya gencar melakukan promosi pemasaran, Anda tentu memiliki kebebasan penuh untuk menentukan cara terbaik versi sendiri dalam merayakan hari istimewa ini.
1. Makan Pocky

Hal utama yang sering kali terlupakan akibat terlalu sibuk mendekorasi adalah menikmati camilan itu sendiri. Beli dan cicipi berbagai varian rasa Pocky sebanyak mungkin, lalu bagikan kepada kerabat dekat.
2. Menonton Iklan Pocky Klasik

Sembari menikmati camilan, Anda bisa memutar kembali berbagai tayangan iklan komersial Pocky dari masa lampau yang terkenal sangat kreatif dan menghibur.
3. Memainkan Permainan Pocky

Permainan klasik ini dilakukan dengan menggigit kedua ujung stik Pocky bersama teman dan memakannya hingga ke bagian tengah. Siapa pun yang mencapai bagian tengah lebih dulu akan keluar sebagai pemenang.
4. Membangun Menara Pocky
Banyak orang Jepang gemar menyusun stik Pocky membentuk struktur menara tinggi menyerupai permainan balok susun, meskipun hal ini terkadang membuat sebagian orang merasa sayang karena batangan di bagian bawah sulit untuk dimakan kembali.
5. Mendekorasi Pocky
Jika bosan dengan bentuk aslinya, Anda bisa mencoba membuat kreasi DecoPocky dengan menambahkan berbagai hiasan makanan yang unik dan menarik seperti yang dibagikan oleh para kreator di media sosial.
6. Membuat Karya Seni Bertema Pocky

Cara paling autentik untuk merayakan Hari Pocky adalah dengan menuangkan kreativitas melalui pembuatan karya seni, ilustrasi penggemar, foto tematik, hingga video kreatif.
Bagaimana Anda Akan Merayakan Hari Pocky?

Waktu terus berjalan dan perayaan Hari Pocky sudah tiba. Pastikan Anda menikmati hari tersebut sepenuhnya tanpa melewatkan kesempatan untuk menyantap camilan favorit ini.








