Chikubushima adalah sebuah pulau terpencil yang terletak di tengah Danau Biwa, danau terbesar di Jepang. Pulau ini diakui secara nasional sebagai Tempat Pemandangan Indah sekaligus Situs Bersejarah. Sebagai tempat yang kaya akan nilai spiritual sejak zaman dahulu, pulau ini memiliki Tsukubusuma Shrine yang konon didirikan pada tahun 420, serta kuil Hogon-ji yang dibangun pada tahun 724 atas perintah kaisar yang mewakili keinginan dewi matahari, Amaterasu Omikami.
Baik kuil Shinto maupun Buddha di pulau ini sama-sama memuja dewi Benzaiten. Sebagai dewi keberuntungan, kelancaran berbicara, dan musik, Benzaiten diyakini pernah tinggal di Chikubushima pada masa lampau, menjadikannya salah satu dari tiga situs pemujaan utama untuk sang dewi di Jepang selain Enoshima dan Miyajima.

Selain cerita legenda, Chikubushima menyimpan banyak artefak bersejarah. Gerbang Karamon di pulau ini misalnya, berasal dari sebuah kuil terkenal di Kyoto yang kemudian dipindahkan pada tahun 1602 selama renovasi fasilitas kuil. Pengunjung juga dapat menjumpai pagoda batu bertingkat lima yang konon berasal dari Gunung Hiei.
Pulau ini menawarkan daya tarik bagi keluarga maupun para pecinta sejarah. Namun, bersiaplah untuk menaiki banyak anak tangga demi mencapai berbagai titik menarik di pulau ini.
Cara Menuju ke Sana

Perjalanan menuju Chikubushima membutuhkan sedikit usaha karena letaknya di tengah Danau Biwa. Rute air tersedia dari beberapa kota pelabuhan, tetapi kota Nagahama menjadi titik keberangkatan yang paling direkomendasikan.
Untuk memulai perjalanan dari Kyoto, Anda bisa naik Jalur Biwako menuju Stasiun Nagahama. Bagi pelancong yang datang dari Tokyo, kereta peluru (shinkansen) yang berhenti di hub Maibara terdekat merupakan pilihan yang tepat.

Setibanya di Nagahama, Anda hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit dari stasiun menuju dermaga. Biaya tiket feri pulang-pergi ke pulau ini sekitar 3.000 yen per orang dengan keberangkatan setiap 75 menit sekali. Perhatikan bahwa feri terakhir meninggalkan Chikubushima pada pukul 15.50.
Selain dari Nagahama, pelayaran menuju Chikubushima juga tersedia dari Hikone dan Otsu, meski akses pelabuhannya cukup terbatas.
Tiba di Pelabuhan Chikubushima

Feri akan berlabuh di sebuah teluk kecil di pulau ini. Tepat setelah turun, Anda akan disambut oleh beberapa toko suvenir dan minuman dingin. Mengingat batas waktu kapal sore hari, disarankan untuk segera menjelajahi area pulau terlebih dahulu.
Pengunjung diwajibkan membayar biaya masuk tambahan sebesar 400 yen yang dapat dibeli melalui mesin tiket otomatis guna mendukung pelestarian warisan budaya pulau ini.

Setelah membayar tiket masuk, Anda akan langsung berhadapan dengan deretan anak tangga batu tinggi yang disebut Inori-no-Ishidan atau “Tangga Batu Doa”. Tangga berjumlah 165 buah ini dulunya dilalui oleh para peziarah yang menuju kompleks kuil Hogon-ji.
Bagi yang ingin menghindari kelelahan fisik, tersedia jalur setapak alternatif di sisi kanan setelah beberapa anak tangga pertama.
Menjelajahi Kuil Benzaiten

Kuil Shinto di Chikubushima dikenal sebagai Tsukubusuma Shrine. Aula utama kuil ini dibangun menggunakan bagian-bagian dari kastil Toyotomi Hideyoshi, khususnya ruangan Higure Goten yang dahulu dirancang untuk menjamu kaisar.

Di dekat aula utama terdapat pondok Ryujin Haisho yang menghadap ke arah air dan didedikasikan untuk dewa naga Ryujin. Tempat ini terkenal dengan ritual Kawarake Nage, di mana peserta melempar dua piring tanah liat ke arah gerbang torii. Piring pertama ditulisi nama, sedangkan piring kedua ditulisi sebuah permohonan khusus dengan harapan dewa naga akan mewujudkannya jika lemparan tersebut berhasil melewati gerbang.
Keajaiban Kuno Chikubushima

Tsukubusuma Shrine terhubung dengan area berikutnya melalui koridor Funa Roka, yang dibangun menggunakan atap kapal pesiar Hideyoshi yang bernama Nihonmaru.

Di ujung koridor terdapat Kannon-do, sebuah aula yang menandai titik ketiga puluh dari rangkaian tiga puluh tiga lokasi ziarah regional. Saat ini, aula Kannon-do dan gerbang Karamon tengah menjalani proses restorasi intensif.
Catatan: Pekerjaan restorasi kini telah selesai dan gerbang Karamon telah kembali ke bentuk aslinya.

Pengunjung juga dapat melihat patung Buddha kayu di area terbuka. Legenda setempat percaya bahwa mengusap bagian patung yang sesuai dengan bagian tubuh yang terasa sakit dapat meredakan rasa sakit tersebut.
Kuil Benzaiten

Kuil Buddha Hogon-ji didirikan pada abad ke-8 atas perintah kaisar dan struktur yang berdiri saat ini berasal dari tahun 1942. Serupa dengan Tsukubusuma Shrine, kuil ini juga mendedikasikan tempatnya untuk Benzaiten.

Daya tarik utama di Hogon-ji adalah Benten-sama no Shiawase Negai Daruma. Pengunjung dapat menuliskan permohonan pada selembar kertas, memasukkannya ke dalam boneka Daruma kecil, lalu meninggalkannya di area kuil setelah membayar biaya administrasi kepada biksu.
Aula Harta Karun yang Wajib Dikunjungi

Dengan biaya masuk tambahan sebesar 300 yen, aula harta karun Chikubushima menampilkan berbagai artefak kuno yang menakjubkan. Fotografi dilarang di dalam ruangan ini. Pengunjung yang memahami bahasa Jepang juga dapat berbincang dengan para petugas paruh baya yang sangat memahami sejarah barang-barang antik di sana. Aula ini terletak di samping pagoda tiga lantai yang menjadi mahkota pulau tersebut.
Atraksi Lain di Sekitar
Perjalanan ke Chikubushima dapat dipadukan dengan kunjungan ke Kastil Hikone atau menjelajahi kawasan Nagahama yang menawarkan bangunan-bangunan bersejarah tempo dulu.

Beberapa lokasi menarik yang patut dikunjungi di Nagahama meliputi pusat kerajinan kaca Kurokabe Square dan Kaiyodo Figure Museum yang terletak di sepanjang jalan perbelanjaan Shotengai.








