Home / Travel / Kuil Mitsumine, Tempat Suci di Chichibu yang Memuja Serigala

Kuil Mitsumine, Tempat Suci di Chichibu yang Memuja Serigala

The Bus Stop for Going to Mitsumine Shrine
A statue of a wolf at Chichibu’s Mitsumine Shrine in Saitama Prefecture

Mitsumine Shrine adalah salah satu permata tersembunyi di pegunungan yang terletak di tengah lanskap hutan lebat di sebelah barat Prefektur Saitama. Berada di puncak Gunung Mitsumine yang suci dalam kawasan Taman Nasional Chichibu-Tama-Kai, destinasi ini sudah lama terikat dengan tradisi asketis pegunungan. Tempat ini sangat ideal bagi para pelancong yang menyukai petualangan mendaki sekaligus mencari ketenangan jauh dari keramaian.

Sebagai pusat pemujaan gunung, sejarah Mitsumine Shrine berakar jauh hingga sebelum catatan tertulis dibuat. Dokumen kuno Kojiki yang disusun pada tahun 712 mencatat bahwa kuil ini diyakini sudah berdiri sejak sekitar tahun 150 Masehi. Legenda setempat menyebutkan bahwa pendirinya adalah Yamato Takeru, seorang pangeran dari abad kedua yang dikenal memiliki masa muda cukup bergejolak sebelum dikirim ke wilayah perbatasan kekaisaran.

Daya tarik paling unik dari kompleks suci ini adalah pemujaannya terhadap okami, atau serigala Jepang. Meskipun spesies ini telah punah, masyarakat masa lampau menganggap makhluk tersebut sebagai pelindung spiritual dari berbagai malapetaka. Berkat hubungan erat dengan mitologi serigala ini, Mitsumine Shrine menjadi lokasi ziarah penting, terutama pada Zaman Edo ketika banyak pejalan kaki dari wilayah Tokyo rela berjalan jauh menuju Chichibu demi memohon perlindungan.

Cara Menuju ke Sana

Walau secara administratif berada di Prefektur Saitama yang bertetangga dengan Tokyo, perjalanan menuju Chichibu membutuhkan alokasi waktu hampir seharian penuh. Anda disarankan untuk berangkat pagi-pagi agar memiliki waktu luang yang cukup untuk menjelajahi seluruh area kuil.

Cara tercepat dari pusat Tokyo adalah dengan menaiki kereta Seibu Laview Limited Express dari Stasiun Ikebukuro. Dengan merogoh kocek sedikit lebih mahal untuk kursi reservasi, kereta ini akan mengantar Anda ke Chichibu dalam waktu sekitar satu setengah jam. Setibanya di sana, perjalanan dilanjutkan menggunakan bus dari Stasiun Seibu-Chichibu.

Bus yang menuju ke Mitsumine Shrine berangkat dari halte nomor lima dengan tarif sekitar 930 yen. Karena bus tidak menerima pecahan uang tunai yang terlalu besar, menggunakan kartu IC seperti Suica adalah pilihan paling praktis. Perlu dicatat pula bahwa jadwal keberangkatan bus cukup terbatas setiap harinya, sehingga merencanakan waktu kedatangan di stasiun dengan cermat adalah kunci agar tidak ketinggalan.

Gerbang Masuk Mitsumine Shrine

A guardian wolf statue in front of an iconic torii gate at Chichibu’s Mitsumine Shrine in Saitama Prefecture

Setibanya di area pemberhentian bus, Anda harus berjalan kaki selama beberapa menit menuju gerbang utama kuil. Sepanjang jalur ini, terdapat kedai mi soba lokal yang mengolah mi secara manual setiap hari—sebuah kuliner singgah yang sangat layak dicicipi. Setelah itu, Anda akan menjumpai gerbang torii berdesain lengkung tiga yang sangat langka, menandai batas antara dunia biasa dan tanah suci kuil. Menariknya, alih-alih patung singa penjaga komainu yang biasa ditemui di kuil lain, tempat ini dijaga oleh sepasang patung serigala yang gagah.

Tepat di sebelah kiri gerbang torii, terdapat sebuah aula harta karun kecil yang memamerkan sejarah panjang kuil beserta berbagai dokumen kekaisaran dan artefak serigala. Melewati gerbang tersebut, jalan setapak yang diapit oleh prasasti batu kuno akan menuntun Anda semakin masuk ke dalam kawasan spiritual Mitsumine Shrine.

Gerbang Zuishinmon

A wolf statue instead of the standard komainu at Chichibu's Mitsumine Shrine in Saitama Prefecture

Di ujung jalur setapak, Anda akan menemukan persimpangan tiga arah. Mengambil jalur ke kiri dan menuruni tangga akan membawa Anda ke gerbang Zuishinmon yang megah. Struktur bangunan ini dihiasi ukiran kayu berbentuk bunga dan makhluk hidup dengan warna-warna cerah yang mengingatkan kita pada kemegahan kuil-kuil terkenal di Nikko. Keberadaan gerbang ini juga mencerminkan sejarah percampuran antara tradisi Shinto dan Buddha di pusat-pusat pertapaan gunung sebelum keduanya dipisahkan secara resmi pada tahun 1868.

Aula Utama Mitsumine Shrine

The extremely ornate main hall of Chichibu’s Mitsumine Shrine in Saitama Prefecture

Setelah melewati gerbang Zuishinmon, ikuti jalur menurun dan lanjutkan perjalanan hingga tiba di haiden atau aula utama kuil. Jangan lupa untuk membersihkan tangan dan mulut di paviliun air pemandian temizuya sebelum memanjatkan doa. Konon, kuil ini terkenal mendatangkan keberuntungan dalam hal karier dan percintaan bagi siapa saja yang datang berkunjung.

Tepat di depan aula utama, berdiri tiga pohon cedar raksasa yang dipercaya memancarkan energi spiritual khusus. Pengunjung sering kali menempelkan telapak tangan dan dahi ke batang pohon tersebut untuk menyerap energi alam. Selain itu, terdapat pula beberapa kuil cabang kecil di sisi kanan, termasuk tempat pemujaan untuk keluarga Tokugawa yang pernah memimpin Jepang selama lebih dari dua setengah abad.

Jangan Lewatkan Titik Pengamatan Panorama

A lookout over a valley at Chichibu’s Mitsumine Shrine in Saitama Prefecture

Ketinggian Gunung Mitsumine sering kali membuat pengunjung berada di atas lapisan awan, memicu fenomena alam yang dikenal sebagai unkai atau lautan awan. Spot terbaik untuk menyaksikan pemandangan menakjubkan ini berada di dek observasi yang dapat diakses melalui jalur berlawanan dari arah gerbang Zuishinmon. Lanskap lembah yang diselimuti kabut tebal memberikan kesan magis yang luar biasa bagi siapa pun yang menyaksikannya secara langsung.

Destinasi dan Fasilitas Sekitar

Mitsumine Shrine Kounkaku, a ryokan near Chichibu’s Mitsumine Shrine in Saitama Prefecture

Bagi wisatawan yang ingin memperpanjang pengalaman berkunjung, kompleks kuil ini ternyata juga menyediakan fasilitas akomodasi tradisional berupa ryokan bernama Mitsumine Shrine Kounkaku. Tempat penginapan ini dilengkapi dengan pemandian air panas alami yang juga terbuka untuk umum bagi pengunjung harian dengan biaya yang sangat terjangkau.

Sebagai catatan akhir, pastikan untuk selalu memperhatikan waktu kepulangan Anda karena bus terakhir menuju Stasiun Seibu-Chichibu biasanya berangkat pada pukul 4:30 sore. Merencanakan waktu dengan baik akan menyelamatkan Anda dari risiko tertinggal transportasi di tengah kawasan pegunungan yang terpencil ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *