Home / Travel / Menjelajah Shigisan Chogosonshi-ji, Permata Tersembunyi di Puncak Gunung Nara

Menjelajah Shigisan Chogosonshi-ji, Permata Tersembunyi di Puncak Gunung Nara

Sunrise from Shigisan Chogosonshi ji in Nara

Bagi banyak pelancong, Prefektur Nara sering kali dianggap sebagai destinasi yang sudah sepenuhnya dijelajahi. Namun, selalu ada saja tempat tersembunyi yang luput dari perhatian, seperti pengalaman bermalam di Shigisan Chogosonshi-ji yang terletak di Gunung Shigi (Mt. Shigi). Kompleks kuil Buddha di puncak gunung ini menyimpan sejarah panjang yang kerap terlewat oleh wisatawan mancanegara.

Asal-usul Shigisan Chogosonshi-ji dapat ditarik kembali hingga abad ke-6. Berdasarkan legenda, Pangeran Shotoku datang ke tempat ini untuk memohon kemenangan kepada Bishamonten, dewa pelindung Buddha yang perkasa. Doa tersebut dipanjatkan tepat pada tahun, hari, dan jam macan. Setelah berhasil memenangkan pertempuran, sebuah kuil didirikan di Gunung Shigi, yang kemudian berkembang menjadi kompleks kuil yang megah seperti sekarang.

Hubungan kuil ini dengan harimau dan dewa Bishamonten tetap dijaga hingga hari ini. Berbagai ornamen dan atribut bertema macan dapat ditemukan di seluruh area kompleks. Selain menjadi pusat pelatihan bagi para pertapa gunung, tempat ini juga menjadi latar belakang dari berbagai cerita rakyat, termasuk kisah biksu mistis yang dermawan dalam gulungan bergambar Shigisan-Engi-Emaki.

Menghabiskan malam di salah satu penginapan kuil atau shukubo di Gunung Shigi adalah cara terbaik untuk melengkapi perjalanan di Nara, mengingat banyaknya objek wisata menarik yang sulit dijelajahi hanya dalam waktu satu hari.

Cara Menuju ke Sana

The view of a bridge on Mount Shigi that you can bungee jump from

Mengunjungi Shigisan Chogosonshi-ji tanpa kendaraan sewaan memang memerlukan sedikit usaha ekstra. Cara paling praktis adalah dengan naik taksi dari Stasiun Oji. Meskipun biayanya lebih mahal untuk perjalanan pulang pergi, opsi ini jauh lebih nyaman daripada pusing memikirkan transportasi umum menuju puncak gunung.

Bagi yang ingin berhemat, tersedia pilihan bus umum dari Stasiun Oji menuju Gunung Shigi. Kendalanya terletak pada jadwal bus terakhir yang biasanya berangkat sekitar pukul 18.30. Waktu yang cukup awal ini tentu dapat membatasi kebebasan waktu Anda selama berwisata.

Berikut adalah alamat lengkap kompleks kuil dalam bahasa Inggris dan Jepang untuk memudahkan perjalanan Anda:

2280–1 Shigisan Heguri-cho Ikoma-gun
生駒郡平群町信貴山2280–1

Area Kompleks Kuil Shigisan Chogosonshi-ji

Fukutora, a giant papier-mâché tiger that is a protector of Mount Shigi

Sering dijuluki sebagai “Kuil Harimau”, Shigisan Chogosonshi-ji menempati sebagian besar area Gunung Shigi. Pengunjung akan langsung disambut oleh patung harimau papier-mâché raksasa bernama Fukutora, yang diklaim sebagai patung sejenis terbesar di dunia. Patung ini berdiri gagah dengan latar belakang aula utama di atas tebing.

Tidak jauh dari sana, terdapat terowongan berbentuk harimau yang dicat cerah bernama Santora-no-Fuku Tainai Meguri. Pengunjung harus berjalan dalam gulita untuk mencapai kuil Inari kecil di ujung terowongan, sambil mencari kunci besi besar yang dipercaya dapat mengabulkan permohonan.

Lebih jauh ke dalam kompleks, terdapat berbagai sub-kuil dan aula utama yang berdiri di atas pilar-pilar kokoh menjorok ke tebing, menawarkan pemandangan panorama Prefektur Nara dari ketinggian. Jalur pendakian menuju puncak Gunung Shigi juga menawarkan pemandangan indah serta atmosfer yang tenang dengan deretan gerbang torii.

Penginapan Shukubo di Shigisan Chogosonshi-ji

Gyokuzo-in is a shukubo temple lodging on Mount Shigi

Untuk merasakan pengalaman otentik secara menyeluruh, menginaplah di salah satu shukubo atau penginapan peziarah kuil. Di sini, tamu dapat menikmati hidangan vegetarian Shojin Ryori khas Buddha serta mengikuti kegiatan pagi hari seperti Ritual Api Goma.

Tiga pilihan shukubo utama di Gunung Shigi meliputi:

  • Gyokuzo-in
  • Senju-in
  • Jofuku-in

Gyokuzo-in merupakan salah satu penginapan populer yang ramah bagi wisatawan internasional karena staf dan kepala biksunya fasih berbahasa Inggris serta mampu menjelaskan ritual keagamaan dengan sangat baik.

Atraksi Menarik di Sekitar Gunung Shigi

The main hall of Horyu-ji is the oldest wooden building in the world

Terletak di perbatasan Nara dan Osaka, kawasan barat Prefektur Nara ini juga dekat dengan Taman Hiburan Ikoma Sanjo yang cocok dikunjungi bersama anak-anak. Pilihan lain yang lebih tenang adalah Ikoma Taisha dan Hozan-ji.

Bagi pecinta sejarah, kuil Horyu-ji yang berada di Distrik Ikoma menyimpan bangunan kayu tertua di dunia dan sangat ideal untuk dimasukkan ke dalam rencana perjalanan setelah mengunjungi Taman Nara.

Apabila berkunjung pada musim hujan bulan Juni, sempatkan juga singgah ke Yata-dera, sebuah kuil di atas bukit yang terkenal dengan ribuan bunga hydrangea yang mekar dengan indahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *