Saat ini, sebagian besar masyarakat menganggap anjing peliharaan sebagai bagian dari anggota keluarga mereka sendiri. Perlakuan dan anggaran yang dialokasikan pun disesuaikan, mulai dari penitipan harian, makanan organik, asuransi kesehatan, hingga kue ulang tahun yang dipersonalisasi. Fenomena ini kerap membuat sebagian orang menilai bahwa budaya peliharaan anjing di Amerika Serikat sudah berada di luar kendali.
Namun, jika diamati lebih dekat, situasi di negara tersebut justru tertinggal jauh jika dibandingkan dengan Jepang. Ada begitu banyak fasilitas dan layanan khusus anjing di Negeri Sakura yang belum tersedia di tempat lain. Meskipun ada beberapa hal yang tergolong berlebihan, secara keseluruhan perkembangan budaya anjing di sana jauh lebih maju.
Kehadiran Anjing di Mana-Mana

Bagi siapa pun yang pernah membuat janji temu di kawasan Shibuya dekat patung Hachiko—seekor anjing setia yang mati pada tahun 1930-an—kecintaan masyarakat Jepang terhadap anjing bukanlah hal yang baru. Dalam beberapa dekade terakhir, angka kepemilikan hewan peliharaan bahkan melonjak drastis. Pada tahun 2012, diperkirakan satu dari empat rumah tangga di Jepang memelihara anjing atau kucing, dengan populasi anjing peliharaan mencapai 11.530.000 ekor.
Faktanya, jumlah hewan peliharaan di sana sering kali melampaui jumlah anak-anak. Statistik menunjukkan bahwa kombinasi populasi anjing dan kucing telah melebihi jumlah anak-anak sejak tahun 2003, dan pada tahun 2006 tercatat ada lebih banyak anjing peliharaan daripada anak-anak di bawah usia 12 tahun.
Bagi sebagian orang, data tersebut mungkin memicu kekhawatiran. Namun, dari sudut pandang ekonomi kapitalis, peningkatan jumlah ini melahirkan peluang bisnis baru yang menawarkan berbagai fasilitas luar biasa bagi para pemilik anjing.
Bepergian Bersama Anjing

Salah satu inovasi di Jepang yang paling menarik adalah keberadaan kafe khusus anjing. Tempat ini berbeda dari kafe kucing tempat pengunjung datang untuk berinteraksi dengan kucing yang tinggal di kafe tersebut. Kafe anjing justru dirancang agar pemilik dapat datang bersama anjing peliharaan mereka.
Tersedia berbagai menu makanan istimewa yang bisa dipesan untuk hewan peliharaan, serta hidangan manusia bertema anjing, seperti panekuk dari sebuah kafe di Odaiba.

Di Amerika Serikat, aturan kesehatan yang ketat melarang anjing masuk ke dalam restoran, sehingga kesempatan untuk menikmati waktu makan bersama hewan peliharaan sangat terbatas. Pemilik harus mencari restoran berteras luar ruangan, memastikan tempat tersebut mengizinkan hewan, serta berharap kondisi cuaca mendukung. Kehadiran kafe khusus anjing tentu menjadi solusi yang sangat diidamkan.

Bagi anjing yang gemar berlari di ruang terbuka, Tokyo juga menyediakan taman anjing tanpa tali yang sangat luas dan tertata dengan baik. Taman di Yoyogi Park, misalnya, dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan ukuran tubuh anjing demi keamanan bersama—sebuah fasilitas yang jarang ditemukan di ruang publik perkotaan barat.

Tidak hanya di perkotaan, industri pariwisata Jepang juga menyediakan jaringan hotel bernama Wan Wan Paradise yang dikhususkan bagi pelancong bersama anjing peliharaan mereka. Hotel ini menawarkan layanan Groomer, pelatih, fotografer, kegiatan hiking kelompok, hingga fasilitas kolam renang dan olahraga anjing.

Meskipun beberapa negara memiliki kamp khusus anjing, Wan Wan Paradise menawarkan pengalaman resor pemandian air panas lengkap dengan makanan mewah bagi para pemiliknya, menjadikan liburan bersama hewan peliharaan jauh lebih mudah dan menyenangkan.
Kuliner Khusus Anjing

Kafe anjing di dekat Tokyo SkyTree bukanlah satu-satunya tempat untuk mendapatkan makanan anjing berkualitas tinggi. Pengendara yang melintas di jalan tol bahkan bisa mendapatkan bento khusus anjing di beberapa area istirahat jalan raya.

Berbagai toko hewan peliharaan juga menyediakan camilan kreatif yang menyerupai hidangan manusia bergaya Jepang maupun Barat.


Bahkan, tersedia pula paket bento khusus perayaan Tahun Baru bagi anjing peliharaan.

Tren Fashion Anjing

Meskipun restoran dan hotel khusus anjing terdengar masuk akal, tren fashion anjing di Jepang berada di tingkat yang berbeda. Di negara barat, pakaian anjing umumnya bersifat fungsional untuk menghangatkan tubuh atau melindungi dari hujan, serta kaos dekoratif yang sederhana.
Di Jepang, memakaikan pakaian modis pada anjing adalah hal yang lumrah. Selain gaun dan layanan manikur kuku bagi anjing yang kooperatif, pasar di sana juga menyediakan piyama serta celana khusus anjing.

Sisi Lain Pemeliharaan Anjing di Jepang

Di balik berbagai fasilitas mewahnya, memelihara anjing di Jepang juga memiliki tantangan tersendiri. Mencari hunian sewa yang memperbolehkan hewan peliharaan masih tergolong sulit. Selain itu, ada etika lokal yang mengharapkan pemilik membawa alas penyerap khusus untuk menampung air kencing anjing bahkan saat berada di luar ruangan.
Lonjakan popularitas anjing peliharaan ini juga memicu masalah kesejahteraan hewan, seperti maraknya praktik peternakan anak anjing ilegal atau puppy mill serta tingginya angka eutanasia pada hewan terlantar karena rendahnya budaya adopsi dari tempat penampungan.
Kendati demikian, kecintaan mendalam para pemilik anjing di Jepang tetap tercermin dari bagaimana mereka merawat hewan kesayangan hingga usia lanjut. Kecintaan terhadap anjing menyatukan para pemiliknya melintasi batas bahasa dan budaya.








