Prefektur Oita di Pulau Kyushu sering kali dijuluki sebagai prefektur pemandian air panas berkat lanskap pegunungannya yang kaya akan sumber air panas alami. Destinasi ini sangat ideal bagi wisatawan yang ingin kembali berkunjung ke Jepang dan mencari keseimbangan antara kawasan resor populer serta sejarah tersembunyi yang menarik untuk dieksplorasi.
Meskipun terkenal dengan budaya onsen-nya, Oita juga menyimpan warisan sejarah yang mendalam. Salah satu contohnya adalah Semenanjung Kunisaki, tempat di mana ajaran Shinto dan Buddha dulunya berpadu menjadi satu sistem kepercayaan sebelum akhirnya dipisahkan secara paksa oleh pemerintah Meiji pada abad ke-19.
Cara Menuju ke Sana
Bagi pelancong yang berangkat dari Tokyo atau Osaka, moda transportasi tercepat untuk mencapai Oita adalah dengan pesawat menggunakan maskapai seperti JAL atau ANA. Mengandalkan JR Pass untuk perjalanan kereta memang memungkinkan, tetapi rutenya cukup memakan waktu seharian penuh. Jika Anda tetap ingin menggunakan kereta, membuat rencana perjalanan dari Fukuoka ke Oita bisa menjadi alternatif yang menarik.
Menjelajahi Keindahan Beppu
Sebagai kota pemandian air panas paling terkenal di Oita, Beppu menawarkan lebih banyak volume air panas dibanding wilayah manapun di Jepang. Di sini, pengunjung dapat menikmati berbagai jenis pemandian, mulai dari onsen konvensional hingga pemandian lumpur, pasir, dan uap.
Beppu terbagi menjadi delapan sumber air panas utama yang dikenal sebagai Beppu Onsen, Kannawa Onsen, Myoban Onsen, Kankaiji Onsen, Hamawaki Onsen, Kamegawa Onsen, Horita Onsen, dan Shibaseki Onsen. Salah satu fasilitas pemandian umum bersejarah yang wajib dikunjungi adalah Takegawara Onsen yang didirikan pada awal era Meiji.
Tujuh Neraka Beppu

Selain berendam, Beppu memiliki atraksi unik berupa tujuh mata air panas alami yang dijuluki sebagai “Neraka Beppu” (Jigoku). Kaldera yang mendidih ini ditampilkan dalam bentuk aslinya yang menakjubkan secara visual:
- The Ocean Hell: Kolam air panas dengan warna biru es yang sangat jernih namun bersuhu sangat tinggi.
- The Monk Head Hell: Menampilkan lumpur mendidih yang bentuknya menyerupai kepala biksu yang dicukur.
- The White Pond Hell: Kolam berisi air putih susu yang dikelilingi taman asri.
- The Cooking Pot Hell: Memiliki beberapa kolam didih dan area untuk mencicipi makanan yang dimasak dengan uap panas.
- The Ogre Mountain Hell: Kawasan yang juga difungsikan sebagai tempat penangkaran buaya.
- The Blood Pond Hell: Mata air berwarna merah darah yang sangat fotogenik.
- The Sprout Hell: Geyser yang meletupkan air panas setiap setengah jam sekali.

Menemukan Sisi Lain Oita di Semenanjung Kunisaki
Bagi pelancong yang menyewa kendaraan, Semenanjung Kunisaki menawarkan pengalaman sejarah yang luar biasa. Di masa lalu, kawasan pegunungan ini merupakan pusat dari kelompok Rokugo, tempat para pendeta Shinto dan biksu Buddha berkolaborasi membentuk landasan budaya spiritual yang kemudian menyebar ke seluruh Jepang.
Kunjungan ke Usa Jingu, kuil utama bagi ribuan kuil yang mendedikasikan dewa perang Hachiman, akan memberikan wawasan mendalam mengenai kekuatan politik dan religius masa lampau di Kyushu. Lebih jauh ke dalam lembah Gunung Futago, terdapat kuil-kuil kuno seperti Futago-ji dan Fuki-ji yang menyimpan aula Buddha tertua di Kyushu.

Pesona Distrik Bersejarah Mameda-machi di Hita
Terletak di bagian barat laut Prefektur Oita, distrik Mameda-machi di kota Hita menawarkan suasana kota kastil abad pertengahan yang berkembang pesat di bawah Keshogunan Tokugawa. Kawasan ini terkenal dengan bangunan-bangunan tuanya dan masih menjadi rumah bagi banyak perajin lokal hingga hari ini. Karena letaknya yang lebih dekat ke Prefektur Fukuoka, Mameda-machi sangat strategis untuk dimasukkan ke dalam rangkaian perjalanan wisata sebelum mengeksplorasi bagian lain Oita.








