Bagi sebagian besar wisatawan asing, Nagano mungkin lebih dikenal karena Olimpiade Musim Dingin 1998 atau resor ski Hakuba yang populer. Kendati demikian, prefektur ini masih menyimpan banyak sudut tersembunyi yang jarang dijamah pelancong internasional, salah satunya adalah kota kastil bersejarah, Ueda.
Bagi yang namanya terdengar familier, Anda mungkin pernah melewatinya saat perjalanan menuju Kanazawa atau Nagano City. Walau bukan destinasi utama yang lazim direkomendasikan bagi pelancong pemula ke Jepang, Ueda menawarkan suasana autentik jauh dari keramaian turis. Di sini, pengunjung bisa menikmati keindahan alam yang asri, kawasan pemandian air panas yang menenangkan, serta jejak sejarah samurai yang kental.
Ueda sangat ideal untuk disinggahi dalam perjalanan melintasi Jepang bagian tengah, terutama karena lokasinya yang strategis dan mudah digabungkan dengan kunjungan ke Nagano City, Toyama, atau Kanazawa. Jika Anda merencanakan rute liburan serupa, menyisihkan waktu setidaknya setengah hari untuk menjelajahi kota bekas kastil ini adalah pilihan yang sangat tepat.
Cara Menuju ke Sana

Akses menuju Ueda tergolong sangat mudah berkat adanya jalur Hokuriku Shinkansen yang dibangun menjelang Olimpiade Musim Dingin 1998 dan diperpanjang hingga Kanazawa pada tahun 2015. Anda cukup menaiki kereta peluru dari Tokyo Station langsung ke Ueda Station dalam waktu sekitar 90 menit sambil menikmati pemandangan alam Jepang tengah.
Perjalanan biasanya dimulai dari Tokyo Station dengan menaiki kereta Shinkansen jenis Asama atau Hakutaka. Perlu dicatat untuk menghindari kereta jenis Kagayaki, karena kereta super cepat ini melompati stasiun-stasiun seperti Ueda demi mengejar waktu tempuh langsung ke destinasi akhir.
Kota Ueda juga berada di jalur yang dinamakan New Golden Route, sebuah rute wisata baru yang menghubungkan Tokyo dengan Kyoto melalui kawasan Hokuriku. Untuk menjelajahi rute ini secara hemat, penggunaan Hokuriku Arch Pass sangat dianjurkan dibandingkan harus membeli tiket terpisah atau JR Pass reguler yang harganya semakin tinggi.
Kawasan Kastil Ueda

Daya tarik utama di Ueda adalah benteng era feodal yang selesai dibangun menjelang akhir Periode Sengoku (1467–1603). Kastil ini sempat terkenal karena berhasil menahan gempuran pasukan klan Tokugawa sebanyak dua kali. Walau berukuran relatif kecil untuk ukuran kastil pedesaan, tata letak pertahanan Ueda Castle dirancang dengan sangat cerdik.
Sayangnya bangunan asli benteng ini tidak bertahan hingga era modern. Kompleks tersebut kini telah dialihfungsikan menjadi taman publik bernama Ueda Joseki Park. Pengunjung masih bisa melihat dinding batu aslinya, sementara menara pengawas dan bangunan lainnya merupakan rekonstruksi era modern.
Selain area kastil, sempatkan pula berjalan kaki selama kurang lebih 10 menit menuju Yanagimachi Historic Street. Kawasan pertokoan tempo dulu ini mempertahankan suasana klasik era lampau dan sangat cocok untuk latar foto liburan Anda.
Ueda Sepanjang Musim

Ueda Joseki Park dipenuhi oleh pohon-pohon sakura, sehingga area kastil berubah menjadi lautan warna merah muda pada pertengahan bulan April. Pada periode ini, warga lokal kerap berkumpul untuk menikmati tradisi menikmati keindahan bunga sakura di bawah naungan pohon yang bermekaran.
Di waktu yang sama, Festival Sakura Senbon Ueda juga diselenggarakan, lengkap dengan iluminasi malam hari yang menyinari pepohonan setelah gelap. Selain musim semi, musim panas di Ueda juga menawarkan daya tarik tersendiri, seperti pertunjukan teater Noh pada bulan Agustus serta Festival Kembang Api Shinshu Ueda di tepi Sungai Chikuma.
Menikmati Keindahan Bessho Onsen

Terletak di kawasan pegunungan, kota pemandian air panas Bessho Onsen wajib dikunjungi saat berada di Ueda. Sering dijuluki sebagai Kamakura dari Shinshu, desa lereng bukit ini dipenuhi oleh berbagai situs Buddha kuno dan diklaim sebagai salah satu kawasan onsen tertua di wilayah tersebut.
Bessho Onsen menyimpan beberapa kuil bersejarah yang menarik untuk disinggahi, di antaranya:
- Kitamuki Kannon: Kuil yang didedikasikan untuk dewi welas asih Kannon ini menghadap ke utara, sebuah posisi yang tidak lazim bagi kuil Buddha di Jepang, karena sengaja dipasangkan dengan Zenko-ji di Nagano.
- Anraku-ji: Kuil dari sekte Rinzai Zen ini terkenal berkat pagoda kayu oktagonal bergaya arsitektur Cina dari era Kamakura yang berstatus sebagai harta karun nasional.
- Joraku-ji: Kuil unik yang memiliki atap jerami dan terletak tidak jauh dari Anraku-ji dengan tiket masuk yang sangat terjangkau.
Selain situs religius, Bessho Onsen mempertahankan pesona klasik dengan pemandian umum tradisional seperti Oyu, Ishiyu, dan Daishiyu yang ramah di kantong untuk penggunaan harian.
Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar Ueda

Selain area pusat kota, wilayah sekitar Ueda juga dikaruniai pemandangan alam yang subur dan hijau. Anda bisa berjalan-jalan santai di sepanjang tepi Sungai Chikuma sambil menunggu jadwal kereta.
Beberapa destinasi menarik yang berada tidak jauh dari Ueda meliputi:
- Kuil Ikushima Tarushima: Kuil bernuansa pedesaan yang asri dan dapat terlihat dari jendela kereta Ueda Electric Railway.
- Unno-juku: Kota pos bersejarah di jalur Hokkoku Kaido yang dulunya ramai dilalui para pedagang dan peziarah Buddha.
- Shakuson-ji: Kuil dari sekte Tendai yang dibangun langsung pada tebing curam dan menawarkan pemandangan Gunung Asama yang menakjubkan.
- Museum Open Air Utsukushigahara: Museum luar ruangan di dataran tinggi dengan panorama Pegunungan Alpen Jepang yang memukau.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya seperti Nagano City atau wilayah Hokuriku, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi oyaki, kue kukus/panggang tradisional khas Nagano berisi sayuran atau pasta kacang manis yang menjadi kuliner ikonik setempat.








