Home / Travel / Cara Naik Sepeda di Jepang: Jangan Menabrak atau Ditabrak!

Cara Naik Sepeda di Jepang: Jangan Menabrak atau Ditabrak!

Mengendarai sepeda di Jepang memiliki aturan dan keunikan tersendiri yang mungkin akan mengejutkan pendatang baru, terutama dari negara barat. Meskipun ada banyak regulasi lalu lintas yang mengatur aktivitas ini, penerapannya di lapangan sering kali cukup longgar. Bagi siapa pun yang berencana mengayuh sepeda di Negeri Sakura, memahami kebiasaan dan aturan setempat akan sangat membantu perjalanan Anda.

1. Berkendara di Trotoar

japanese woman riding a bicycle down the street
Source: Derek A

Aturan mengenai jalur sepeda di Jepang terkadang membingungkan. Secara resmi, anak-anak di bawah usia 12 tahun diperbolehkan menggunakan trotoar. Selain itu, siapa pun diizinkan naik ke trotoar apabila kondisi jalan raya dinilai terlalu berbahaya. Namun pada kenyataannya, aturan ini jarang sekali dipatuhi secara ketat.

Berdasarkan survei pemerintah, sebagian besar masyarakat bahkan tidak menyadari bahwa sepeda seharusnya dikendarai di badan jalan. Mayoritas warga memilih mengendarai sepeda di atas trotoar, dan pihak kepolisian biasanya memaklumi hal tersebut. Di area perkotaan besar, bersepeda di trotoar justru terasa lebih aman mengingat pengemudi mobil terkadang kurang memperhatikan keberadaan pesepeda.

2. Mengunci Sepeda

bicycle parking in japan with B sign

Tingkat kriminalitas yang relatif rendah di Jepang membuat banyak pemilik sepeda tidak menggunakan rantai pengaman yang besar dan berat. Umumnya, orang-orang hanya memakai kunci ring kecil yang terpasang pada roda belakang untuk mencegah ban berputar. Walaupun masih memungkinkan seseorang mengangkat sepeda tersebut, kasus pencurian tergolong jarang terjadi.

japanese bicycle lock silver bike
Source: Hustvedt

Fasilitas parkir sepeda tersedia di hampir setiap sudut, mulai dari area pedesaan hingga perkotaan. Anda bisa memanfaatkan area parkir gratis di dekat stasiun kereta atau memilih parkir berbayar dengan tarif yang terjangkau jika ingin tempat yang beratap. Pastikan untuk menata sepeda dengan hati-hati agar tidak merobohkan deretan sepeda lainnya yang terparkir.

3. Bunyikan Bel Sepeda

guy named hector with a self assisted breather

Bel sepeda berfungsi untuk memberi tahu pejalan kaki bahwa Anda sedang mendekat. Pengguna jalan di Jepang sudah terbiasa mendengar suara bel dan biasanya akan langsung bergerak memberikan jalan demi keselamatan bersama. Sebaliknya, jika Anda sedang berjalan kaki dan mendengar suara bel sepeda, langkah terbaik adalah segera menepi ke sebelah kiri.

Mengingat masih ada insiden kecelakaan antara pesepeda dan pejalan kaki setiap tahunnya, kerja sama antara pengguna jalan sangat penting untuk menghindari cedera.

4. Jangan Membawa Sepeda ke Dalam Kereta

front of a japanese train coming into the platform
Source: GanMed64

Membawa sepeda standar ke dalam kereta merupakan hal yang tidak diperbolehkan di Jepang. Inilah alasan mengapa area parkir di stasiun kereta selalu berukuran besar. Pengecualian hanya berlaku untuk sepeda lipat yang dimasukkan ke dalam tas khusus sehingga dikategorikan sebagai bagasi, asalkan tidak dibawa pada jam sibuk.

5. Aturan Helm yang Longgar

three kids on bicycles waiting to cross the street
Source: thedalogs

Undang-undang mewajibkan anak-anak di bawah usia 13 tahun untuk memakai helm, meski dalam praktiknya masih banyak anak yang mengendarainya tanpa pelindung kepala. Sementara itu, orang dewasa hampir tidak pernah terlihat mengenakan helm saat bersepeda karena memang tidak ada kewajiban hukum yang mengaturnya.

6. Pendaftaran Kepemilikan Sepeda

bike that someone didn't actually lock to a bike stand

Jika Anda bernilai memiliki sepeda di Jepang, pastikan sepeda tersebut terdaftar atas nama Anda di kantor polisi. Toko tempat Anda membeli sepeda baru biasanya akan mengurus proses pendaftaran ini. Untuk sepeda bekas, pemilik baru harus mendaftarkannya kembali agar memudahkan pelaporan dan pelacakan jika seandainya terjadi kehilangan.

7. Memahami Hukum Lalu Lintas Sepeda

biking down the street in japan around pedestrians
Source: mith17

Sebagian besar aturan lalu lintas sepeda di Jepang jarang ditegakkan secara ketat kecuali terjadi kecelakaan. Kendati demikian, aturan-aturan ini dibuat demi keselamatan bersama:

  • Membonceng orang lain dapat dikenakan denda hingga 20.000 yen.
  • Menggunakan payung atau ponsel saat berkendara diancam hukuman penjara hingga 3 bulan atau denda 50.000 yen.
  • Pesepeda dilarang dikendarai langsung di atas zebrabross pejalan kaki; sepeda harus dituntun.
  • Mengendarai sepeda di bawah pengaruh alkohol dapat berujung pada hukuman penjara lima tahun dan denda 1 juta yen.
  • Berkendara pada malam hari tanpa menyalakan lampu depan berisiko denda 50.000 yen.
  • Mendengarkan pemutar musik melalui耳机 saat bersepeda juga dikenakan denda 50.000 yen.
  • Dalam insiden kecelakaan antara mobil dan sepeda, tanggung jawab kesalahan umumnya akan dibebankan kepada pengemudi kendaraan yang lebih besar.

Meskipun penegakan hukumnya tergolong longgar, menaati aturan yang ada tetap menjadi langkah terbaik untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya dari risiko kecelakaan fatal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *