Home / Travel / Pusaran Air Naruto, Destinasi Wajib Kunjung di Prefektur Tokushima

Pusaran Air Naruto, Destinasi Wajib Kunjung di Prefektur Tokushima

The Great Naruto Bridge Whirlpools

Membahas mengenai Naruto, yang tentu saja bukan shinobi atau Jinchuriki rubah ekor sembilan Kurama, wilayah yang dimaksud adalah sebuah kota di Prefektur Tokushima yang terkenal dengan fenomena pusaran air raksasa di bawah Jembatan Great Naruto. Selat yang membentang antara Shikoku dan pulau Awaji ini memiliki salah satu dari tiga arus pasang surut tercepat di dunia, sejajar dengan Selat Messina di Italia dan Seymour Narrows di Kanada. Fenomena alam ini tercipta akibat interaksi pasang surut air laut antara Laut Pedalaman Seto dan Selat Kii, menjadikannya salah satu pemandangan wajib saat berkunjung ke Tokushima.

Karakteristik wilayah Setouchi sangat dipengaruhi oleh dinamika pasang surut air laut. Laut Pedalaman Seto yang terletak di antara pulau utama Honshu dan Shikoku hanya memiliki empat titik akses bagi air laut dari Samudra Pasifik. Kondisi ini menciptakan selisih pasang surut yang sangat tinggi. Sejak masa lampau, para pelaut kerap harus menunggu air tenang di kota-kota seperti Tomonoura, sebuah kebiasaan penuh kesabaran yang membentuk pola hidup masyarakat setempat. Hingga kini, teknologi modern pun masih kesulitan melawan arus kencang di kawasan ini.

Kondisi geografis tersebut berkaitan erat dengan pusaran air Naruto, mengingat Selat Naruto adalah salah satu dari empat celah keluar masuknya air di Laut Pedalaman Seto. Dengan lebar hanya sekitar 1,3 kilometer, volume air laut yang masif harus menerobos celah sempit antara Shikoku dan pulau Awaji di Prefektur Hyogo. Airnya dapat mengalir dengan kecepatan 13 hingga 15 kilometer per jam sebanyak empat kali sehari, bahkan mencapai 20 kilometer per jam pada musim semi ketika arus mencapai puncaknya, menciptakan pusaran air berukuran raksasa.

Selain pusaran airnya yang memukau, Naruto juga menawarkan berbagai destinasi menarik lainnya. Pengunjung dapat menikmati jalur pendakian menuju berbagai titik pemandangan yang menghadap ke Jembatan Great Naruto, atau mengunjungi Otsuka Museum of Art. Fasilitas seni ini menyimpan koleksi karya luar biasa dari berbagai era sejarah. Berbagai daya tarik ini menjadikan Naruto sebagai destinasi liburan sehari yang sempurna dari Kota Tokushima dan tempat yang patut masuk dalam daftar kunjungan di Shikoku.

Cara Menuju ke Sana

Tokushima Prefecture is a large and spread out place but Tokushima Station is the main transportation hub for getting around. People heading to Naruto will likely want to catch a bus from in front of the station as it’s the easiest way to get there.

Logistika perjalanan menuju Naruto bergantung pada titik keberangkatan Anda. Selat Naruto terletak di antara Prefektur Hyogo dan Tokushima, sehingga ada beberapa rute yang bisa dipilih. Bus jalan raya dari wilayah Kansai umumnya melintasi Jembatan Great Naruto dan berhenti di Naruto Park, sebuah kawasan yang mencakup area pusaran air, jalur pejalan kaki, serta titik pengamatan. Halte bus Naruto Koen-guchi biasanya menjadi titik kedatangan utama bagi pelancong dari Kansai maupun bagian lain di Tokushima.

Jika Anda berangkat dari Kota Tokushima alih-alih Osaka atau Kyoto, Anda bisa naik bus dari depan Stasiun Tokushima. Aplikasi seperti Google Maps sangat diandalkan untuk mengecek jadwal bus menuju Naruto Park. Pengalaman perjalanan sering kali dimulai dengan naik bus pagi menuju Stasiun Naruto, kemudian melanjutkan dengan bus lokal untuk mencapai area taman.

Bagi yang ingin menginap, AoAwo Naruto Resort merupakan akomodasi bintang empat yang terletak di dekat pantai, lengkap dengan kolam renang luar ruangan, taman, dan area pantai pribadi. Resor ini berada dalam jarak jalan kaki dari Naruto Park dan Otsuka Museum of Art, serta memiliki halte bus tepat di depannya. Pilihan akomodasi tradisional berupa ryokan juga tersedia bagi pelancong yang mencari suasana lebih tenang.

Berlayar dengan Aqua Eddy

The best way to see the whirlpools of Naruto in Tokushima Prefecture is to take the Aqua Eddy out to them. This small boat has glass windows in its hull enabling you to see the violent vortices from below.

Menikmati pusaran air Selat Naruto secara langsung dari dekat dapat dilakukan dengan mengikuti tur kapal pesiar. Aqua Eddy merupakan salah satu pilihan terbaik menggunakan kapal berkecepatan tinggi yang dirancang khusus untuk menavigasi arus kuat selat tersebut. Kapal ini dilengkapi jendela pandang bawah air di bagian lambungnya, memungkinkan penumpang melihat pusaran air yang bergejolak dari bawah permukaan secara langsung.

Waktu keberangkatan pelayaran sangat bergantung pada siklus pasang surut air laut. Pusaran air hanya terbentuk saat air aktif bergerak antara Laut Pedalaman Seto dan Selat Kii. Di luar waktu tersebut, perairan Selat Naruto tampak cukup tenang. Oleh karena itu, jadwal kapal wisata disesuaikan dengan perubahan pasang surut, dan pengunjung disarankan memeriksa prakiraan pusaran air terlebih dahulu.

Bagi wisatawan yang menghindari kapal berukuran kecil atau ingin sensasi yang lebih tenang, tersedia pula kapal pesiar yang lebih besar dan stabil. Meski demikian, Aqua Eddy tetap aman dan sangat diminati karena ukurannya yang kecil memungkinkannya mendekati pusat pusaran air secara lebih dekat. Tiket kapal dapat dibeli di terminal keberangkatan dekat pelabuhan Naruto Park, yang mudah dijangkau menggunakan bus lokal dari Stasiun Naruto.

Jalur Pejalan Kaki Uzu-no-Michi

While a boat like the Aqua Eddy will get you up close to the whirlpools of Naruto, another great option is the Uzu-no-Michi Walkway. From high up above, you can look down and see the chaos caused by so much water flowing into and out of the Seto Inland Sea.

Selain menyusuri selat dengan kapal, pengunjung dapat menikmati pemandangan dari daratan di Naruto Park. Tempat terbaik untuk menyaksikan pusaran air dari ketinggian adalah Jembatan Pejalan Kaki Uzu-no-Michi yang berada tepat di bawah struktur Jembatan Great Naruto. Jalur tertutup ini dilengkapi panel lantai kaca transparan, memberikan pemandangan langsung ke arah air yang menderu di bawahnya tanpa harus naik ke atas perairan.

Terletak sekitar 45 meter di atas permukaan air, Uzu-no-Michi menawarkan sudut pandang yang dramatis. Lokasi ini dapat dicapai dengan berjalan kaki menanjak selama beberapa menit dari halte bus terdekat di dalam taman. Selain jalur ini, Naruto Park juga menyediakan beberapa titik observasi seperti Senjojiki Observatory dan Eska Hill yang dapat diakses menggunakan eskalator berbayar sepanjang 68 meter.

Kawasan taman ini juga mencakup Great Naruto Bridge Museum Eddy yang mengulas sejarah pembangunan jembatan serta ilmu di balik pembentukan pusaran air, serta mengarah langsung ke lokasi Otsuka Museum of Art.

Otsuka Museum of Art

The Otsuka Museum of Art is located in Tokushima Prefecture and might well be one of the most breathtaking art museums in all of Japan. Inside the site, the dreams of many artists from various time periods are all capture in faithful reproductions of Western masterpieces.

Terletak di ujung selatan Naruto Park, Otsuka Museum of Art menyuguhkan pengalaman seni yang unik di Prefektur Tokushima. Alih-alih memajang lukisan asli, museum ini menampilkan replika keramik berskala penuh yang sangat detail dari berbagai karya agung seni barat. Koleksinya mencakup reproduksi fresko kuno hingga mahakarya Renaisans dan seni modern, yang dibuat menggunakan teknik pencitraan resolusi tinggi dan pembakaran khusus untuk merayakan hari jadi ke-75 Otsuka Group.

Keberadaan replika berkualitas tinggi ini memungkinkan pengunjung menikmati karya-karya terkenal dunia seperti Mona Lisa karya Leonardo da Vinci, The Creation of Adam karya Michelangelo, hingga Girl with a Pearl Earring karya Johannes Vermeer dalam satu lokasi yang sama. Tata ruang museum dirancang berdasarkan era dan gerakan artistik, memberikan kesan seolah sedang menjelajahi sejarah seni rupa Eropa secara utuh.

Museum ini berada dalam jarak jalan kaki dari berbagai titik pengamatan di Naruto Park dan menjadi lokasi penutup yang ideal sebelum kembali ke Kota Tokushima, mengingat bus menuju stasiun beroperasi dari dekat pintu masuk museum.

Kembali ke Kota Tokushima

Sakura and a group of female adults perform the Awa Odori which is integral to the identity of this part of Japan. When visiting Tokushima Prefecture, catching a performance at the Awa Odori Kaikan is a must.

Bagi pelancong yang menjadikan Kota Tokushima sebagai basis kunjungan ke Naruto, terdapat beberapa atraksi menarik yang patut disinggahi. Awa Odori Kaikan adalah tempat utama untuk menyaksikan pertunjukan Awa Odori, tarian tradisional yang menjadi simbol budaya Tokushima. Pertunjukan terakhir biasanya dijadwalkan sekitar pukul 16.00 sore, sehingga agenda ini sebaiknya dipadukan secara cermat dengan jadwal kunjungan ke Naruto.

Aktivitas lain yang patut dicoba adalah pewarnaan indigo Awa, kerajinan tradisional yang berkembang sejak periode Edo. Lokakarya langsung pembuatan kain celup indigo dapat diikuti di Aizome Kobo Ruafu yang berjarak jalan kaki dari Stasiun Tokushima. Selain itu, terdapat pula Situs Kastil Tokushima dan museumnya yang menceritakan sejarah klan Hachisuka, serta Taman Istana Tokushima Omote yang menawarkan lanskap tradisional yang tenang.

Sebagai penutup eksplorasi di pusat kota, Gunung Bizan menyuguhkan panorama Kota Tokushima dari ketinggian. Nama gunung ini berasal dari bentuk puncaknya yang menyerupai alis mata, menjadikannya salah satu landmark paling ikonis di wilayah tersebut.

Atraksi Lain di Sekitar Tokushima

In addition to the whirlpools of Naruto, there is a lot more to Tokushima Prefecture than just the Awa Odori. For example, the Iya Valley is a site where defeated members of the Taira clan hid for centuries and is so rural that it is often referred to to as the “Tibet of Japan” in English.

Prefektur Tokushima menyimpan lebih banyak destinasi menarik di luar kawasan Naruto dan Kota Tokushima. Perjalanan dapat diperluas dengan singgah di Ryosen-ji, kuil pertama dari rangkaian Ziarah 88 Kuil Shikoku atau yang dikenal sebagai Ohenro. Kuil-kuil bersejarah lain seperti Tairyu-ji dan Yakuo-ji juga memegang peran penting dalam jalur spiritual para peziarah di pulau ini.

Destinasi lain yang memukau adalah Lembah Iya, wilayah pegunungan terpencil yang dijuluki sebagai “Tibet-nya Jepang”. Kawasan lembah curam dan sungai yang berliku ini konon menjadi tempat persembunyian sisa-sisa anggota klan Taira setelah kekalahan mereka dalam Perang Genpei pada abad ke-12. Jembatan gantung dari tanaman merambat, Iya Kazurabashi, serta pemandangan alam liar menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari sisi tradisional Jepang.

Pulau Awaji yang berada di seberang Jembatan Great Naruto juga mudah dijangkau bagi pelancong yang berkendara menuju wilayah Kansai. Pulau ini menawarkan pemandangan pesisir, kuliner hidangan laut segar, taman bertema Naruto x Boruto di Nijigen-no-Mori, hingga kompleks arsitektur karya Tadao Ando, yang melengkapi petualangan di sekitar Laut Pedalaman Seto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *