Home / Travel / Panduan Liburan ke Jepang Bulan Mei Setelah Golden Week Berakhir

Panduan Liburan ke Jepang Bulan Mei Setelah Golden Week Berakhir

Mt. Bandai and a Lake with Forest Landscape

Banyak orang sering menanyakan waktu terbaik untuk merencanakan liburan ke Jepang. Sebagai seseorang yang sangat mencintai negara ini, sebenarnya tidak ada satu pun waktu yang bisa disebut sebagai yang paling sempurna. Jepang selalu menawarkan berbagai daya tarik, keindahan alam, serta festival musiman di setiap bulannya, apa pun musimnya.

Namun, ada satu periode yang sering kali terlewatkan oleh para pelancong, yaitu rentang waktu antara berakhirnya Golden Week—serangkaian hari libur nasional dari akhir April hingga awal Mei—dan dimulainya musim hujan pada bulan Juni. Pada masa ini, suasana terasa jauh lebih tenang dan santai. Kesibukan akibat musim bunga sakura telah mereda di sebagian besar wilayah, sementara liburan musim panas belum dimulai. Selain itu, sebagian besar warga lokal telah selesai melakukan perjalanan saat liburan panjang sebelumnya, sehingga jumlah wisatawan domestik berkurang drastis.

Bulan Mei berhasil menghadirkan keseimbangan yang pas: tempat-tempat wisata populer tidak terlalu padat pengunjung, dan tarif akomodasi menjadi lebih terjangkau. Cuacanya pun masih sangat nyaman dengan tingkat kelembapan yang relatif rendah sebelum panas terik musim panas mulai mendominasi. Ini adalah momen yang ideal untuk menikmati keindahan lanskap hijau di Jepang.

Pertama, Hindari Golden Week

Japan has a strong of national holidays that include Children’s Day, Greenery Day, Showa Day, Constitution Day, etc. that happen at the end of April and early May. Since so many people travel domestically during this period, it’s best to avoid it entirely.

Hal utama yang perlu diingat adalah usahakan untuk menghindari liburan Golden Week. Jika jadwal perjalanan Anda bertepatan dengan periode ini, ada baiknya untuk mempertimbangkan ulang rencana tersebut. Ini adalah salah satu waktu di mana Jepang terasa sangat padat, disertai lonjakan harga yang signifikan di berbagai sektor. Hotel cepat penuh, kereta api sangat sesak, dan destinasi yang biasanya damai mendadak menjadi sangat ramai.

Golden Week adalah gabungan beberapa hari libur nasional yang berdekatan dari akhir April hingga awal Mei. Karena sulitnya mengambil cuti panjang di waktu lain, para pekerja di Jepang memanfaatkan momen ini untuk bepergian secara bersamaan. Akibatnya, gelombang pariwisata domestik melonjak tajam dalam waktu singkat dan membebani kapasitas transportasi serta akomodasi.

Jika Anda terpaksa harus bepergian pada periode ini, perencanaan yang matang mutlak diperlukan. Pemesanan akomodasi dan transportasi jauh-jauh hari sangat dianjurkan, serta pertimbangkan untuk mengunjungi destinasi yang jarang dijamah wisatawan. Kendati demikian, Anda tetap harus bersiap menghadapi harga yang lebih tinggi dan kerumunan orang.

Bunga-Bunga Pengganti Musim Sakura

Before Japan gets hotter than the tropical islands to the south during summer, there is a short window in May that is temperate and enjoyable with many seasonal flowers to marvel at.

Saat bulan Mei tiba, kelopak bunga Somei Yoshino sebagian besar telah berguguran. Pemandangan merah muda yang mendominasi pertengahan April kini telah berlalu, kecuali di ujung utara Hokkaido yang baru mencapai puncak mekarnya. Kendati demikian, lanskap alam bertransformasi menyambut berbagai jenis bunga musim semi lainnya, seperti phlox lumut yang dapat disaksikan di Chichibu atau Festival Fuji Shibazakura.

Selain itu, tanaman hijau yang tumbuh subur di awal Mei memberikan nuansa tersendiri. Pecinta alam juga dapat menikmati hamparan bunga nemophila berwarna biru lembut di Hitachi Seaside Park atau Toneri Park di Tokyo. Bunga-bunga ini biasanya mencapai puncak mekarnya pada awal hingga pertengahan Mei.

Menjelang akhir bulan, berbagai jenis bunga lain seperti wisteria, mawar di taman-taman kota, hingga iris awal mulai bermunculan menandakan transisi menuju musim panas. Periode ini menawarkan pengalaman menikmati keindahan bunga yang beragam tanpa harus berdesak-desakan seperti pada musim sakura.

Keseruan Festival dari Pertengahan Mei hingga Awal Musim Panas

Though there are no real major seasonal highlights in May that are worth coming for, the month does boast a lot of famous festivals like Asakusa Shrine’s lively Sanja Festival.

Bulan Mei juga dipenuhi dengan berbagai festival tradisional yang menarik di seluruh penjuru negeri. Acara-acara ini menyajikan perpaduan antara prosesi budaya yang anggun serta perayaan jalanan yang meriah dan penuh energi.

Salah satu acara terkemuka adalah Aoi Matsuri yang diselenggarakan di Kamigamo Shrine. Festival berusia lebih dari seribu tahun ini menampilkan prosesi elegan dengan para peserta mengenakan pakaian era Heian yang berjalan menyusuri jalanan Kyoto. Acara ini memberikan gambaran tentang kehidupan istana kekaisaran di masa lampau.

Sebaliknya, suasana yang jauh lebih dinamis dapat dirasakan pada Sanja Festival di Asakusa Shrine, Tokyo. Perayaan ini terkenal meriah dengan iring-iringan mikoshi (kuil portabel) yang dipikul menyusuri jalanan di tengah sorak-sorai penonton. Meskipun menarik banyak pengunjung, suasananya masih lebih terkendali dibandingkan saat Golden Week.

Waktu Terbaik Menjelajahi Pegunungan Alpen Jepang

May is one of the best times of the year to hike and get outdoors before the summer heat and humidity make being out in nature a hellish endeavor. As such, locations like Kamikochi are worth considering during this time of the year when fewer Japanese are traveling.

Paruh pertama bulan Mei merupakan waktu yang sangat tepat untuk melakukan aktivitas luar ruangan seperti mendaki Japanese Alps. Salju di dataran tinggi mulai mencair dan jalur pendakian kembali dibuka dengan kondisi cuaca yang bersahabat, udara sejuk, serta jarak pandang yang baik.

Kawasan seperti Kamikochi sangat cocok dikunjungi pada periode ini. Jalur jalan kaki menyusuri hutan asri, sungai jernih, dan lembah terbuka dikelilingi oleh puncak-puncak gunung bersalju menawarkan pemandangan yang memukau tanpa harus melakukan pendakian ekstrem.

Memasuki akhir musim semi menuju musim panas, suhu udara mulai meningkat dan kelembapan naik, membuat aktivitas fisik di luar ruangan menjadi lebih melelahkan. Oleh karena itu, bulan Mei memberikan kenyamanan yang optimal bagi para pecinta alam.

Alasan Memilih Bulan Mei untuk Berkunjung ke Jepang

Sunset over the Uraga Channel and Tokyo Bay as seen from the top of Nokogiriyama in Chiba Prefecture.

Secara keseluruhan, bulan Mei adalah waktu yang sangat direkomendasikan untuk merencanakan perjalanan ke Jepang. Anda dapat menikmati suasana negara ini sebelum gelombang panas musim panas tiba, memanfaatkan penurunan harga hotel pasca-Golden Week, serta menyaksikan berbagai festival budaya yang menarik.

Selain cuaca yang bersahabat, faktor biaya menjadi pertimbangan utama. Menurunnya jumlah wisatawan setelah periode sibuk membuat banyak akomodasi menawarkan tarif yang lebih kompetitif. Hal ini memberikan kesempatan bagi pelancong untuk menjelajahi berbagai wilayah di Jepang dengan anggaran yang lebih efisien.

Tentu saja, ada beberapa hal yang perlu dikompromikan, seperti absennya bunga sakura atau hydrangea yang baru muncul saat musim hujan di bulan Juni. Namun, bagi mereka yang ingin menghindari kerumunan ekstrem sekaligus menikmati kenyamanan cuaca, bulan Mei tetap menjadi salah satu pilihan terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *