Home / Travel / Jurang Kanmangafuchi | Deretan Patung Jizo Misterius di Nikko Pusat

Jurang Kanmangafuchi | Deretan Patung Jizo Misterius di Nikko Pusat

The Kanmangafuchi Abyss

Meskipun bukan lagi destinasi tersembunyi sejak pariwisata Jepang mengalami lonjakan besar, kawasan Nikko di Prefektur Tochigi tetap menawarkan sudut-sudut tenang bagi wisatawan yang ingin menghindari keramaian. Di balik kepopuleran kuil-kuil utamanya, terdapat destinasi seperti jurang Kanmangafuchi yang menyajikan suasana asri dan jauh dari hiruk-pikuk.

Jurang Kanmangafuchi mungkin tidak sepenuhnya asing bagi para pelancong mancanegara, tetapi suasananya selalu berhasil memikat siapa saja yang berkunjung. Deretan patung Jizo berbalut kain merah serta udara hutan yang sejuk menjadikannya tempat ideal untuk bersantai sejenak setelah lelah menjelajahi kompleks kuil Warisan Dunia yang padat pengunjung.

Destinasi ini layak dimasukkan ke dalam daftar kunjungan untuk membuktikan bahwa kawasan Nikko menyimpan lebih banyak daya tarik daripada sekadar kuil Toshogu atau Jembatan Shinkyo. Lokasinya yang berada tidak jauh dari kuil Futarasan dan Taiyuin-byo membuat jurang ini terasa berada di dunia yang berbeda dari pusat keramaian Nikko.

Cara Menuju ke Sana

While Nikko is generally thought of as a mainstream location in Japan, there is ample room for people trying to get away from the crowds to do so if they know about spots like the Kanmangafuchi Abyss.

Bagi pelancong yang berangkat dari Tokyo, jalur paling praktis adalah menumpang kereta ekspres terbatas dari Stasiun Asakusa menuju Stasiun Tobu-Nikko. Jadwal perjalanan dapat dicek terlebih dahulu melalui layanan perencana rute seperti Jorudan untuk mendapatkan opsi tercepat.

Setibanya di Nikko, perjalanan menuju jurang Kanmangafuchi tergolong mudah. Rute favorit banyak pelancong adalah berjalan kaki menuruni lereng dari kuil Futarasan melewati kawasan perumahan yang tenang. Jalur ini sangat membantu, terutama saat musim panas tiba, karena mengurangi jalur naik turun yang melelahkan jika diakses langsung dari area kuil utama.

Bagi yang memilih menggunakan transportasi umum, jaringan bus Tobu menyediakan layanan menuju Chuzen-ji Onsen atau Yumoto Onsen dengan titik pemberhentian di halte Tamozawa. Namun, berjalan kaki tetap menjadi cara terbaik menikmati suasana lokal.

Menjelajahi Lebih Jauh dari Kuil Toshogu

The Kanmangafuchi Abyss has a row of Jizo effigies that line the river. They are only a few minutes away from Rinno-ji temple and the nearest bus stop which is just another reason why this part of Japan has so much to offer.

Daya tarik utama di jurang Kanmangafuchi adalah deretan patung batu yang dikenal sebagai Bake Jizo atau Jizo Hantu. Legenda setempat menyebutkan bahwa jumlah patung ini akan selalu berbeda setiap kali dihitung ulang, entah karena faktor mistis atau akibat patung-patung tua yang tampak menyatu satu sama lain.

Koleksi patung yang tersisa saat ini merupakan sebagian kecil dari sekitar 100 patung Jizo yang disumbangkan pada abad ke-17 oleh pengikut biksu Tenkai. Bencana banjir besar yang melanda aliran Sungai Daiyagawa pada tahun 1902 sempat menghancurkan sebagian bangunan kuil dan melarutkan banyak patung ke dalam sungai.

Kini, sekitar 70 patung Jizo berdiri rapi di sepanjang jalur tepi sungai. Kompleks kuil Jiun-ji dan paviliun Reihikaku yang sempat rusak juga telah dipugar kembali pada abad ke-20, di mana paviliun kecil tersebut masih menyimpan altar batu untuk ritual api Buddha.

Selain nilai sejarahnya, lanskap alam di sekitar jurang ini sangat memukau. Jalur setapak mengikuti aliran Sungai Daiyagawa yang membelah formasi batuan lava dari Gunung Nantai. Pada musim panas, pepohonan hijau lebat menaungi area ini dari teriknya matahari, sementara musim gugur menghadirkan pemandangan daun-daun kemerahan yang sangat ikonik di Nikko.

Aliran Air dari Air Terjun Kegon

In this part of Japan, everything centers around the Daiya River which flows from up in the mountains. Near the upper stream you’ll spot some Sanskrit characters carved into the cliff, said to have been written by Kobo Daishi, the founder of Shingon Buddhism.

Sungai Daiyagawa yang mengalir di sisi jurang Kanmangafuchi terhubung langsung dengan bentang alam terkenal di kawasan Oku-Nikko. Jika ditelusuri ke hulu, aliran air ini berasal dari Danau Chuzen-ji sebelum jatuh menumpah melalui Air Terjun Kegon setinggi 97 meter.

Meskipun secara geografis terhubung dalam satu sistem hidrologi yang sama, pengalaman mengunjungi Danau Chuzen-ji dan jurang Kanmangafuchi terasa sangat berbeda. Air yang meluncur deras dari pegunungan berubah menjadi aliran tenang yang menyusuri celah batuan vulkanik di dekat deretan patung Jizo berbib merah.

Destinasi Menarik di Sekitar Nikko

From the Tobu Nikko Station, you can reach a lot of great hot springs in this part of Japan such as Kinugawa Onsen or Yumoto Onsen. There are ample hotel rooms so book your accommodations here, have an early breakfast and then get out and explore this amazing section of Japan.

Kawasan sekitar Kanmangafuchi juga mencakup Kebun Raya Nikko dan Taman Peninggalan Vila Kekaisaran Nikko Tamozawa yang dapat dicapai dalam waktu singkat berjalan kaki. Berbagai lokasi ini menawarkan alternatif aktivitas yang tenang tanpa harus berdesakan dengan wisatawan di kuil Toshogu.

Bagi pelancong yang ingin memperpanjang masa tinggal, kawasan pegunungan di sekitar Danau Chuzen-ji menawarkan pemandangan spektakuler melalui jalan berliku Irohazaka. Pilihan lainnya adalah menginap di Kinugawa Onsen, sebuah kota pemandian air panas yang dikelilingi penginapan tradisional serta taman bertema zaman Edo Wonderland.

Kawasan pemandian air panas lain seperti Yunishigawa Onsen dan Kawaji Onsen juga layak dikunjungi bagi penikmat sejarah dan keindahan ngarai Ryuokyo. Lebih dari sekadar destinasi kunjungan satu hari, Nikko dapat menjadi titik awal yang sempurna untuk melanjutkan perjalanan menjelajahi wilayah Aizu di Prefektur Fukushima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *