Pernahkah Anda merasa memiliki sebuah gagasan yang sangat unik dan mengira tidak ada orang lain yang memikirkannya? Namun, berkat internet, Anda kemudian menyadari bahwa ada banyak orang di berbagai belahan dunia yang melakukan hal serupa.

Hal itulah yang dialami oleh seseorang ketika mulai mendokumentasikan mainan boneka Kogepan miliknya saat berlibur. Boneka tersebut diajak bepergian ke California, New York City, serta berbagai museum dan monumen di Washington DC. Awalnya, ia mengira ide tersebut sangat orisinal dan sedikit nyentrik. Namun, saat mengunggah foto-fotonya ke internet, ia justru menemukan ada banyak komunitas daring yang mendedikasikan diri untuk boneka-boneka perjalanan.
Menyadari hal tersebut, ternyata ada peluang pasar besar yang belum tergarap dengan baik. Beruntung, Sonoe Azuma melihat peluang ini sejak beberapa tahun lalu dengan mendirikan sebuah biro perjalanan khusus untuk boneka di Jepang.
Usaha ini dinamai Unagi Travel. Berawal dari hobi Sonoe Azuma yang sering memotret boneka belut miliknya bernama Unasha dan membagikannya di blog, kini Unasha bertugas sebagai pemandu wisata boneka. Bersama-sama, mereka telah membawa sekitar 450 boneka dari seluruh dunia untuk berkeliling Tokyo serta wilayah lainnya. Para pelanggan sangat puas hingga separuh dari mereka kembali menggunakan jasa ini, bahkan ada seekor boneka kuda nil bernama Kaba-san dari Osaka yang telah mengikuti enam kali perjalanan.

Para pemilik boneka dapat memilih berbagai paket wisata yang tersedia, mulai dari tur keliling Tokyo yang mencakup Asakusa, Kuil Meiji Jingu, dan Tokyo Tower, perjalanan satu hari ke pemandian air panas onsen, akhir pekan di Kyoto, hingga tur khusus ke wilayah Tohoku. Selama perjalanan berlangsung, pemilik dapat memantau aktivitas boneka mereka melalui media sosial, di mana boneka-boneka tersebut diajak menikmati pemandangan dan mempelajari budaya Jepang seperti seni kaligrafi shodo:

Serta mencicipi hidangan khas Jepang yang lezat:


Bagi boneka yang berjiwa petualang, tersedia pula Tur Misteri. Perjalanan ini bisa mengunjungi berbagai kawasan lain di Tokyo seperti Shibuya, Ginza, Roppongi, atau wilayah prefektur terdekat seperti Kawagoe dan Odawara. Tur ini juga kerap mengangkat tema budaya tertentu, sehingga boneka kesayangan Anda mungkin akan pulang dengan pengetahuan baru mengenai arsitektur era Meiji atau patung-patung perunggu.

Setiap kelompok tur dibatasi maksimal sepuluh boneka agar setiap peserta mendapatkan perhatian yang cukup. Pihak penyelenggara memastikan bahwa boneka tidak akan diletakkan langsung di atas tanah serta menanyakan apakah boneka tersebut memiliki alergi makanan, mudah mabuk perjalanan, atau memiliki permintaan khusus selama tur.

Formulir pendaftaran juga mencakup informasi mengenai berapa lama pemilik telah merawat boneka tersebut beserta latar belakang karakternya. Informasi ini kerap dibagikan di halaman Facebook Unagi bersama dengan foto-foto perjalanan, menjadikannya menarik untuk diikuti meskipun seseorang tidak sedang mengirim boneka mereka. Cerita kreatif dari para pemilik sering kali menyimpan kisah humanis yang menarik di baliknya.
Sebagai contoh, ada boneka asal Prancis yang dikabarkan telah menemani pemiliknya yang berusia 30 tahun sejak hari pertama lahir, serta gemar menyantap cokelat dan merajut. Sepasang boneka buatan tangan dari Prefektur Nara bernama Custard-san dan Hana-san dikisahkan sedang menikmati perjalanan ibu dan anak, di mana sang ibu sangat menyukai musik enka. Ada pula boneka bernama Little Brother Bear yang kembali mengunjungi Tokyo setelah tinggal di sana enam puluh tahun lalu.

Berbagai jenis makhluk dari kain diizinkan mengikuti tur asalkan beratnya di bawah 250 gram, dan pemilik harus mengirimkan boneka tersebut langsung ke Tokyo. Tarif untuk tur Tokyo dipatok seharga $45, sementara tur khusus memiliki biaya yang lebih tinggi, seperti $95 untuk dua hari di Kyoto.

Sonoe Azuma sempat membagikan beberapa wawasan menarik mengenai layanan unik yang dikelolanya:
-
Tofugu: Jenis boneka apa yang biasanya dikirimkan oleh orang asing? Apakah berbeda dengan preferensi orang Jepang?
-
Unagi: Pelanggan asing cenderung mengirimkan mainan hewan yang realistis, sedangkan orang Jepang lebih menyukai mainan yang berdesain lucu. Namun, terlepas dari asal negaranya, boneka beruang mendominasi persentase yang cukup besar.
-
Tofugu: Apa bentuk boneka paling tidak biasa yang pernah Anda ajak berwisata?
-
Unagi: Seekor mainan lobster berduri asal Jepang.
-
Tofugu: Bagaimana tanggapan penginapan saat menerima tamu berupa boneka dalam perjalanan menginap?
-
Unagi: Setelah mereka memahami konsepnya, kami selalu disambut dengan sangat baik.
-
Tofugu: Pekerjaan ini terdengar sangat menyenangkan. Apa hal yang paling Anda sukai dari profesi ini?
-
Unagi: Saya merasa bahagia karena bisa memberikan kebahagiaan dan energi positif kepada pelanggan. Misalnya, ada seorang suami yang mendaftarkan istrinya yang sibuk mengurus anak agar bisa beristirahat sejenak. Umpan balik positif seperti itu memberikan kepuasan tersendiri bagi saya. Pekerjaan ini menuntut imajinasi, kreativitas, dan keterampilan interpersonal yang membuatnya sangat menyenangkan.

Bagi sebagian orang, konsep membayar untuk mengirim boneka berlibur mungkin terdengar tidak biasa. Namun, di balik keunikannya, terdapat kisah-kisah yang mengharukan. Seorang pelanggan pengguna kursi roda memanfaatkan layanan ini agar bonekanya dapat menjelajahi gang-gang sempit yang sulit diakses olehnya. Ada pula kisah Connor the Chemo Duck dari Tennessee, boneka terapi untuk anak-anak penderita kanker, yang didokumentasikan saat berkunjung ke kuil Senso-ji untuk merasakan asap penyembuhan.


Layanan semacam ini ternyata tidak hanya eksklusif di Jepang. Sebelumnya pernah ada bisnis serupa di Praha, serta satu di Berlin yang masih bertahan meski dengan frekuensi tur yang lebih jarang. Dengan potensi global yang ada, gagasan wisata boneka ini membuktikan bahwa daya tariknya mampu memikat hati masyarakat dari berbagai penjuru dunia.








