Home / Travel / Tentang #DonnyThings | Curhat soal Menemukan Kebahagiaan dalam Hidup

Tentang #DonnyThings | Curhat soal Menemukan Kebahagiaan dalam Hidup

Sunrise Over Lake Suwa in Nagano

Banyak orang kerap merasa heran dengan topik-topik tidak biasa yang saya bahas sebagai seorang ekspatriat asing yang tinggal di Jepang. Mulai dari tradisi kuno klan Suwa hingga berbagai narasi sejarah yang jarang diketahui orang, minat saya memang terkadang tampak eksentrik. Bahkan teman-teman dekat saya sering menggoda saya karena ketertarikan ini. Kendati demikian, saya merasa paling bahagia ketika bisa menelusuri kisah-kisah masa lalu yang terlupakan.

Namun, alih-alih membahas permata tersembunyi di Jepang seperti biasanya, saya ingin merenungkan tentang bagaimana seseorang menemukan kebahagiaan dalam hidup. Baru-baru ini, setelah mendengarkan siniar dari pelatih kesehatan dan kebugaran saya, Justin Nault, saya menyadari bahwa rasa bahagia pada dasarnya hanyalah reaksi neurokimia di dalam otak. Tantangannya adalah, mengendalikan proses tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Lingkungan sekitar, mulai dari teman, keluarga, hingga masyarakat, sering kali memiliki pandangan berbeda mengenai apa yang harus Anda lakukan dengan hidup Anda. Sebagai contoh, banyak rekan menyarankan agar saya menjadi wirausahawan dan memonetisasi perjalanan saya. Namun, struktur saraf setiap orang berbeda. Apa yang mendatangkan kepuasan bagi orang lain belum tentu memberikan hasil yang sama bagi saya, dan justru bisa memicu stres berkepanjangan.

Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati dalam menerima saran dari orang lain. Standar kesuksesan orang lain belum tentu sejalan dengan sistem nilai unik di dalam diri Anda. Banyak orang merasa sengsara justru setelah berhasil mencapai apa yang dianggap sukses oleh masyarakat, karena pencapaian tersebut tidak selaras dengan panggilan jiwa mereka.

Menemukan apa yang benar-benar bernilai bagi diri sendiri bukanlah hal yang mudah. Melalui berbagai pergulatan batin, saya belajar bahwa saya merasa paling hidup ketika berada di lapangan, menjelajahi tempat-tempat baru dan menemukan narasi segar. Di sisi lain, keuntungan finansial semata tidak pernah berhasil membakar semangat saya seperti kegiatan eksplorasi.

An ink painting of a man in Japan on a boat with some cherry blossoms

Berbicara mengenai kebahagiaan, tokoh seperti Tom Bilyeu membagi pengalaman positif menjadi dua kategori. Kategori pertama adalah kesenangan sesaat, seperti menikmati semangkuk es krim atau merasakan angin sepoi-sepoi. Kategori kedua berkaitan erat dengan makna dan pertumbuhan personal seperti yang sering dibahas oleh Jordan Peterson, yang memiliki dampak jangka panjang jauh lebih kuat.

Meski dunia pengembangan diri kerap mendewakan jenis kebahagiaan kedua dan meremehkan yang pertama, manusia tetap membutuhkan kesenangan mendasar agar tidak merasa tertekan. Berdasarkan pengalaman saya, beberapa hal sederhana yang konsisten menghadirkan kebahagiaan meliputi:

  • Waktu di Alam: Menikmati suara dedaunan yang tertiup angin dan pemandangan alam selalu membuat hidup terasa lebih bermakna.
  • Olahraga Teratur: Menjaga kesehatan fisik melalui latihan beban terbukti ampuh menjaga kestabilan suasana hati dan neurokimia tubuh.
  • Belajar Terus-menerus: Menjelajahi bidang baru yang menarik perhatian selalu menjadi cara terbaik untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas.

Pada akhirnya, hidup membutuhkan keseimbangan antara makna yang mendalam dan kesenangan sederhana. Ke depan, saya menyadari bahwa meskipun saya memiliki potensi besar di bidang pemasaran digital di Jepang, saya tidak memiliki hasrat untuk terikat sepenuhnya pada pekerjaan tersebut. Peran terbaik bagi saya adalah membagikan wawasan berharga layaknya seorang pengelana bijak, lalu kembali fokus pada petualangan.

Beberapa tahun lalu, saya pernah menulis tentang keputusan untuk menolak konsep Ikigai tradisional demi mempertahankan gaya hidup yang memberi ruang penuh bagi eksplorasi. Namun, seiring berjalannya waktu, saya belajar bahwa manusia memerlukan perjuangan menuju sebuah tujuan agar merasa benar-benar utuh.

Meskipun belum ada keputusan final, saya mungkin akan melakukan perubahan besar dalam beberapa bulan ke depan. Mengabaikan takdir dan potensi yang saya miliki di industri pariwisata Jepang sama saja membatasi kemungkinan-kemungkinan luar biasa. Nantikan pembaruan selanjutnya dalam waktu dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *