Home / Travel / Kimokawaii: Antara Lucu dan Menjijikkan, Siap-Siap Merinding Melihat Hal-Hal Imut Ini

Kimokawaii: Antara Lucu dan Menjijikkan, Siap-Siap Merinding Melihat Hal-Hal Imut Ini

header 640x 44

Jepang sudah lama dikenal sebagai “Negara Penuh Hal Imut”. Dari Hello Kitty, Pikachu, Rilakkuma, hingga Doraemon, berbagai karakter menggemaskan menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang gemar mengoleksi cendera mata bernuansa lucu. Di tengah budaya yang menjunjung tinggi keselarasan sosial, memilih karakter favorit adalah salah satu cara untuk menunjukkan kepribadian dan identitas diri.

Namun, di balik dominasi karakter mainstream tersebut, ada tren lain yang tidak kalah populer namun jauh lebih unik dan tidak biasa. Pernahkah Anda mendengar tentang Kobitodukan, Lerch-san, atau Gloomy Bear?

Kimochi Warui + Kawaii = KimoKawaii

A chart of characters called Kobitodukan

Di antara deretan maskot berbulu halus dan Pokemon, terdapat karakter-karakter aneh yang menyerupai buah persik, jamur, atau tumbuhan lain, tetapi memiliki wajah mirip pria paruh baya yang tampak terkejut. Karakter-karakter ini dikenal sebagai Kobitodukan yang sangat digemari oleh para siswi SMA di Jepang.

Sekilas, bentuknya jauh dari kata imut. Namun, daya tariknya justru terletak pada kesan menjijikkan tersebut. Konsep ini dikenal sebagai kimo-kawaii, yang merupakan gabungan dari kata menjijikkan dan imut.

A Kobitodukan character with a mushroom for a head

Meskipun awalnya membingungkan, lambat laun pesona Kobitodukan berhasil memikat banyak orang, termasuk berbagai cendera mata seperti kotak pensil, gantungan kunci, hingga kartu permainan. Makhluk-makhluk kurcaci ini diciptakan oleh Toshitaka Nabata dalam buku ilustrasi anak berjudul Kobitodukan.

A closeup of a Kobitodukan character

Kobitodukan bukanlah satu-satunya representasi gaya kimo-kawaii. Masih banyak karakter serupa yang menghiasi berbagai produk di Jepang.

Nameko – Si Jamur yang Populer

A mushroom character named Nameko in a field with mountains

Nameko, atau yang dikenal sebagai Funghi dalam pasar berbahasa Inggris, adalah karakter jamur bicara yang bermula dari permainan video dan kini merambah ke berbagai aplikasi serta aksesori. Kulitnya dideskripsikan terasa licin dan lembut, serta berkomunikasi hanya dengan mengucapkan “nnf nnf”. Karakter ini sangat mudah ditemui di berbagai pusat permainan mesin derek di seluruh Jepang.

Maskot Kota Bergaya Kimo-Kawaii

Mascot called Sentokun created by Nara City

Berbagai wilayah di Jepang memiliki maskot resmi atau yuru kyara dengan beragam wujud, termasuk yang tergolong kimo-kawaii:

Manbe-kun

Embed for https://www.youtube.com/watch?v=eKKRoPn19SU no longer exists

Manbe-kun adalah maskot Kota Oshamanbe di Hokkaido, yang tampil dengan gabungan bentuk makhluk laut yang tampak unik dan misterius.

Funasshi

Funasshi merepresentasikan Kota Funabashi dan menyerupai buah pir. Aksinya yang sangat aktif dan gemar melompat-lompat menjadikannya salah satu maskot yang paling berkesan.

Sento-kun

Illustration of the Nara City mascot Sentokun

Sebagai maskot Kota Nara, Sento-kun menggabungkan rupa seorang biksu Buddha dengan tanduk rusa. Meski sempat menuai pro dan kontra, ia tetap memiliki basis penggemar yang sangat setia.

Lerch-san

Rachel with Niigata Prefecture mascot Lerch-san

Lerch-san mewakili kawasan bersalju di Prefektur Niigata dan diadaptasi dari tokoh nyata Theodor Edler von Lerch yang berjasa memperkenalkan olahraga ski ke Jepang.

Darah dan Bagian Tubuh: Grotesque Kawaii

A disturbing half-baby half-cutaway doll

Selain kimo-kawaii, terdapat pula aliran yang sedikit lebih ekstrem yaitu guro-kawaii atau groto-imut. Contoh paling nyata adalah Gloomy Bear, karakter beruang merah berbulu lembut yang digambarkan sering menyerang pemiliknya, namun tetap dikemas dalam visual yang menggemaskan. Tren ini juga merambah ke dunia fesyen, seperti penggunaan aksesoris bertema bola mata, tulang, hingga cipratan darah pada tas dan jaket.

Gloomy Bear, a guro-kawaii character holding their dead owner
A girl carrying two bags shaped as eyeballs

Fenomena ini tidak hanya terbatas di Jepang, tetapi juga mulai diadopsi di berbagai negara melalui tayangan animasi seperti Happy Tree Friends, yang menampilkan hewan-hewan lucu dalam situasi penuh kekerasan.

The cast of the American animated series Happy Tree Friends

Guro dan Kimo-Kawaii dalam Wujud Nyata

Kyary Pamyu Pamyu in her guro-kawaii look

Dunia hiburan Jepang juga memiliki ikon fesyen ternama yang mengusung konsep ini, yaitu Kyary Pamyu Pamyu. Melalui karya musik dan gaya berbusananya, ia memadukan unsur-unsur menyeramkan seperti bola mata dan otak untuk menyeimbangkan kesan imut yang terlalu biasa.

Dalam wawancaranya, ia menyatakan bahwa konsep karyanya adalah menghadirkan hal-hal menakutkan yang meninggalkan kesan mendalam melalui perpaduan dengan keimutan.

Mengapa Tren Ini Begitu Diminati?

Diorama of three Kobitodukan characters

Popularitas karakter seperti Kobitodukan, aksesoris bola mata, dan gaya busana Kyary Pamyu Pamyu menunjukkan bahwa masyarakat mulai mencari alternatif di luar standar estetika tradisional yang serba lembut. Unsur kejutan dan keunikan memberikan daya tarik tersendiri yang membuat konsumen penasaran. Ketika sebuah tren mendapatkan penamaan resmi seperti kimo-kawaii atau guro-kawaii, konsep tersebut pun semakin diterima dan mengakar di tengah masyarakat.

A coloring sheet of kimo-kawaii versions of Tofugu characters

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *