Home / Travel / Panduan Wisata Furano & Biei: 2 Destinasi Musim Panas Terbaik di Hokkaido

Panduan Wisata Furano & Biei: 2 Destinasi Musim Panas Terbaik di Hokkaido

The Flower Fields of Furano Biei

Bagi siapa saja yang pernah berkunjung ke Jepang pada puncak musim panas, cuacanya bisa terasa sangat menyiksa. Kombinasi suhu tinggi dan kelembapan yang tinggi sering kali membuat orang enggan keluar ruangan. Kendati demikian, melewatkan berbagai objek wisata luar ruangan seperti kuil dan tempat suci tentu bukan pilihan yang bijak. Untungnya, ada cara jitu untuk menghindari teriknya cuaca tersebut, yaitu dengan bertolak ke prefektur paling utara Jepang, Hokkaido.

Hokkaido ibarat seekor gajah besar yang mustahil dihabiskan dalam sekali santap. Wilayah ini harus dijelajahi melalui banyak perjalanan. Suasana Hokkaido di musim dingin tentu sangat berbeda dengan musim panasnya yang relatif lebih menyenangkan. Oleh karena itu, Anda perlu berkunjung berkali-kali jika ingin benar-benar mengeksplorasi seluruh sudut prefektur ini karena ada begitu banyak hal menarik yang ditawarkan.

Salah satu kawasan di Hokkaido tengah yang sangat populer saat musim panas adalah Furano dan Biei. Menawarkan hamparan ladang bunga yang sangat fotogenik, kedua kota ini siap memberikan kenangan yang tak terlupakan. Daripada harus berdesakan di Kyoto yang sangat panas pada bulan Juli dan Agustus, mengunjungi keindahan alam di jantung Hokkaido ini adalah alternatif sempurna untuk melihat sisi lain Jepang yang jarang dijamah wisatawan asing.

Cara Menuju ke Sana

Asahikawa Airport

Sebelum membahas keindahan alamnya, penting untuk memahami logistik perjalanan ke kawasan ini. Berbeda dengan wilayah lain di Jepang, Hokkaido paling efisien diakses menggunakan pesawat. Meskipun wilayah selatan seperti Hakodate dapat dijangkau dengan kereta Shinkansen, terbang langsung ke bandara terdekat adalah pilihan terbaik.

Cara tercepat untuk mencapai Furano dan Biei adalah dengan memesan penerbangan domestik menggunakan JAL atau Air Do menuju Bandara Asahikawa, yang terletak tidak jauh dari perbatasan kota Furano. Alternatif lainnya adalah mendarat di Sapporo, menyewa mobil, dan melanjutkan perjalanan darat selama kurang lebih dua jam menyusuri pemandangan yang indah.

Menyewa mobil sangat disarankan jika Anda ingin leluasa menjelajahi perbukitan dan ladang luas di Biei dan Furano. Meskipun tersedia bus wisata dan transportasi umum seperti Jalur Kereta JR Furano, jadwalnya yang terbatas membuat mobilitas menjadi kurang fleksibel mengingat jarak antar objek wisata yang cukup berjauhan.

Bagi yang tidak ingin menyewa mobil, sepeda elektrik menjadi solusi alternatif yang populer. Anda bisa naik kereta dari bandara menuju Stasiun Lavender-Batake yang hanya beroperasi saat musim panas, menitipkan bagasi, lalu menyewa sepeda untuk berkeliling.

Keindahan Ladang Bunga di Furano

The Flower Fields of Furano

Daya tarik utama Furano dan Biei saat musim panas adalah hamparan ladang bunganya yang memukau. Seiring meningkatnya suhu udara, padang lavender dan berbagai bunga lainnya mulai bermekaran dengan warna-warna cerah. Mulai bulan Juni, Anda dapat menyaksikan bunga lobak, poppy, dan lupin, yang kemudian diikuti oleh lili, bunga matahari, salvia, serta cosmos pada bulan Juli dan Agustus.

Salah satu destinasi terbaik untuk menikmati pemandangan ini adalah Farm Tomita. Berlatar belakang Pegunungan Tokachi, ladang lavender dan bunga warna-warni di sini bebas dikunjungi oleh wisatawan. Waktu terbaik untuk melihat lavender yang sedang mekar penuh adalah dari pertengahan Juni hingga awal Juli. Karena area ini tutup pukul 5 sore, disarankan untuk datang pagi hari.

Selain lokasi utamanya, Farm Tomita juga mengelola Lavender East yang terletak sekitar empat kilometer ke arah timur. Dengan area seluas lebih dari 14 hektar, pengunjung dapat berkeliling menggunakan traktor khusus bernama Lavender Bus untuk menyusuri lautan bunga ungu tersebut.

Destinasi menarik lainnya di Furano adalah Taman Hinode yang menawarkan karpet lavender serta pemandangan matahari terbenam yang luar biasa, serta Flower Land Kamifurano yang menyuguhkan ladang bunga matahari berlatar pegunungan.

Resor Ski Furano dan Ningle Terrace

Ningle Terrace

Kunjungan ke Furano belum lengkap tanpa singgah di Ningle Terrace. Terletak di dekat New Furano Prince Hotel, kompleks ini terdiri dari jajaran pondok kayu bergaya ruko kecil di tengah hutan yang dikelilingi pepohonan rindang. Di dalamnya terdapat berbagai gerai yang menjual kerajinan tangan tradisional. Suasana magis di tempat ini terasa sangat menenangkan di segala musim.

Meskipun dikenal dengan kebun bunganya di musim panas, Resor Ski Furano juga merupakan salah satu destinasi ski terbaik di Hokkaido saat musim dingin. Menginap di New Furano Prince Hotel memungkinkan Anda menikmati aktivitas ski seharian penuh sebelum berjalan-jalan ke Ningle Terrace di malam hari, di mana lampu-lampu temaram menciptakan suasana romantis di tengah salju.

Ladang Bunga Biei dan Kolam Biru

Shirogane Blue Pond

Bergeser ke utara Furano terdapat kota Biei dengan lanskap alam yang tidak kalah menawan. Daya tarik utamanya mencakup Bukit Shikisai (Shikisai-no-Oka) dan Shirogane Blue Pond. Berbeda dengan Furano yang ladang bunganya cenderung mengumpul di lembah, titik-titik wisata di Biei letaknya agak berjauhan sehingga kendaraan pribadi sangat diandalkan.

Bukit Shikisai menawarkan taman bunga luas dengan warna yang tersusun rapi, lengkap dengan peternakan alpaka kecil yang ramah anak. Sementara itu, Shirogane Blue Pond yang terletak dekat Shirogane Onsen terkenal berkat warna airnya yang biru alami akibat kandungan mineral terlarut. Tempat ini semakin mendunia setelah fotonya digunakan sebagai salah satu latar belakang layar bawaan perangkat Apple pada tahun 2012.

Destinasi lain yang tak kalah menarik di Biei adalah Patchwork Road dan Zerubu Hill, serta beberapa pohon ikonik yang kerap muncul dalam iklan komersial maupun kemasan produk.

Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar

The Heso Festival

Kawasan Furano dan Biei masih menyimpan banyak permata tersembunyi lainnya, seperti Pabrik Anggur Furano dan Pabrik Keju Furano. Jika berkunjung pada akhir Juli, Anda bisa menyaksikan Festival Heso atau “Festival Pusar”, sebuah perayaan unik yang merayakan posisi geografis Furano sebagai pusat atau pusar pulau Hokkaido.

Bagi pelancong yang datang pada musim dingin, lanskap bersalju di Biei menawarkan objek foto yang luar biasa indah bagi para fotografer lanskap. Selain itu, Anda juga dapat memperluas cakupan liburan dengan mengunjungi Asahikawa, kota terbesar kedua di Hokkaido yang terkenal dengan Kebun Binatang Asahiyama serta pusat budaya masyarakat adat Ainu.

Secara keseluruhan, merencanakan perjalanan darat dari Sapporo menuju Furano dan Biei selama beberapa hari adalah cara terbaik untuk menikmati bentang alam Hokkaido yang luas secara maksimal. Selamat merencanakan petualangan Anda berikutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *