Home / Travel / Retro Koenji Tokyo: Wisata Halaman Belakang Vol. 11

Retro Koenji Tokyo: Wisata Halaman Belakang Vol. 11

Koenjis Pal Street

Tokyo sering kali digambarkan bagaikan boneka Matryoshka. Setiap kali Anda merasa telah menjelajahi seluruh sudutnya, ibu kota Jepang ini selalu menawarkan kejutan baru. Walaupun kawasan populer seperti Shibuya dan Akihabara selalu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan asing, Tokyo menyimpan jauh lebih banyak hal menarik di luar destinasi mainstream tersebut.

Salah satu kawasan tersembunyi yang patut dikunjungi adalah Koenji, sebuah lingkungan bernuansa retro yang terletak di sebelah barat Shinjuku. Berbeda dengan kawasan pusat kota yang dipenuhi lampu neon menyilaukan, Koenji menawarkan suasana yang jauh lebih santai dan tenang. Perbedaan atmosfer antara kedua tempat ini terasa cukup kontras meskipun letaknya sangat berdekatan.

Secara historis, Koenji dulunya hanyalah sebuah desa pertanian kecil di sepanjang jalur jalan raya yang menghubungkan pusat Jepang dengan Prefektur Yamanashi saat ini. Setelah peristiwa Gempa Bumi Besar Kanto pada tahun 1923, banyak warga yang mengungsi ke wilayah ini untuk menghindari kehancuran di pusat kota Tokyo. Seiring berjalannya waktu, perekonomian lokal berkembang pesat dan melahirkan budaya perkotaan yang unik dan berbeda dari bagian Tokyo lainnya.

People walk down one of Koenji’s many side streets in western Tokyo

Jika dibandingkan dengan Shimokitazawa yang dikenal sebagai kawasan hipster lainnya di Tokyo, Koenji memiliki nuansa yang sedikit lebih dewasa. Hal ini kemungkinan besar berkaitan dengan sejarah Koenji sebagai pusat kancah musik punk di Tokyo yang mencapai masa kejayaannya pada era 1970-an. Kendati akar musik tersebut masih dapat dirasakan hingga kini, para pengunjung dan warga setempat telah berkembang seiring berjalannya waktu.

Sebagai bentuk warisan dari budaya tandingannya, Koenji memiliki kehidupan malam yang cukup semarak. Di sekitar Stasiun Koenji, terdapat berbagai kedai kopi klasik, bar, serta puluhan restoran izakaya dan yakitori. Tempat-tempat makan sederhana ini mungkin tidak menawarkan kemewahan seperti di pusat kota, tetapi menikmati minuman dingin di kedai lokal memberikan pengalaman autentik khas Koenji.

Walaupun bukan destinasi wajib utama bagi wisatawan yang baru pertama kali ke Jepang, Koenji sangat direkomendasikan bagi mereka yang memiliki waktu liburan lebih lama. Menghabiskan malam yang santai di salah satu tempat nongkrong lokal akan memberikan kenangan berkesan bersama penduduk setempat.

Cara Menuju ke Sana

The entrance to the JR Koenji Station in western Tokyo

Letak Koenji sangat dekat dari Shinjuku, sehingga aksesibilitasnya sangat mudah. Anda hanya perlu naik kereta JR Chuo Line dari Stasiun Shinjuku menuju arah Tokyo bagian barat. Perjalanan ini hanya memakan waktu beberapa menit saja. Namun, pastikan untuk memeriksa jadwal kereta agar tidak menaiki kereta ekspres yang melewati Stasiun Koenji.

Setibanya di Koenji, bersiaplah untuk menjelajahi kawasan ini dengan berjalan kaki, dan hindari berkunjung pada puncak musim panas. Sebagian besar objek wisata terletak dalam jarak jalan kaki dari Stasiun Koenji, sehingga Anda tidak memerlukan alokasi waktu yang terlalu lama untuk mengeksplorasi seluruh kawasan ini.

Tempat Menarik di Koenji

Mabashi Inari Shrine

Koenji bukanlah destinasi yang dikunjungi hanya karena satu atraksi tunggal, melainkan kawasan yang dipenuhi oleh berbagai daya tarik kecil dan unik. Luangkan waktu untuk berjalan-jalan santai guna menemukan kafe retro dan toko pakaian vintage yang tersebar di setiap sudut lingkungan ini.

  • Mabashi Inari Shrine
    Kuil tersembunyi di tengah pemukiman perumahan Koenji ini memiliki gerbang torii batu yang dihiasi ukiran naga berpasangan atau soryu. Konon, menyentuh ukiran naga yang menghadap ke atas sambil memanjatkan permohonan akan membawa doa Anda terkabul.
  • Hikawa & Kisho Shrines
    Kuil Hikawa di Koenji menaungi sebuah tempat suci kecil bernama Kuil Kisho, yang dikenal sebagai satu-satunya kuil di Jepang yang mendedikasikan pemujaannya untuk dewa cuaca. Tempat ini sering dikunjungi oleh orang-orang yang sering mengalami hujan saat bepergian.
  • Koen-ji (Kuil)
    Kompleks kuil yang tenang inilah yang menjadi asal-nama dari kawasan Koenji. Letaknya tidak jauh dari area Kuil Hikawa & Kisho.
  • Kawasan Perbelanjaan Shotengai
    Kunjungan ke Koenji belum lengkap tanpa menyusuri lorong-lorong pusat perbelanjaan beratap seperti Look Street dan Pal Street, yang dipenuhi deretan toko barang bekas dan butik pakaian vintage.

Selain tempat-tempat tersebut, Anda juga dapat menikmati suasana malam hari dengan mencicipi kuliner daging panggang lokal, mengunjungi kuil-kuil lain, atau mampir ke pemandian umum tradisional.

Festival Awa Odori Koenji

Dancers perform at the Koenji Awa Odori Festival

Keunikan lain dari Koenji adalah penyelenggaraan Festival Awa Odori yang diadaptasi dari Prefektur Tokushima. Pertama kali diadakan pada tahun 1957 untuk menghidupkan kembali jalan-jalan perbelanjaan di lingkungan sekitar, festival ini kini telah berkembang dan menarik lebih dari 10.000 penari serta satu juta penonton setiap tahunnya.

Acara ini biasanya dilangsungkan pada akhir pekan terakhir bulan Agustus. Jika Anda berada di Tokyo pada periode tersebut dan sanggup menghadapi cuaca musim panas, festival ini merupakan salah satu tontonan budaya yang sangat layak disaksikan.

Destinasi Lain di Sekitar Koenji

A collection of anime figures at Tokyo’s Nakano Broadway

Bagi para penggemar anime dan manga, Anda dapat menyempatkan diri mengunjungi Nakano Broadway yang terletak hanya beberapa menit naik kereta dari Koenji. Kompleks perbelanjaan dengan tata letak seperti labirin ini menawarkan berbagai merchandise budaya pop yang dapat menyaingi kepopuleran Akihabara.

Tokyo bagian barat juga menyimpan berbagai destinasi menarik lainnya yang dapat dimasukkan ke dalam itinerary perjalanan Anda:

  • Mt. Takao & the Tengu – Gunung suci di bagian barat Tokyo
  • Open Air Museums – Koleksi bangunan bersejarah di Tokyo
  • The Yokai of Chofu – Kuil Jindai-ji dan warisan Shigeru Mizuki
  • Fantastic Fuchu – Bagian Tokyo yang tenang dan penuh pemandangan indah
  • Tokyo’s Mt. Mitake – Perpaduan spiritualitas dan alam di tengah kawasan metropolitan

Sampai jumpa pada petualangan berikutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *