Bayangkan situasi ini: Anda pulang bekerja larut malam dan merasa sangat kelelahan hingga berpikir bahwa Anda bisa menjadi korban karoshi berikutnya. Hotel kapsul terdekat hanya berjarak setengah jalan dengan berjalan kaki, namun tubuh Anda sudah terlalu lelah. Anda pun memutuskan mengambil jalan pintas melewati taman yang gelap tanpa penerangan. Meskipun Anda sangat hafal dengan area tersebut, kegelapan membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas.

Tanpa mempedulikan aturan untuk tidak menginjak rumput, Anda terus berjalan hingga tiba-tiba tubuh Anda menabrak sebuah dinding. Sontak Anda merasa bingung dan mengira telah ada bangunan toilet baru yang didirikan di sana. Anda mencoba berjalan memutar ke kiri maupun ke kanan, tetapi dinding tersebut terasa tidak berujung. Setelah berjalan menyusuri dinding itu selama sekitar lima menit dalam balutan keringat dingin, pikiran Anda mulai kacau.
Anda lantas bersandar pada dinding tersebut sambil menyalakan sebatang rokok untuk menenangkan diri. Anda meyakinkan diri sendiri bahwa kelelahan telah membuat berhalusinasi, atau mungkin pemerintah kota yang sedang terlilit utang telah menjual sebagian taman kepada orang kaya. Tepat saat kepanikan mulai mereda, dinding di belakang Anda tiba-tiba lenyap, membuat Anda terjatuh ke belakang dan menatap langit malam yang penuh bintang.
Dalam kondisi yang diliputi rasa terkejut, Anda segera berlari melintasi taman tersebut dan baru memperlambat langkah ketika cahaya lampu dari hotel kapsul terlihat di hadapan Anda.
Fenomena ganjil tersebut merupakan ulah dari nurikabe, sesosok makhluk mitologi berupa dinding plester kasat mata dari folklor Jepang.
Mengenal Nurikabe Lebih Dekat
Nurikabe adalah salah satu jenis youkai, yaitu makhluk supernatural dalam cerita rakyat Jepang. Konon, makhluk ini berasal dari wilayah pesisir Fukuoka dan terkenal usil karena kerap menghalangi perjalanan orang-orang yang bepergian pada malam hari.
Terdapat perdebatan mengenai apakah nurikabe benar-benar entitas independen atau bukan. Sebagai contoh, catatan sejarah dari Prefektur Oita di Fukuoka justru mengaitkan kemunculan dinding misterius penghalang jalan tersebut dengan ulah tanuki, atau lebih spesifik lagi, bagian tubuh tanuki yang dapat merentang sangat panjang. Legenda di Oita juga menceritakan bagaimana seekor tanuki berdiri di atas ikatan obi pelancong sambil menutupi mata mereka.
Meskipun demikian, terdapat beberapa varian makhluk serupa yang memiliki karakteristik utama menghalangi jalan. Umumnya, nurikabe akan menghilang jika bagian bawahnya dipukul. Di sisi lain, terdapat varian bernama nobusuma yang menyerupai pintu geser Jepang dan akan lenyap jika seseorang duduk sejenak sambil merokok. Ada pula nuribou, varian yang kerap ditemukan di jalanan pegunungan dan digambarkan tumbuh dari sisi gunung pada malam hari.

Sejumlah orang mengklaim pernah melihat langsung keberadaan nurikabe, mulai dari masyarakat biasa hingga pesohor. Shigeru Mizuki, seorang seniman manga terkemuka di Jepang, pernah mengalami kejadian serupa ketika bertugas sebagai tentara di Papua Nugini selama Perang Dunia II. Setelah terpisah dari pasukannya akibat serangan musuh di tengah hutan, ia tiba-tiba mendapati dinding yang menyerupai batubara mengeras menghalangi jalannya. Segala upaya untuk menghindari dinding tersebut sia-sia karena struktur itu dengan cepat melingkarinya. Ketika ia berhenti untuk beristirahat karena kelelahan, dinding tersebut mendadak hilang begitu saja.
Kasus serupa terjadi pada tahun 2005 ketika seorang medium bernama Yuuko Sou mengunjungi hutan Aokigahara untuk keperluan syuting program televisi Youkai Kids. Saat hendak memasuki area hutan, ia bersama kru televisi melihat bayangan mirip dinding yang menjulang dari permukaan tanah, seolah-olah roh orang mati memperingatkan mereka untuk tidak melangkah lebih jauh.

Asal-Usul Legenda Nurikabe
Terlepas dari kebenaran kisah-kisah penampakan tersebut, bagaimana sebenarnya legenda nurikabe bermula?
Lukisan karya Tourin Kanou pada tahun 1802 menjadi gambaran visual pertama dari nurikabe, sementara referensi tertulisnya baru muncul pada tahun 1938 melalui buletin yang diterbitkan oleh Folklore Society of Japan. Kendati demikian, kedua sumber tersebut tidak banyak mengupas akar sejarah dari makhluk ini.

Beberapa kalangan berpendapat bahwa cerita nurikabe diciptakan sekadar untuk menjelaskan keterlambatan para pelancong. Teori lain menyebutkan bahwa penampakan tersebut hanyalah pantulan cahaya pada genangan air yang diperparah oleh kerlip lentera kagari-bi pada zaman Edo. Namun, teori yang dinilai paling masuk akal dikemukakan oleh Bintarou Yamaguchi, seorang novelis sekaligus peneliti youkai.
Yamaguchi berteori bahwa legenda nurikabe lahir pada zaman Edo, ketika para perajin di kota Usuki, Prefektur Oita, mulai terkenal dengan keahlian mereka membuat dinding plester tahan air. Pada masa itu, konsumsi beras putih polis mulai menggantikan beras merah. Perubahan pola makan ini menyebabkan masyarakat dari kalangan kurang mampu, yang hanya mengandalkan nasi sebagai makanan sehari-hari, mengalami kekurangan vitamin A dan B1 yang memicu rabun senja serta penyakit beri-beri.
Penyakit beri-beri menyebabkan kelelahan ekstrem sehingga setiap langkah terasa sangat berat, sementara rabun senja membuat penderitanya kesulitan melihat dalam kondisi minim cahaya. Kombinasi dari kedua kondisi medis ini serta imajinasi masyarakat diduga kuat menjadi cikal bakal fenomena nurikabe, di mana para pelancong malam hari seolah-olah menabrak dinding tak kasat mata akibat keterbatasan penglihatan mereka.
Nurikabe di Era Modern
Manga klasik berjudul GeGeGe no Kitarou atau Hakaba Kitarou karya Shigeru Mizuki turut mempopulerkan sosok nurikabe. Sebagai bentuk penghormatan, kampung halaman Mizuki di Sakaiminato mendirikan sebuah museum khusus serta memajang patung perunggu para karakter karyanya, termasuk patung nurikabe, di sepanjang Jalan Mizuki.
Manga tersebut telah diadaptasi ke berbagai versi anime dan film laga hidup di mana nurikabe ditampilkan sebagai salah satu sekutu setia Kitarou.
Berkat popularitas karya tersebut, nurikabe bertransformasi dari makhluk yang nyaris tidak dikenal menjadi salah satu ikon youkai paling terkenal. Mizuki juga menjadi sosok tunggal yang membentuk persepsi visual masyarakat Jepang modern terhadap nurikabe, yakni sebagai makhluk bertubuh mirip dinding dengan mata sayu serta tangan dan kaki yang pendek.

Nama nurikabe juga diabadikan sebagai nama permainan teka-teki logika biner yang diciptakan oleh Lenin, di mana pemain harus menentukan letak dinding-dinding tersembunyi berdasarkan petunjuk angka.

Cobalah memainkan teka-teki tersebut agar Anda tidak merasa kebingungan jika suatu saat tersesat di jalanan Jepang!






