Home / Travel / Menelusuri Jejak Kawasaki Warehouse, Arcade Legendaris Bernuansa Kowloon Walled City

Menelusuri Jejak Kawasaki Warehouse, Arcade Legendaris Bernuansa Kowloon Walled City

The Exterior of Kawasaki Warehouse

Catatan: Say sekali, tempat unik ini sudah ditutup permanen sejak tahun 2019…

Bagi yang pernah mendengar tentang Kowloon Walled City, kawasan ini awalnya merupakan sebuah benteng militer yang kemudian padat penduduk setelah invasi Jepang ke Hong Kong pada masa Perang Dunia II. Gelombang pengungsi membuat populasi di sana melonjak drastis. Selepas perang, wilayah tersebut berubah menjadi sarang kriminalitas, mulai dari prostitusi, perjudian, hingga obat-obatan terlarang yang dikuasai oleh Chinese Triads. Kawasan ini praktis menjadi zona tanpa hukum hingga akhirnya pemerintah merubuhnya pada tahun 1994. Pada masa kejayaannya, kompleks labirin raksasa ini memiliki kepadatan penduduk mencapai 1,26 juta jiwa per kilometer persegi, menjadikannya salah satu tempat paling padat di muka bumi.

Kendati kawasan distopia tersebut kini telah tinggal kenangan, jiwa Kowloon Walled City sempat hidup kembali di tempat yang tidak disangka-sangka. Terletak di perbatasan antara Tokyo dan Yokohama, pemukiman kumuh legendaris itu terlahir kembali dalam bentuk Kawasaki Warehouse. Pusat hiburan bergaya modern di Jepang ini mengusung desain arsitektur yang terinspirasi dari suasana Walled City. Dipenuhi dengan berbagai macam mesin permainan, tempat ini sukses membawa pengunjung seolah melompati mesin waktu.

Cara Menuju ke Sana

Akses menuju Kawasaki Warehouse tergolong sangat praktis. Hanya dengan berjalan kaki beberapa menit dari stasiun terdekat, pengunjung sudah bisa tiba di pintu masuk. Cukup menaiki jalur Keihin Tohoku dari Shinagawa dan Anda akan sampai di Kawasaki dalam sekejap. Bangunan ini sangat mudah dikenali dari lingkungan sekitarnya karena tampak seperti bangunan tua yang kusam di tengah kawasan kota yang steril.

Kawasaki Warehouse sangat ideal dikunjungi sebagai destinasi liburan singkat selama setengah hari. Perlu dicatat bahwa tempat ini memberlakukan aturan usia 18 tahun ke atas, meski pengawasannya terkadang tidak terlalu ketat. Tidak ada salahnya tetap membawa tanda pengenal sebagai antisipasi. Terlebih lagi, aturan di Jepang mewajibkan wisatawan asing untuk selalu membawa paspor atau kartu identitas resmi.

Nuansa Kowloon Walled City

The interior of Kawasaki Warehouse looks like Kowloon’s Walled City

Bagian interior pusat game ini dirancang sedemikian rupa untuk meniru struktur vertikal dari Walled City. Konon, banyak sudut di kota aslinya tidak tersentuh cahaya matahari langsung, sehingga menciptakan suasana yang semakin suram di bagian lantai yang lebih bawah. Atmosfer kelam tersebut berhasil direplikasi secara teliti di dalam Kawasaki Warehouse.

Begitu melangkah masuk, pengunjung langsung disambut oleh realitas suasana lantai bawah tanah yang sesak. Di Kowloon yang asli, area bawah kerap dikaitkan dengan praktik medis ilegal dan prostitusi. Elemen-elemen kemiskinan dan kekumuhan tersebut dihadirkan secara autentik pada tata letak ruangan.

The back entrance to Kawasaki Warehouse looks like the entry to a Chinese triad’s layer

Sebelum naik ke lantai dua, sempatkan diri untuk menelusuri koridor berlampu merah menuju pintu keluar bagian belakang. Di sana, pengunjung akan menemukan spot yang menyerupai jalan masuk rahasia menuju markas sindikat kriminal. Pastikan untuk tetap berhati-hati saat melangkah agar tidak salah pijak.

Setelah puas mengambil beberapa foto, Anda bisa kembali melewati lorong menuju eskalator untuk naik ke lantai dua tempat pusat permainan berada.

Menjelajahi Lantai Atas Kawasaki Warehouse

Setibanya di lantai atas melalui eskalator, arahkan pandangan ke atas untuk melihat panorama dua lantai yang menggambarkan kehidupan di dalam kota bertembok tersebut. Lanskap di sini dipenuhi deretan toko kecil, jemuran pakaian yang digantung sembarangan, hingga lapak daging terbuka. Tingkat detail yang dihadirkan sangat mengagumkan. Bahkan, area toiletnya pun didesain sedemikian rupa hingga tampak kusam demi mempertahankan kesan autentik yang hampir tidak mungkin ditemukan di tempat lain di Jepang.

Lantai dua dipenuhi oleh berbagai mesin arkade legendaris seperti Street Fighter dan Dance Dance Revolution. Sementara itu, lantai yang lebih tinggi menyediakan fasilitas seperti meja biliar dan papan panahan. Namun, alih-alih langsung bermain, ada baiknya Anda meluangkan waktu lebih lama untuk mengamati dekorasi interior yang terinspirasi dari Walled City.

Melangkah ke lantai tiga, pengunjung bisa menikmati sudut pandang yang lebih luas dari atas. Di area ini terdapat berbagai permainan taruhan tradisional seperti Mahjong dan simulasi pacuan kuda yang kerap digemari kaum pria dewasa di Jepang untuk mengisi waktu luang di luar jam kerja.

Jika masih penasaran, lantai empat menyuguhkan kontras yang cukup drastis dari tiga lantai di bawahnya. Sesuai dengan hierarki vertikal Walled City, lantai teratas ini tampil jauh lebih tertata dan elegan. Meskipun kompleks aslinya mungkin tidak memiliki bagian semewah ini, pihak pengelola tetap mempertahankan konsep transisi dari bawah ke atas.

Saatnya Bermain Game

1%2AxEMpTHmH9 T1FUmbI AyLw

Puas berkeliling menikmati labirin, saatnya menikmati berbagai fasilitas permainan yang tersedia. Pusat arkade ini menawarkan beragam genre game, namun area retro game di dekat eskalator lantai pertama patut dikunjungi terlebih dahulu.

Di sana, tersimpan berbagai mesin klasik berusia puluhan tahun yang sulit ditemukan di tempat lain, termasuk mesin asli Gauntlet keluaran tahun 1985 yang dianggap sebagai salah satu pelopor genre hack and slash. Ada pula mesin UFO catcher klasik bagi yang ingin menguji keberuntungan.

Para penggemar game pertarungan juga dapat menemukan hampir seluruh edisi game fighting klasik di ujung ruangan. Bagi pecinta robot dan seri Gundam, mencoba kapsul simulator merupakan pengalaman seru khas Jepang yang pas untuk menghabiskan koin 100 yen di saku.

1%2AA

Secara keseluruhan, keragaman permainan dan totalitas desain interior di dalam empat lantai Kawasaki Warehouse sungguh luar biasa. Bahkan bagi mereka yang bukan penggemar game, perjalanan ke tempat ini tetap sepadan berkat dedikasi tinggi dalam merekonstruksi sejarah sebuah kawasan ikonik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *