Home / Travel / 3 Meme Jepang Terpopuler 2013 yang Paling Dicari Netizen

3 Meme Jepang Terpopuler 2013 yang Paling Dicari Netizen

header 640x 21

Memutar waktu kembali ke tahun 2013, tren foto bergaya Makankosappo, Hadoukening, hingga Kamehameha sempat menjadi fenomena global di internet berbahasa Inggris. Berkat gambar-gambar orang yang seolah-olah menggunakan energi tak kasat mata untuk menerbangkan rekan mereka, aksi viral ini bahkan dijuluki sebagai planking versi 2013.

Japanese schoolgirls jumping

Selain mengandalkan visual ketimbang teks, popularitas global dari franchise seperti Dragonball dan Street Fighter membuat tren ini mampu menembus batasan budaya serta bahasa, sehingga mudah diterima oleh para pengguna internet di berbagai belahan dunia. Sering kali, humor khas Jepang dianggap terlalu sulit dipahami oleh mereka yang belum mahir berbahasa Jepang. Kondisi ini kerap mematahkan semangat para pembelajar bahasa pada tahap awal.

Namun, Anda tidak perlu berkecil hati! Belum mencapai level JLPT N1 bukan berarti Anda akan selalu membosankan saat berkomunikasi dalam bahasa Jepang. Sebagaimana diulas dalam sebuah artikel di The Japan Times, ada banyak bentuk humor Jepang yang hanya memerlukan pemahaman bahasa tingkat dasar untuk bisa dinikmati, dimengerti, dan dipakai untuk mencairkan suasana. Tiga ungkapan yang masuk dalam jajaran nominasi Japanese Buzzword of the Year Award berhasil mencuri perhatian warganet dan bertransformasi menjadi meme populer. Ketiganya membuktikan bahwa selera humor di Jepang ternyata tidak jauh berbeda dengan hal-hal yang sering memicu gelak tawa penutur bahasa Inggris.

Meme #1: Itsu Yaru Ka? Ima Desho!

Japanese meme teacher making face

Ungkapan ikonik dari Osamu Hayashi yang berbunyi “Itsu yaru ka?…… Ima deshou!” (Kapan lagi mau melakukannya kalau bukan sekarang!) pertama kali muncul pada tahun 2012 melalui iklan televisi untuk Toshin High School. Sebagai jaringan lembaga bimbingan belajar populer yang mempersiapkan siswa menghadapi ujian masuk universitas yang terkenal ketat, Toshin menarik minat calon siswa dengan menampilkan para pengajar unggulan yang memotivasi murid melalui keunikan karakter serta kata-kata inspiratif mereka. Sambil menunjukkan ekspresi bangga dan percaya diri yang disebut doya-gao, Osamu menatap para siswanya dan melontarkan pertanyaan “Itsu yaru ka?”, lalu memberikan jeda sejenak sebelum menjawabnya sendiri dengan mantap, “ima desho!”. Kata “ima” berarti sekarang atau saat ini, sementara “desho” menunjukkan keyakinan kuat pembicara bahwa pendapatnya benar.

Meski sempat menarik perhatian, video tersebut baru benar-benar meledak ketika Toyota menggaet Osamu untuk membintangi iklan parodi pada tahun 2013. Dalam versi ini, kata “yaru” diubah menjadi “kau” (membeli), sehingga kalimatnya berubah menjadi ajakan untuk segera membeli kendaraan.

Usage and Examples

Hanya dalam hitungan minggu setelah iklan itu mengudara, berbagai platform seperti Twitter, Facebook, dan Mixi langsung dibanjiri oleh video remix, gambar GIF, serta meme bertema serupa.

Embed for https://youtu.be/52qwAz1x3F0 no longer exists

Cara lain yang sering digunakan warganet untuk bernarsis ria adalah memodifikasi pertanyaan “itsu yaru ka?” atau mengganti respons “ima” dengan kata lain. Pada contoh gambar di bawah ini, kata yaru diganti dengan kanji 杀る yang dibaca sama tetapi memiliki arti menghabisi atau melenyapkan.

Japanese teacher meme
“Itsu yaru ka… ima desho!” When are you actually going to knock them off?…NOW!

Karena kosakata bahasa Jepang memiliki pelafalan yang terbatas, banyak kata yang berhomonim, yakni diucapkan sama namun ditulis dengan kanji dan arti yang berbeda. Dalam iklan aslinya, kata “ima” yang berarti sekarang ditulis dengan kanji 今, namun ada pula kata “ima” yang ditulis sebagai 居間 yang berarti ruang keluarga.

visual description of the image
“Doko de yaru ka? Ima desho!” – Where are you going to do it… In the living room, right?

Jadi, kapan Anda berencana mulai menggunakan meme ini? Mungkin dalam waktu dekat?

Meme #2: Je! (Je!) (Je!)

young Japanese man hands on head and surprised

Dalam percakapan standar bahasa Jepang, rasa terkejut biasanya diwakili oleh kata “eh?” atau “bikkuri”. Kendati demikian, dalam dialek lokal yang digunakan di Kosode, Prefektur Iwate, bagian timur laut Jepang, ekspresi keterkejutan disuarakan lewat kata “je!”. Semakin besar rasa kaget seseorang, semakin sering pula bunyi tersebut diulang, di mana tiga kali pengulangan umumnya menjadi batas maksimal.

Embed for https://www.youtube.com/watch?v=JT4Hfa7Gth8 no longer exists

Sebuah situs web di Jepang memberikan panduan praktis mengenai tingkat penggunaan ekspresi ini:

Level 1 ‘Je!’

  • Udon yori soba no hou ga karori ga takai da te
  • Konon, mi soba memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi daripada udon.

Level 2 ‘Je! Je!’

  • THE BOOM ni wa okinawa no hito wa hitori mo i inai rashiiii yo
  • Ternyata tidak satu pun anggota band The Boom yang mengusung musik bernuansa Okinawa berasal dari sana!

Level 3 ‘Je! Je! Je’

  • Ano hito, ojisan ni mieru kedo, jitsu ha obasan nan da yo ne
  • Orang itu sepintas terlihat seperti laki-laki paruh baya, padahal sebenarnya seorang wanita paruh baya.

Lantas, bagaimana ekspresi “je!” ini bisa mendadak sangat populer? Kesuksesan tersebut tidak lepas dari serial drama televisi berjudul Ama Chan yang tayang di NHK dari bulan Maret hingga Desember. Ceritanya berpusat pada seorang gadis bernama Aki Amano yang mengunjungi kampung halaman ibunya di Kosode saat sang nenek jatuh sakit. Tanpa membocorkan banyak jalan cerita, perjuangan Aki untuk menjadi penyelam bulu babi sekaligus menggapai impian sebagai idola papan atas menjadi daya tarik tersendiri. Sebagian besar tokoh utama dalam serial ini menggunakan dialek Kosode, sehingga popularitas drama tersebut turut melambungkan frasa “Je” ke puncak tren.

Usage and Examples

Serupa dengan fenomena “Ima Desho!”, berbagai video YouTube yang menampilkan ungkapan ini langsung diserbu penonton. Seorang kreator bahkan menciptakan lagu khusus dengan lirik yang dipenuhi kata “Je”.

  • Sukoshi odoroku je!
  • Saat merasa sedikit terkejut ‘Je!’
  • Futsuu ni odoroku je!
  • Saat merasa terkejut biasa ‘Je! Je!’
  • Sungoku odoroku je! je! je! je! je!
  • Saat merasa sangat terkejut ‘Je! Je! Je! Je!’
  • Nipponcyuu je! je! je!
  • Kejutan di seluruh Jepang ‘Je! Je! Je!’

Sejak penayangan episode perdana—ketika ibu Aki menerima pesan teks ponsel di mana kata “je!” disimbolkan dengan emoji (‘j’)—penggunaannya langsung menjadi viral di berbagai media sosial seperti Twitter.

‘Je!’ = (’j’)/

‘Je! Je!’ = (’jj’)/

‘Je! Je! Je!’ = (’jjj’)/

picture of text message screen
  • Okaasan taoreta! (‘j’)/
  • Ibu pingsan! :O

Atau Anda juga bisa membuat meme sendiri dengan menempelkan frasa tersebut pada foto kucing yang tampak keget, mengingat internet selalu menyukai konten hewan peliharaan yang menggemaskan.

je meme surprised cat
  • Je je je je je!!!!!! Nanda are?
  • Wahhhhhhh! Benda apa itu?

Meme #3: Bai Gaeshi

Japanese meme Hanzawa Naoki catchphrase

Meme ketiga kita juga bersumber dari serial drama televisi yang tayang pada tahun 2013. Hanzawa Naoki berkisah tentang seorang bankir tangguh bernama Hanzawa Naoki yang bekerja di salah satu lembaga keuangan terbesar di Jepang, Tokyo Chuo Bank. Alur cerita mengikuti berbagai tantangan serta skandal yang harus dihadapinya saat meniti karier di dunia korporasi. Kalimat andalannya, “yararetara yarikaesu, baigaeshi da!”, berarti “Jika musuh menyakitimu, balaslah dua kali lipat!”. Seiring berjalannya cerita dan semakin liciknya para pesaing, kalimat tersebut berkembang menjadi “jyuubai gaeshi da!” (balas sepuluh kali lipat) hingga “hyaku bai gaeshi da!” (balas seratus kali lipat).

Sama halnya dengan “ima desho!” dan “je! (je!) (je!)”, dialog singkat ini sukses memikat para pengguna internet dan bermunculan di berbagai ruang digital seiring naiknya rating penayangan drama tersebut.

Tentu saja, beragam versi remix turut meramaikan tren ini:

Hal yang menarik dari ungkapan “bai gaeshi da” adalah frasa ini dapat memiliki banyak interpretasi apabila dilepaskan dari konteks aslinya. Tergantung pada situasi penggunaannya, kalimat ini bisa diterjemahkan sebagai balasan setimpal atau memberikan perlakuan ganda. Alhasil, banyak perbincangan kreatif muncul di dunia maya mengenai hal-hal lain yang layak dibalas atau dikembalikan dalam jumlah lipat ganda.

Japanese payback meme for rice
Japanese payback meme for souveneirs

Humor pada hakikatnya adalah salah satu sarana komunikasi terbaik yang ada. Berbagi canda tawa dengan orang lain dapat meruntuhkan batasan dan membangun kedekatan emosional. Selain itu, proses belajar bahasa akan terasa jauh lebih efisien, bermanfaat, dan menyenangkan ketika Anda menikmati setiap materinya. Mengenal sisi humor masyarakat Jepang tentu menjadi langkah yang sangat baik. Keunggulan dari meme-meme di atas adalah penggunaannya tidak hanya terbatas di dunia maya, melainkan turut merambah ke layar televisi serta percakapan sehari-hari, sehingga Anda bisa menerapkannya dalam bahasa Jepang lisan maupun tulisan.

Oh ya, selagi Anda berada di sini, perlu diketahui bahwa tren semacam ini bahkan memiliki ajang penghargaannya sendiri. Selamat menikmati!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *