Home / Travel / Kuil Oyamazumi | Kuil Tertua di Prefektur Ehime

Kuil Oyamazumi | Kuil Tertua di Prefektur Ehime

Oyamazumi Shrine

Berdiri di hadapan papan informasi yang mengabarkan artefak bersejarah dari abad ke-12, saya merasa takjub. Kompleks bangunan berdinding beton yang tampak menua dan berbau kelembapan ini menyimpan senjata yang dipersembahkan untuk memohon kemenangan militer ribuan tahun lalu oleh Minamoto-no-Yoshitsune. Tepat di sebelahnya, terdapat sebuah naginata yang konon dihadiahkan oleh biksu prajurit Benkei. Koleksi senjata kuno di ruangan ini sangat melimpah, bahkan peninggalan dari Hojo Tokimune pun turut tersimpan di sana. Menariknya, tidak terlihat penjagaan ketat dari petugas museum konvensional seperti yang biasa ditemui di kota-kota besar.

Kuil yang dimaksud adalah Oyamazumi Shrine. Terletak di pulau Omishima, tempat suci Shinto ini telah berdiri sejak zaman kuno. Sebagai kuil utama dari bekas Iyo Province dan menaungi sekitar 10.000 kuil Yamazumi serta Mishima di seluruh Jepang, Oyamazumi Shrine memegang peran yang sangat penting meski jarang diketahui oleh wisatawan mancanegara. Kompleks kuil ini terletak di kaki barat gunung tertinggi di Omishima, yaitu Mt. Washigatou yang dianggap sebagai gunung suci. Berdasarkan usia pohon kamper di sekitarnya, para sejarawan memperkirakan usia kuil ini telah melebihi 2.600 tahun.

Dari segi keimanan, Oyamazumi Shrine mendedikasikan pemujaannya kepada Oyamazumi-no-Okami, dewa kuno yang menguasai pegunungan. Dalam mitologi Shinto, Oyamazumi berasal dari generasi dewa elemen alam yang lahir dari Izanagi dan Izanami, bahkan muncul dalam Kojiki sebelum kemunculan dewi matahari Amaterasu Omikami. Garis keturunan ilahi ini kemudian bersatu ketika putri Oyamazumi menikah dengan cucu Amaterasu, yaitu Ninigi-no-Mikoto. Di pulau Omishima, Oyamazumi juga dipuja sebagai dewa laut yang memberikan keselamatan dalam pelayaran.

Daya tarik utama dari Oyamazumi Shrine terletak di aula hartanya yang menyimpan sekitar 40 persen dari seluruh koleksi senjata dan zirah di Jepang yang berstatus sebagai National Treasures atau Important Cultural Properties. Koleksi ini mencakup delapan National Treasures dan ratusan Important Cultural Properties yang banyak di antaranya berkaitan dengan tokoh-tokoh militer terkenal seperti Tomoe Gozen dan Kono Michiari. Seluruh harta karun ini disimpan di dalam gedung beton bertulang yang dibangun pada tahun 1926, tampak kokoh dan fungsional layaknya arsip kota ketimbang sebuah museum pusaka samurai.

Suasana di dalam ruangan tersebut menghadirkan kontras yang unik. Berbagai senjata dan zirah berharga diletakkan begitu saja di dalam lemari kaca tua yang sepertinya sudah lama tidak tersentuh. Tanpa pengawasan ketat yang membuat pengunjung merasa tertekan seperti di Tokyo National Museum, suasananya terasa sangat santai. Rasanya hampir seperti berada di tengah masyarakat dengan tingkat kepercayaan sosial yang sangat tinggi.

Bagi yang berniat menjelajahi jalur Shimanami Kaido, menyempatkan diri singgah di Oyamazumi Shrine adalah keputusan yang tepat. Sebagian besar pelancong biasanya hanya bersepeda lurus melintasi pulau-pulau dari Onomichi menuju Imabari City, padahal terdapat banyak kekayaan budaya tersembunyi di sepanjang perjalanan, termasuk kuil terpencil yang menyimpan separuh warisan senjata bersejarah Jepang ini.

Cara Menuju ke Sana

Located on the Geiyo Islands, Oyamazumi Jinja Shrine serves as the overall head shrine of all of the Yamazumi and Mishima shrines scattered across the country. To get there, take the Nishiseto Expressway to Omishima Island and head over to the western side of the island. The entrance to shrine grounds can be found in a small town there.

Oyamazumi Shrine terletak di pesisir barat Pulau Omishima, yang merupakan bagian dari rute Shimanami Kaido yang menghubungkan Onomichi di Prefektur Hiroshima dan Imabari di Prefektur Ehime. Lokasinya memerlukan sedikit perjalanan keluar dari jalur utama bersepeda, menjadikannya alasan yang kuat untuk menikmati perjalanan Shimanami Kaido secara santai alih-alih terburu-buru.

Bagi pelancong yang tidak menggunakan sepeda, menyewa mobil adalah cara paling praktis untuk mencapai kuil ini. Selain itu, terdapat layanan bus yang menghubungkan Imabari dengan kuil, serta bus jalan tol dari arah Honshu yang melayani transit ke Omishima. Karena frekuensinya tidak sepadat transportasi di kota besar, perencanaan perjalanan yang matang sangat diperlukan ketika menjelajahi kawasan pedesaan Jepang.

Menjelajahi Area Oyamazumi Shrine

Located on Ōmishima Island, this shrine is dedicated to the god of mountains, Oyamazumi-no-Okami and has long been favored by samurai, martial arts practictions and even the first prime minister. In addition to standard torii gates, you’ll also see the family crest of the Ouchi clan that has overseen the shrine for centuries.

Setibanya di gerbang kuil, pengunjung akan disambut oleh dua patung penjaga berzirah yang dikenal sebagai zuijin, pelindung tradisional dalam tradisi Shinto. Di luar gerbang, perhatian langsung tertuju pada pohon kamper raksasa di tengah halaman yang diperkirakan berusia sekitar 2.600 tahun. Sekitar 200 pohon kamper tua lainnya juga mengelilingi area ini, menciptakan suasana sakral yang kental.

Catatan sejarah mengenai awal mula kuil ini cukup beragam. Berdasarkan fragmen Iyo-no-Kuni Fudoki, pemujaan terhadap Oyamazumi konon dibawa ke Jepang dari kerajaan Baekje di Korea sebelum berakar di Omishima. Meskipun sulit diverifikasi secara mutlak, hubungan budaya yang erat antara Baekje dan istana Yamato purba membuat kemungkinan tersebut tetap menarik untuk disimak.

Selama berabad-abad, kuil ini berada di bawah pengelolaan Klan Ochi. Kepala pendeta pertamanya, Ochi Yasumoto, memimpin ritual dan administrasi kuil sejak tahun 708. Keturunan keluarga ini kemudian menggunakan nama keluarga Ohori atau Mishima, serta memainkan peran penting sebagai pemimpin lokal yang berdampingan dengan kekuatan maritim di Laut Pedalaman Seto.

Memasuki bagian lebih dalam, terdapat aula utama kuil yang dibangun pada tahun 1427. Bersama dengan aula pemujaan, bangunan ini ditetapkan sebagai Important Cultural Property. Di tempat inilah para pengunjung dapat menyampaikan doa kepada Oyamazumi. Jejak devosi militer juga tampak dari berbagai foto kelompok tentara dan pelaut dari era modern yang dipajang di langit-langit bangunan.

Beyond the main gate, you’ll come across Oyamazumi Shrine’s main hall. The shrine is dedicated to Oyamazumi-no-Okami. For centuries, samurai and military commanders have come here to pray to the god of mountains for victory in battle.

Oyamazumi Shrine Treasure Hall

Oyamazumi Shrine’s collection of priceless artifacts is one of the most impressive in all of the country. Quite literally, nowhere else can even come close to comparing.

Aula harta karun di kuil ini terbagi menjadi dua bangunan terhubung. Bagian pertama adalah gedung beton bertulang tiga lantai bernama Kokuho-kan yang didirikan pada tahun 1926. Lantai dasarnya memamerkan bilah pedang dari tokoh-tokoh penting seperti Minamoto-no-Yoshitsune, Benkei, dan Hojo Tokimune, sementara lantai atas menyimpan berbagai zirah serta artefak perang lainnya.

Tangga di lantai dua terhubung langsung ke Shiyoden, gedung sebelah yang menampilkan barisan lemari kayu dan kaca berisi koleksi zirah dari Klan Kono serta pejuang Ohori Tsuru-hime. Salah satu benda yang paling mencuri perhatian adalah cermin perunggu kuno berstatus National Treasure yang konon didonasikan oleh Empress Saimei sekitar 13 abad yang lalu.

Tiket masuk yang sama juga memberikan akses ke Omishima Maritime Museum di dekatnya. Museum ini memamerkan Hayama Maru, kapal yang digunakan oleh Emperor Hirohito untuk penelitian biologi kelautan, lengkap dengan spesimen dan publikasi ilmiahnya.

Oyamazumi Shrine dan Murakami Suigun

An exterior view of the Murakami KAIZOKU Museum on the island of Oshima, with a stone statue of a Murakami Suigun warrior in armor standing in front. The museum blends modern and traditional Japanese design, featuring tiled roofs and castle-like walls, set against green hills and a bright blue sky with scattered clouds.

Kuil Oyamazumi juga memiliki hubungan yang sangat erat dengan Murakami Suigun, dinasti maritim yang menguasai perairan Shimanami Kaido pada masa perang saudara di Jepang. Dikenal sebagai penguasa laut yang mengatur jalur pelayaran, memungut biaya, dan mengamankan rute perdagangan, mereka sangat bergantung pada pengetahuan mendalam mengenai arus laut yang menantang di kawasan ini.

Para pelaut dan prajurit dari kelompok Murakami Suigun secara rutin mengunjungi Oyamazumi Shrine untuk memohon keselamatan dan kemenangan dalam pelayaran mereka. Mereka bahkan mengadopsi lambang kuil sebagai bagian dari identitas kelompok mereka. Jejak sejarah kelompok maritim ini kini dapat disaksikan lebih lanjut di Murakami KAIZOKU Museum di Pulau Oshima.

Atraksi Lain di Sekitar

Kosanji is an interesting place. Unlike places more suited to mountain asceticism or temples beautiful enough to be worthy of a famous haiku, Kōsan-ji’s Hill of Hope was also made entirely for vanity reasons. The structures in the marble garden seem to tower over the Kosanji temple compound. Don’t miss it when you go to Kōsan-ji.

Selain Oyamazumi Shrine, Pulau Omishima juga menawarkan beberapa fasilitas seni seperti Omishima Museum of Art dan Ito Toyo Architectural Museum. Sementara itu, di pulau lain sepanjang rute Shimanami Kaido, pengunjung dapat singgah di Kosan-ji pada Ikuchijima yang menampilkan kompleks kuil modern serta taman marmer Miraishin-no-Oka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *