Home / Travel / Traveling & Slow Carb Diet: Turun 10 kg Hanya Lewat 7-Eleven

Traveling & Slow Carb Diet: Turun 10 kg Hanya Lewat 7-Eleven

A 7 Eleven Convenience Store in Japan

Saat berkumpul bersama keluarga di Amerika Serikat saat liburan, saya sempat membuat mereka terkejut. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu sekitar empat bulan, saya berhasil memangkas berat badan lebih dari 10 kg hanya dengan mengandalkan makanan dari 7-Eleven. Tentu saja, minimarket lain seperti Family Mart juga memegang peran penting dalam perjalanan diet saya di Jepang.

Kali ini, saya ingin membagikan kisah mengenai cara saya menurunkan berat badan secara drastis dalam waktu singkat. Meskipun tidak secara khusus hanya bisa dilakukan di Jepang, saya ingin menunjukkan bahwa menjaga pola makan sehat sangat mungkin dilakukan melalui minimarket yang tersebar di seluruh negeri ini.

Semua bermula pada Agustus 2017. Saat itu, kondisi fisik saya sedang tidak ideal setelah mendampingi ibu saya berwisata ke Kanazawa dan Chikubushima. Liburan tersebut membuat berat badan saya naik cukup signifikan, dan saya sadar ada yang harus diubah. Sebelumnya, saya sempat mencoba ketogenic diet, namun metode tersebut cukup sulit dipertahankan di negara yang dikelilingi oleh nasi putih. Akhirnya, saya kembali mempelajari konsep biohacking dari buku karya Tim Ferriss yang berjudul Four Hour Body.

Aturan Diet yang Diterapkan

Beans are a key part of following the Slow Carb Diet in Japan

Bagi yang belum tahu, Slow Carb Diet memiliki perbedaan mendasar dari diet rendah karbohidrat biasa. Diet ini menghindari segala jenis karbohidrat berwarna putih, namun mengganti defisit kalori tersebut dengan konsumsi kacang-kacangan atau legumes. Hal ini membantu mencegah rasa lemas atau kekurangan energi yang sering terjadi pada program diet rendah karbohidrat lainnya. Berikut adalah aturan dasar dari Slow Carb Diet:

  • Aturan #1
    Hindari karbohidrat berpati berwarna putih seperti roti, pasta, nasi, kentang, dan biji-bijian olahan.
  • Aturan #2
    Konsumsi menu makanan yang sama secara berulang, terutama untuk sarapan dan makan siang.
  • pengecualian untuk 1–2 gelas anggur merah kering per malam.
  • Aturan #4
    Hindari buah-buahan, kecuali avokad dan tomat.
  • Aturan #5
    Ambil satu hari libur dalam seminggu untuk makan apa saja secara bebas, di mana saya biasanya memilih hari Sabtu.

Menjalankan Slow Carb Diet di Jepang ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, meskipun nasi putih mendominasi kuliner di sana. Minimarket seperti 7-Eleven dan Family Mart menyediakan berbagai pilihan salad siap saji, dada ayam, serta telur rebus. Tantangan utamanya mungkin adalah mencari kacang-kacangan, yang kadang bisa dibeli di supermarket besar seperti Niku-no-Hanamasa atau memanfaatkan kedelai hitam hitam khas Jepang yang tersedia di minimarket.

Hari Bebas atau Cheat Days dalam Slow Carb Diet

Cheat days are one of the best things about following the Slow Carb Diet in Japan

Salah satu bagian terbaik dari diet ini adalah adanya hari khusus untuk makan secara bebas, yang sering disebut sebagai Faturday. Mengatur jadwal makan bebas ini justru membantu menjaga kedisiplinan di hari-hari lainnya karena kita tidak merasa benar-benar dilarang menikmati makanan kesukaan. Selain itu, metode ini dipercaya dapat mencegah metabolisme tubuh melambat akibat pembatasan kalori yang terus-menerus.

Menariknya, konsep melatih batasan diri dengan menentukan waktu khusus untuk bersenang-senang ini memiliki kemiripan dengan sejarah Jepang pada periode Edo, di mana pemerintah saat itu memusatkan area hiburan malam di tempat tertentu seperti Yoshiwara, sementara di luar area tersebut masyarakat diharapkan hidup penuh kebajikan.

Meningkatkan Komitmen

It’s important to always weigh yourself when following the Slow Carb Diet in Japan

Faktanya, kekuatan niat saja sering kali tidak cukup untuk mempertahankan komitmen. Untuk mengakalinya, kita bisa memanfaatkan psikologi manusia terhadap ketakutan akan kerugian. Dalam kasus saya, saya membuat akun Instagram privat dan memberikan kata sandinya kepada seorang teman dengan instruksi untuk membukanya ke publik jika saya gagal mencapai target mingguan. Selain itu, saya juga membuat taruhan finansial dengan rekan lain menggunakan platform akuntabilitas agar saya tetap fokus pada tujuan.

Olahraga Pendukung Diet

Working out can help weight loss while following the Slow Carb Diet in Japan

Meskipun penurunan berat badan sangat dipengaruhi oleh apa yang kita konsumsi, program penurunan berat badan akan lebih optimal jika diimbangi dengan olahraga. Saya memilih menggunakan protokol latihan beban yang efisien dan singkat dari buku Four Hour Body, dipadukan dengan sesi kardio rutin untuk membantu proses pembakaran lemak.

  • Senin
    Overhead Press, Yate’s Bent Rows, 40 Menit Kardio
  • Selasa
    HIIT atau Kardio
  • Rabu
    Squats, Bench Press, 40 Menit Kardio
  • Kamis
    HIIT atau Kardio
  • Jumat
    Kettlebell Swings, Myotatic Crunches, Cat Vomits
  • Sabtu
    Faturday dan latihan kalistenik
  • Minggu
    Latihan Fleksibilitas dan Mobilitas

Melalui kombinasi pola makan dan jadwal latihan tersebut, saya berhasil melipatgandakan kekuatan angkatan beban saya sekaligus menurunkan berat badan lebih dari 10 kg dalam waktu kurang dari enam bulan.

Keputusan untuk Berhenti Mengonsumsi Alkohol

It’s hard to drink alcohol and also follow the Slow Carb Diet in Japan

Perubahan terakhir yang saya ambil dan cukup berdampak pada kehidupan sosial saya adalah berhenti total mengonsumsi alkohol. Meskipun Slow Carb Diet sebenarnya masih memperbolehkan sedikit konsumsi anggur, saya memilih untuk tidak meminumnya sama sekali demi menghindari godaan menyantap makanan tinggi karbohidrat seperti onigiri atau sandwich setelahnya.

Kesimpulan

It can be difficult to eat out and also follow the Slow Carb Diet in Japan

Jepang dikenal sebagai surga kuliner dengan berbagai hidangan lezat yang menggugah selera. Meskipun tidak mudah menjaga pola makan sehat di tengah gempuran makanan berkarbohidrat tinggi seperti Katsudon dan nasi putih, perjalanan ini membuktikan bahwa pelancong yang peduli kesehatan tetap bisa menemukan opsi makanan yang tepat, terutama dengan memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan oleh minimarket lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *