Kamakura selalu memiliki tempat tersendiri di hati para pengunjung yang gemar menjelajahi berbagai prefektur di Jepang. Letaknya yang sangat dekat dari Tokyo menjadi alasan utama mengapa banyak orang sering kembali ke kota ini, selain karena daya tariknya yang melimpah. Mulai dari Pulau Enoshima hingga jajaran kuil kuno yang sakral, wilayah ini menawarkan pengalaman yang dapat dinikmati selama berhari-hari.
Meskipun memiliki banyak destinasi menarik, sebagian besar pelancong asing hanya mengenal segelintir tempat saja, sehingga Kamakura kerap dianggap sekadar sebagai destinasi liburan singkat satu hari. Padahal, pandangan ini amat disayangkan mengingat Kamakura pernah berfungsi sebagai ibu kota militer Jepang pada periode 1185 hingga 1333. Oleh karena itu, kota ini menyimpan kekayaan sejarah dan kisah masa lalu yang tidak kalah penting dibandingkan Kyoto maupun Nara.
Kali ini, mari mengulas dua permata tersembunyi yang letaknya berdampingan di Kamakura. Tempat pertama adalah Kuil Sasuke Inari, yang menawarkan nuansa mirip dengan Fushimi Inari Shrine di Kyoto namun dalam skala yang lebih kecil. Tempat kedua adalah Kuil Zeniarai Benzaiten Ugafuku, atau sering disingkat Zeniarai Benten, sebuah kompleks unik perpaduan Shinto dan Buddha yang konon memiliki kemampuan melipatgandakan uang yang dicuci di mata airnya.
Cara Menuju ke Sana

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah perjalanan menuju kawasan Kamakura. Akses ini sangat mudah dijangkau dengan menaiki Jalur JR Shonan Shinjuku atau Jalur JR Yokosuka. Perjalanan dari pusat Tokyo memakan waktu sedikit di bawah satu jam. Perlu diingat bahwa jalur kereta ini sering digunakan oleh para pekerja, sehingga disarankan untuk menghindari jam-jam sibuk pada hari kerja.
Setibanya di Stasiun Kamakura, arahkan perjalanan keluar melalui Pintu Keluar Utara dan berjalanlah lurus ke depan. Nantinya, sebuah gerai Starbucks bergaya elegan akan terlihat di sisi sebelah kanan. Setelah melewati area tersebut, jalanan akan melintasi sebuah terowongan gunung. Lanjutkan perjalanan dengan mengikuti jalur yang ada.

Keluar dari terowongan, teruslah berjalan lurus sampai menjumpai papan petunjuk seperti pada gambar di atas. Dari titik tersebut, beloklah dengan tajam ke jalan sisi kanan. Tidak jauh dari sana, terdapat persimpangan menuju Kuil Sasuke Inari. Karena sinyal seluler di kawasan ini terkadang kurang stabil, disarankan untuk menyiapkan tangkapan layar peta digital sebagai antisipasi.
Kuil Sasuke Inari

Kuil Sasuke Inari merupakan salah satu rahasia terbaik yang tersimpan di Kamakura. Walaupun ukurannya jauh lebih kecil ketimbang Fushimi Inari Shrine di Kyoto, tempat ini menyuguhkan suasana gerbang torii berderet yang serupa. Selain itu, kompleks kuil juga dipenuhi oleh ribuan patung rubah putih berukuran kecil yang tersebar di berbagai sudut, bahkan terselip di celah-celah bebatuan sempit.
Selain keindahan visualnya, kuil ini juga memegang peranan penting dalam catatan sejarah. Konon, Kuil Sasuke Inari didirikan oleh Minamoto-no-Yoritomo, tokoh penting di balik berdirinya Keshogunan Kamakura pada tahun 1192. Legenda mengisahkan bahwa ketika berada dalam masa pengasingan di Izu, ia didatangi dalam mimpinya oleh seorang pria tua dari desa tersembunyi di Kamakura—atau dalam versi lain, oleh para utusan rubah milik dewa Inari.

Sosok dalam mimpi tersebut memberikan nasihat mengenai waktu yang tepat untuk menghadapi klan Taira yang saat itu menjadi musuh mereka. Setelah berhasil menumbangkan para pesaingnya dan diangkat menjadi shogun, Minamoto-no-Yoritomo membangun Kuil Sasuke Inari sebagai bentuk rasa syukur. Meskipun bangunan yang berdiri saat ini bukanlah struktur aslinya, akar sejarah tempat ini sangat lekat dengan masa bangkitnya keshogunan.
Mengenai kisah desa tersembunyi, catatan sejarah mencatat bahwa dahulunya terdapat sebuah permukiman kecil di dekat lokasi berdirinya kuil. Masyarakat di sana diduga merupakan pendahulu dari salah satu aliran ninja. Letaknya yang terpencil dan sulit dijangkau memberikan privasi serta perlindungan alami untuk menjalankan aktivitas rahasia mereka.
Meskipun dokumentasi tertulis mengenai desa tersembunyi ini amat minim karena keberadaannya yang tidak tercatat secara resmi, operasi senyap dari permukiman tersebut diyakini turut membantu konsolidasi kekuasaan Keshogunan Kamakura pada masa lampau.
Zeniarai Benten

Bagi yang ingin melipatgandakan jumlah uang, air di mata air Zeniarai Benten di Kamakura dipercaya memiliki kemampuan magis tersebut. Tradisi mencuci uang di mata air kuil ini bermula sejak tahun 1257 atas prakarsa Hojo Tokiyori. Memasuki periode Edo dari tahun 1603 hingga 1868, Zeniarai Benten dikenal sebagai salah satu dari lima mata air terkenal di Kamakura yang menghasilkan air berkualitas tinggi, yang konon mengalir dari kawasan desa tersembunyi yang telah disebutkan sebelumnya.
Untuk mencapai Zeniarai Benten dari Kuil Sasuke Inari, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan raya hingga menemukan kompleks kuil di atas bukit yang cukup curam. Kunjungan pada musim panas yang terik tentu akan menguras tenaga, sehingga diperlukan sedikit ketahanan fisik untuk menanjak bukit tersebut.
Kuil ini didedikasikan secara parsial kepada dewi Buddha, Benzaiten, yang merupakan penguasa segala hal yang mengalir, termasuk ilmu pengetahuan. Sebelum agama Buddha dan Shinto dipisahkan secara resmi pada tahun 1886, kedua keyakinan ini menyatu dengan erat, sehingga dewi Benzaiten dan dewa Shinto Ugafukujin melebur menjadi satu wujud sinkretis di tempat ini.

Selain keunikan perpaduan ajaran Buddha dan Shinto, Zeniarai Benten dikelilingi oleh dinding batuan tinggi yang membuat lokasinya tersembunyi. Bagian dalam kompleks dapat diakses melalui terowongan batu yang sempit, jalur yang kini lebih sering digunakan demi kenyamanan dibandingkan jalur pendakian lama yang melintasi desa tersembunyi.
Kompleks kuil ini terdiri dari beberapa aula terpisah. Daya tarik utama yang paling banyak dikunjungi adalah Oku-gu, yang wujudnya bukanlah sebuah bangunan melainkan sebuah gua. Di dalam gua inilah sumber mata air keramat berada. Pengunjung dapat menyewa keranjang saring dengan biaya terjangkau di kantor pengelola untuk mencuci uang mereka di air tersebut.
Destinasi Terdekat Lainnya

Kedua kuil tersembunyi ini dapat disinggahi dengan mudah dalam rangkaian kunjungan menuju Patung Buddha Raksasa. Terdapat jalur pintas melalui jalan belakang yang dimulai dengan berjalan kembali ke arah Stasiun Kamakura sebelum mengambil jalur menuju Kotoku-in, tempat Patung Buddha Raksasa bersemayam.
Selain itu, kompleks kuil Hase-dera yang menawan juga layak untuk dikunjungi. Meskipun tidak begitu terpencil, Hase-dera tidak terlalu dipadati oleh rombongan wisatawan jika dibandingkan dengan area Patung Buddha Raksasa. Pantai Yuigahama pun dapat dicapai dalam waktu singkat dengan berjalan kaki, menawarkan suasana tenang di tepi pantai Kamakura sebagai penutup hari yang melelahkan.








