Home / Travel / Balada Usa Jingu: Warisan Semenanjung Kunisaki

Balada Usa Jingu: Warisan Semenanjung Kunisaki

Monks Priests of the Rokugo Manzan Meet at Usa Jingu

Mari kita menyelami lembaran sejarah yang jarang diungkap mengenai Usa Jingu di Prefektur Oita. Kisah tragis di balik kuil yang luar biasa ini menyimpan banyak rahasia masa lalu yang sangat menarik bagi para pecinta sejarah.

Sebagai kuil utama dari lebih 40.000 tempat pemujaan di seluruh Jepang yang mendedikasikan diri kepada Hachiman—dewa perang dan panahan—Usa Jingu memegang peranan penting. Nama Hachiman sendiri secara harfiah berarti “Dewa Delapan Panji”, merujuk pada delapan panji surgawi yang menandai kelahiran Emperor Ojin, yang kemudian di-dewakan setelah kematiannya.

Dewa ini dianggap sebagai pelindung suci bagi Jepang, rakyatnya, dan keluarga kekaisaran. Meskipun menguasai seni peperangan, simbol dan utusan Hachiman justru adalah seekor burung merpati. Keunikan ini berasal dari akar sinkretisme Hachiman, di mana unsur Shinto dan Buddha berpadu secara harmonis. Bukti menunjukkan bahwa hubungan simbiosis ini bermula di Usa Jingu, di mana hingga kini masih terdapat banyak elemen Buddhis yang jarang ditemukan di kuil Shinto murni.

Ketika Buddhisme tiba di Jepang dari Semenanjung Korea melalui Kyushu pada periode Asuka (538–710), para biksu dan pendeta Shinto lokal mulai bekerja sama. Pendeta Shinto yang menguasai wilayah luas memerlukan bantuan dalam hal penulisan dan arsitektur, yang dengan senang hati disediakan oleh para biksu Buddha demi pengaruh keagamaan.

Kolaborasi ini melahirkan sebuah kekuatan politik bernama Rokugo Manzan, yang berarti “Enam Desa”, merujuk pada lembah-lembah di sekitar Gunung Futago di Semenanjung Kunisaki. Pada masa kejayaannya, kelompok ini bahkan menguasai sebagian besar lahan pertanian produktif di Kyushu.

Cara Menuju ke Sana

Kuil Usa Jingu terletak di gerbang masuk Semenanjung Kunisaki, Oita. Meskipun wilayah pedesaan ini memiliki akses transportasi umum yang cukup menantang, Usa Jingu masih dapat dicapai dengan kombinasi kereta dan bus. Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi sisa-sisa budaya Rokugo Manzan secara lebih mendalam, disarankan untuk menyewa mobil atau menggunakan pemandu wisata lokal.

Untuk mencapai Prefektur Oita, pengunjung dapat mengambil penerbangan langsung atau menggunakan kereta Ltd. Express Sonic dari Fukuoka bagi yang ingin menikmati pemandangan alam Kyushu secara lebih santai.

Kisah Tragis di Balik Usa Jingu

Kyoto’s Iwashimizu Hachimangu, a branch shrine of Usa Jingu in Oita Prefecture

Untuk memahami kelanjutan sejarah Usa Jingu, kita perlu melihat kuil cabang Hachiman bernama Iwashimizu Hachimangu di pinggiran Kyoto. Didirikan pada tahun 859 atas perintah Emperor Seiwa, kuil ini dibangun setelah seorang biksu Buddha menyampaikan keinginan Hachiman untuk berada lebih dekat dengan ibu kota.

Jiwa dewa tersebut dibagi antara Usa Jingu di Kyushu dan Iwashimizu Hachimangu di Kyoto. Selama periode Heian (794–1185), cabang Kyoto ini berkembang pesat berkat dukungan keluarga kekaisaran dan klan Minamoto yang berada di bawah perlindungan Hachiman.

Jauh sebelum itu, pada abad ke-8, roh Hachiman juga pernah dibawa dari Kyushu ke Nara saat pembangunan patung Buddha besar Todai-ji. Peristiwa ini diyakini sebagai asal mula penggunaan mikoshi atau kuil portabel dalam tradisi festival di Jepang.

Perang Genpei dan Nasib Usa Jingu

Classical Japanese screen painting depicting a battle scene from the Genpei War, featuring mounted samurai, archers, and banners in a dynamic clash of the Taira and Minamoto clans.

Konflik besar pecah melalui Perang Genpei, sebuah pertikaian panjang antara klan Taira dan klan Minamoto selama lima tahun pertumpahan darah. Setelah klan Minamoto keluar sebagai pemenang, mereka mendirikan Keshogunan Kamakura di Jepang bagian timur dan menggeser pusat kekuasaan dari kendali langsung kaisar.

Klan Minamoto kemudian mendirikan Tsurugaoka Hachimangu di Kamakura dan memindahkan roh Hachiman dari Iwashimizu Hachimangu di Kyoto. Sejak saat itu, pemujaan terhadap Hachiman menjadi norma di kalangan kelas samurai yang sedang naik daun.

Bagaimana Sejarah Usa Jingu Ditulis Ulang

Diagram showing the historical movement of Hachiman's spirit between Usa Jingu, Iwashimizu Hachimangu, and Tsurugaoka Hachimangu.

Keshogunan Kamakura memilih untuk memindahkan roh Hachiman dari Iwashimizu Hachimangu alih-alih dari Usa Jingu karena alasan politik yang krusial. Iwashimizu Hachimangu mendukung klan Minamoto, sementara Usa Jingu memiliki hubungan erat dengan klan Taira. Setelah kalah di ibu kota, sebagian anggota klan Taira melarikan diri ke Prefektur Oita dan meminta perlindungan dari kelompok Rokugo Manzan.

Melihat aliansi berbahaya ini, Minamoto no Yoritomo memimpin pasukannya langsung menuju Kyushu untuk menumpas sisa-sisa klan Taira dan kekuatan Rokugo Manzan di Usa Jingu.

Kemarahan Klan Minamoto

A folding screen depiction of the samurai leader Minamoto no Yoritomo in full armor, surrounded by retainers and set against a stylized background of pine trees. This was the man responsible for the destruction of Usa Jingu.

Pasukan Minamoto yang jauh lebih kuat berhasil mengalahkan aliansi Taira dan Rokugo Manzan, lalu membakar seluruh kompleks Usa Jingu hingga rata dengan tanah. Tidak hanya itu, mereka juga memusnahkan berbagai catatan sejarah mengenai Rokugo Manzan, sehingga keberadaan polity tersebut seolah lenyap dari sejarah.

Kendati demikian, karena Hachiman adalah dewa pelindung klan Minamoto dan akar spiritual dari Tsurugaoka Hachimangu berasal dari sana, para pendeta akhirnya diizinkan untuk membangun kembali kuil tersebut—meskipun tanpa dukungan dana publik. Keputusan ini menandai akhir dari kejayaan kolektif Rokugo Manzan.

Kisah tersembunyi ini dapat terungkap berkat ketekunan para peneliti lokal seperti Ono Tatsuhiro dari Asosiasi Pariwisata Usa, yang telah mendedikasikan waktu puluhan tahun untuk menyatukan kembali kepingan sejarah yang hilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *