Home / Travel / Panduan Hitchhiking di Jepang: Menjelajah Tempat Terpencil dan Mengandalkan Kebaikan Orang Asing

Panduan Hitchhiking di Jepang: Menjelajah Tempat Terpencil dan Mengandalkan Kebaikan Orang Asing

hitchhiking in japan cartoon

Bagi sebagian besar pelancong, menjelajahi Jepang biasanya dilakukan menggunakan kereta cepat yang nyaman atau bus malam yang efisien. Namun, ada cara yang jauh lebih tidak biasa untuk melintasi negara ini, yaitu dengan cara menumpang kendaraan orang asing atau hitchhiking. Aktivitas ini sering kali diidentikkan dengan cerita seram di film horor atau perjuangan berdiri berjam-jam di tengah cuaca buruk.

David Martindale, seorang pengelola blog Hitchhiking Without A Hash yang mendokumentasikan 59 pengalamannya menumpang kendaraan di Hokkaido, memiliki pandangan yang sama sekali berbeda. Ia hadir untuk membagikan kisah bagaimana cara menikmati perjalanan yang menyenangkan, memperkaya wawasan budaya, serta melatih kemampuan bahasa Jepang di jalur-jalur pedesaan.

Dalam sebuah sesi tanya jawab, David mengupas berbagai hal seputar pengalamannya untuk memberikan rasa percaya diri bagi siapa saja yang ingin keluar dari zona nyaman kereta api dan mulai berdiri di pinggir jalan dengan jempol terangkat.

1. Mengapa harus menumpang kendaraan jika kereta begitu nyaman dan tepat waktu?

Menumpang kendaraan di Jepang bukan sekadar sarana berpindah tempat, melainkan sebuah percakapan dan cerita. Setiap perjalanan selalu menawarkan keunikan tersendiri. Di Jepang, Anda mungkin akan sering mendapati diri berada dalam situasi yang tak terduga, lucu, atau sangat menarik. Selama perjalanannya, David sempat diundang ke pesta hoki, mendaki gunung, menghadiri festival, mengajar di sekolah selama sehari, bekerja paruh waktu di sebuah ryokan, hingga berkenalan dengan banyak orang luar biasa.

Aktivitas ini memberikan pengalaman yang jauh berbeda dari rute turis konvensional, ditambah biaya yang tentu saja jauh lebih hemat.

2. Masyarakat Jepang dikenal memiliki batas privasi yang kuat dengan orang luar. Bagaimana Anda bisa membuat mereka mau memperhatikan dan menumpangkan Anda?

Stereotip tersebut tidak selalu berlaku bagi para pelancong yang menumpang kendaraan. Memang benar bahwa orang Jepang cenderung tertutup kepada orang asing, tetapi para pengemudi yang berhenti justru biasanya sangat terbuka dan ramah. Hal ini terjadi karena proses penyaringan alami; dari sekian banyak pengemudi, hanya sedikit yang berani atau mau menawarkan tumpangan, dan merekalah yang akhirnya berhenti. Selain itu, budaya keramahtamahan di Jepang sangat kuat, sehingga begitu Anda berada di dalam kendaraan, Anda akan diperlakukan secara istimewa.

3. Apakah cara ini hanya efektif di wilayah seperti Hokkaido, atau bisa diterapkan di Kanto dan Kansai?

Meskipun penduduk Hokkaido terkenal santai dan ramah, praktik menumpang kendaraan ini juga sukses dilakukan di berbagai wilayah lain di Jepang. Secara umum, kawasan pedesaan jauh lebih potensial untuk mendapatkan tumpangan dengan frekuensi yang lebih sering dibandingkan perkotaan.

4. Di Amerika Serikat, aktivitas ini memiliki citra yang kurang baik di media. Apa pandangan umum masyarakat Jepang terhadap aktivitas ini?

Sebagian besar orang Jepang merasa khawatir akan keselamatan pelancong karena aktivitas ini sangat jarang dilakukan di sana dan hampir tidak pernah terlintas di pikiran mereka. Kendati demikian, tingkat bahayanya sering kali terlalu dibesar-besarkan. Secara statistik, risiko kecelakaan lalu lintas jauh lebih tinggi daripada ancaman kriminalitas.

a red van with the words free candy written on the side

5. Siapa saja orang-orang yang biasanya memberikan tumpangan?

Tidak ada pola khusus mengenai latar belakang pengemudi yang memberikan tumpangan. David pernah menumpang kendaraan milik mahasiswa, pensiun, pebisnis, juru masak, petani, penata rambut, atlet sepeda profesional, hingga seorang CEO perusahaan. Selama kursi kendaraan masih kosong, peluang untuk mendapatkan tumpangan tetap terbuka.

6. Seberapa sering Anda berbicara dalam bahasa Jepang selama perjalanan?

Sebagian besar waktu di dalam kendaraan dihabiskan dengan berbicara menggunakan bahasa Jepang, yang sangat membantu keluar dari lingkungan berbahasa Inggris. Kemampuan bahasa Jepangnya meningkat pesat berkat interaksi tersebut, terutama saat mengobrol dengan anak-anak yang tidak malu-malu mengajukan pertanyaan.

meeting japanese kids while hitchhiking in japan

Memahami sedikit bahasa Jepang sangat dianjurkan agar perjalanan tidak terasa sunyi. Penguasaan kosakata dasar sudah cukup membantu untuk menyampaikan tujuan perjalanan.

7. Apa situasi paling sulit yang pernah dialami dan bagaimana cara mengatasinya?

Tidak ada situasi yang benar-benar membahayakan, meskipun sempat tersesat selama beberapa jam di Tomakomai dan mengandalkan petunjuk arah dari pegawai toko kelontong sebelum akhirnya dibantu oleh seorang peselancar bernama Osamu.

8. Apa bentuk keramahtamahan paling berlebihan yang pernah Anda terima?

Salah satu momen paling unik adalah ketika seorang pengemudi wanita secara bergurau menawarkan lamaran pernikahan karena merasa dirinya sudah mapan dan cocok dengan sang pelancong. Ada pula pengemudi yang menawarkan tumpangan dengan syarat harus menginap di rumahnya selama tiga hari, yang akhirnya ditolak secara baik-baik.

9. Di mana biasanya Anda tidur setelah perjalanan selesai hari itu?

Karena membawa perlengkapan berkemah berupa tenda, tempat beristirahat menjadi lebih fleksibel. Tenda bisa didirikan di taman, dekat pantai, atau area perkemahan. Penginapan pemuda atau youth hostel juga menjadi pilihan ketika ingin beristirahat sejenak dari aktivitas berkemah.

a pie chart for hitchhiking in japan

10. Apakah Anda menggunakan sumber daya online seperti platform hosptality network?

Layanan tersebut sempat digunakan sekali dan memberikan pengalaman yang sangat baik. Namun, karena sifat perjalanan yang minim perencanaan dan spontan, pengaturan jadwal dengan tuan rumah menjadi cukup sulit dilakukan.

11. Apakah cara ini aman bagi pelancong wanita?

Jepang merupakan salah satu negara paling aman di dunia, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing individu. Bagi yang merasa ragu, melakukan perjalanan bersama rekan bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman.

12. Kendaraan seperti apa yang paling berkesan yang pernah ditumpangi?

Salah satu pengalaman yang berkesan adalah duduk di dalam kendaraan operasional konstruksi SK-139 milik seorang pekerja bernama Kawai-san.

a japanese construction work met while hitchhiking in japan

13. Musim apa yang paling baik untuk melakukan perjalanan ini?

Musim hujan dan bulan-bulan musim dingin sebaiknya dihindari terutama bagi yang berencana tidur di alam terbuka menggunakan tenda.

14. Apa yang harus dilakukan ketika tidak ada kendaraan yang berhenti?

Kunci utamanya adalah bersabar dan menunggu lebih lama. Rata-rata waktu tunggu berkisar sekitar 20 menit per perjalanan, dengan waktu terlama mencapai satu setengah jam dari puluhan perjalanan yang telah dilakukan.

15. Bagaimana jika terjebak badai atau hujan?

Biasanya toko kelontong atau konbini menjadi tempat berteduh yang sangat diandalkan saat hujan turun. Mencari tumpangan dalam cuaca hujan umumnya lebih sulit karena kondisi cuaca buruk sering kali membuat suasana di jalan raya terasa kurang mendukung.

16. Hal apa saja yang sebaiknya dihindari oleh calon pelancong?

a man standing in the road hitchhiking in japan
  • Mempelajari panduan perjalanan khusus tentang Jepang untuk mendapatkan referensi rute yang berguna.
  • Fokus beroperasi di kawasan pedesaan karena jauh lebih ramah bagi pelancong dibanding perkotaan.
  • Membawa peta fisik yang akurat, kamera, serta buku catatan perjalanan.
  • Bersikap ramah, komunikatif, dan kooperatif kepada setiap pengemudi yang memberikan bantuan.
  • Membawa suvenir kecil atau oleh-oleh sederhana sebagai bentuk apresiasi kepada pengemudi atau tuan rumah.
  • Membawa tenda sendiri untuk menghemat biaya akomodasi sekaligus memberikan fleksibilitas tempat beristirahat.
  • Menjelaskan tujuan secara umum (misalnya menyebutkan arah wilayah atau prefektur) alih-alih langsung menyebutkan alamat spesifik.
  • Belajar mengenali situasi ketika seseorang membantu murni karena merasa terpaksa, dan belajar menolaknya secara sopan.
  • Mengambil posisi menunggu di batas luar kota guna menghindari hambatan lalu lintas lokal.
  • Membuang keraguan, mulai melangkah ke pinggir jalan dengan senyuman, dan nikmati petualangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *