Home / Travel / Kuliner Unik Tokyo: Memilih Pengalaman Bertema Paling Aneh

Kuliner Unik Tokyo: Memilih Pengalaman Bertema Paling Aneh

A Busy Crossing in Shinjuku 1

Tokyo terkenal sebagai surga bagi berbagai pengalaman bersantap bertema unik. Sayangnya, media asing sering kali hanya menyoroti tempat-tempat populer seperti Robot Restaurant atau Kawaii Monster Cafe yang kini sudah tutup. Ditambah dengan kurangnya informasi berbahasa Inggris yang memadai dari pihak Jepang, banyak destinasi kuliner tersembunyi yang luar biasa justru luput dari perhatian wisatawan mancanegara.

Karena minimnya informasi daring yang akurat, membedakan tempat makan bertema yang berkualitas dan yang sekadar gimmick bisa menjadi tantangan tersendiri. Perlu diingat bahwa tidak semua restoran bertema menawarkan pengalaman kuliner tingkat tinggi. Tampilan visual yang memukau tidak selalu menjamin kelezatan rasanya.

Meski demikian, ada beberapa lokasi pilihan yang berhasil memadukan konsep hiburan tematik yang mengesankan dengan kualitas makanan dan minuman yang memuaskan. Tempat-tempat ini biasanya mematok harga yang cukup tinggi dan memerlukan reservasi jauh-jauh hari. Berikut adalah beberapa rekomendasi restoran bertema di Tokyo yang menawarkan pengalaman kuliner sekaligus hidangan yang lezat.

Ninja Akasaka

Ninja Akasaka, a shinobi-themed restaurant in Tokyo

Terletak di kawasan Akasaka, restoran ini memadukan konsep shinobi yang menghibur dengan sajian kuliner yang luar biasa. Perjalanan dimulai sejak Anda tiba di pintu masuk, di mana seorang ninja akan memandu Anda melewati koridor sempit dan rintangan menuju meja makan. Sebaiknya kenakan pakaian yang nyaman untuk bergerak. Jika ada anggota rombongan yang memerlukan bantuan fisik, pastikan untuk menginformasikannya kepada staf saat melakukan reservasi.

Para tamu dapat memesan menu paket (course) atau hidangan ala carte. Situs web mereka menyediakan menu lengkap dalam bahasa Jepang dan Inggris, meski beberapa paket menu khusus harus dipesan jauh-jauh hari. Restoran ini dirancang untuk wisatawan asing sehingga mereka cukup akomodatif terhadap berbagai kebutuhan diet, termasuk pilihan bebas babi atau vegetarian.

Yang membuat pengalaman ini semakin menarik adalah para pelayannya yang merupakan seorang ninja profesional. Mereka tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga menampilkan berbagai trik sulap dan atraksi seru di meja Anda. Anda juga akan disuguhi pertunjukan ninjutsu yang memukau di sela-sela waktu makan. Budaya tip tidak berlaku di Jepang, jadi Anda cukup duduk santai dan menikmati pertunjukan berkualitas tinggi ini.

Satu hal yang perlu diperhatikan, tata ruang restoran yang penuh liku-liku bisa jadi kurang aman bagi anak kecil. Oleh karena itu, anak-anak tidak diperbolehkan masuk setelah pukul 7 malam pada hari kerja, dan harus selalu dalam pengawasan orang dewasa pada jam operasional lainnya.

Aquarium Dining

Tokyoites dine by an aquirium full of fish

Restoran bertema akuarium telah menjadi tren populer di Tokyo dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pengunjung harus berhati-hati terhadap tempat tiruan atau calo di jalanan yang menawarkan izakaya akuarium abal-abal. Restoran yang asli dan berkualitas tidak perlu mencari pelanggan dengan cara memanggil orang di jalan.

Berikut adalah beberapa pilihan restoran bertema akuarium teruji di Tokyo yang menjamin pengalaman bersantap yang memuaskan:

  • Art Aquarium
    Tempat pameran malam hari ini sangat cocok bagi mereka yang ingin bersantai menikmati minuman sambil mengagumi keindahan ikan hias, tanpa harus menyantap hidangan berat. Pameran visual ini bersifat temporer dan kerap berpindah lokasi antara Tokyo dan Kyoto. Saat berada di Tokyo, pameran ini biasanya bertempat di kawasan bersejarah Nihonbashi.
  • Aqa Restaurant & Bar Luxis
    Berlokasi di Ebisu, restoran mewah ini memiliki akuarium setinggi 5 meter yang bahkan dihuni oleh seekor penyu laut. Biaya tambahan kursi (seating charge) yang dikenakan sebanding dengan pemandangan meja di dekat akuarium. Harganya tergolong wajar untuk ukuran restoran kelas menengah jika dibandingkan dengan kualitas makanan dan suasana yang ditawarkan.
  • Medusa
    Juga terletak di Ebisu dan dikelola oleh perusahaan yang sama, Medusa menawarkan suasana yang sedikit lebih tenang dengan interior bernuansa perak dan hitam yang elegan. Restoran ini memiliki salah satu akuarium ubur-ubur terbesar di Jepang. Kualitas makanannya setara atau bahkan sedikit lebih baik daripada Luxis dengan kisaran harga yang mirip.

Zauo Fishing Restaurant

Bagi para pencinta hidangan laut segar, pengalaman memancing dan menyantap tangkapan sendiri di Zauo Fishing Restaurant tentu sulit dilewatkan. Beroperasi sejak awal tahun 2000-an, restoran ini mengusung konsep interior menyerupai kapal yang dikelilingi oleh kolam buatan penuh ikan. Staf akan menyediakan alat pancing dan umpan, sementara sisanya menjadi tantangan Anda sendiri.

Aktivitas interaktif ini cukup menantang, terutama saat restoran sedang ramai. Menu malam Anda akan sangat bergantung pada hasil tangkapan. Setelah berhasil mendapatkan ikan, panggil staf dan tentukan cara pengolahannya, seperti dipanggang dengan sedikit garam atau dijadikan sashimi.

Untuk beberapa jenis ikan, pesanan sashimi akan disajikan di atas piring bersama kerangka ikan yang masih bergerak. Setelah dagingnya habis, pelayan akan mengambil kembali kerangka tersebut untuk digoreng hingga renyah sehingga seluruh tulangnya bisa dimakan. Jika Anda belum beruntung mendapatkan ikan, restoran ini juga menyediakan buku menu reguler untuk dipesan sebagai hidangan pendamping.

Zauo memiliki beberapa cabang di sekitar Tokyo seperti Shinjuku, Shibuya, Yokohama, serta satu cabang di Osaka. Mengingat harga disesuaikan dengan jenis ikan yang Anda tangkap, tempat ini kurang disarankan bagi pelancong dengan anggaran ketat.

Owl-no-Mori

A girl holds a fox at an animal cafe in Japan

Kafe hewan di Jepang sudah sangat terkenal, namun Owl-no-Mori menawarkan pengalaman yang jauh lebih beragam. Tempat ini bukan hanya rumah bagi lebih dari 30 ekor burung hantu, tetapi juga dihuni oleh rubah fennec, meerkat, bushbaby, flamingo, hingga kapibara berkeliaran bebas. Pengunjung juga dapat menikmati waktu kunjungan sepuasnya selama jam operasional pukul 10 pagi hingga 8 malam.

Interior kafe didekorasi dengan elemen kayu, tanaman hijau, dan akuarium sehingga menyerupai suaka margasatwa dalam ruangan. Pastikan Anda mendatangi cabang yang tepat di Orange Street (Koukaido-mae), Asakusa, karena terdapat beberapa tempat dengan nama serupa di area tersebut.

Kamera seluler tentu wajib dibawa, namun penggunaan lampu kilat (flash) dilarang demi kenyamanan dan kesehatan mata para hewan yang peka terhadap cahaya terang. Beberapa hewan seperti burung hantu cukup jinak untuk dipegang meski memiliki cakar yang tajam. Sementara itu, rubah fennec hanya bisa diberi makan tanpa boleh disentuh, dan meerkat bisa diajak berinteraksi tanpa boleh digendong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *