Home / Travel / Kuil Oiwa Ibaraki: Surga Tersembunyi di Kota Hitachi

Kuil Oiwa Ibaraki: Surga Tersembunyi di Kota Hitachi

Oiwa Shrine in Ibaraki

Bagi para pelancong yang gemar menjelajahi destinasi tersembunyi di Jepang, wilayah utara Prefektur Ibaraki menyimpan sebuah situs sakral yang menarik untuk dikunjungi. Tersembunyi di pegunungan Hitachi Alps, Oiwa Shrine merupakan salah satu tempat yang sering disebut sebagai titik energi atau power spot, sangat cocok bagi pencinta alam dan penjelajah jalur alternatif.

Sejarah pendirian tempat suci ini tidak diketahui secara pasti, namun catatan tertulis tertua telah ada sejak lebih dari 1.300 tahun lalu. Berdasarkan bukti arkeologi, kawasan ini bahkan telah menjadi pusat keagamaan penting sejak era Jomon. Suasana alam yang asri membuat pengunjung dapat merasakan jejak sejarah yang kuat saat menyusuri area sekitar.

Cara Menuju ke Sana

Taking the Hitachi limited express train and then transferring to a bus to the parking lot at the entrance to Mount Oiwa is the most sure-fire way to reach the popular power spot.

Meskipun terletak di kawasan pegunungan, akses menuju Oiwa Shrine tergolong cukup mudah. Perjalanan dapat dimulai dengan menaiki kereta Hitachi limited express menuju Stasiun Iwaki yang berangkat setiap satu jam sekali, dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam dari Tokyo. Bagi yang ingin berhemat, tersedia pula kereta lokal dengan durasi perjalanan yang lebih lama.

Setibanya di stasiun, perjalanan dilanjutkan menggunakan bus atau taksi menuju dataran tinggi Gunung Oiwa. Layanan bus memiliki jadwal yang cukup jarang, sehingga disarankan untuk memeriksa jadwal terlebih dahulu secara daring agar tidak terlalu lama menunggu. Sambil menunggu bus, pengunjung dapat menghabiskan waktu di Stasiun Hitachi yang terkenal dengan desain arsitektur kaca indahnya dan pemandangan Samudra Pasifik yang memukau.

Bagi yang memiliki izin mengemudi internasional, menyewa mobil merupakan opsi paling praktis, terutama jika berencana untuk mengeksplorasi lebih banyak destinasi di sekitar Prefektur Ibaraki.

Kawasan Oiwa Shrine

Just beyond the white torii of Oiwa Shrine, a popular power spot in town Hitachi you’ll soon come an ancient cedar tree with three branches at the entrance to Mount Oiwa.

Bus akan berhenti di pemberhentian Oiwa-jinja yang terletak persis di sebelah area parkir kuil. Sesampainya di gerbang utama, pengunjung akan disambut oleh gerbang torii putih dan jalur setapak panjang yang dinaungi oleh pepohonan cedar menjulang tinggi, menciptakan suasana yang sangat tenang dan sakral.

Tidak jauh dari gerbang torii, terdapat gerbang bertingkat dua yang menjadi ciri khas dari pengaruh Shinbutsu Shugo, yaitu perpaduan antara ajaran Shinto dan Buddha. Di dekatnya, pengunjung dapat melihat Sanbon-sugi, sebuah pohon cedar raksasa berakar tunggal dengan tiga cabang utama yang dianggap sebagai pohon keramat dan objek pemujaan.

Area bagian dalam kuil dihubungkan oleh jalur berbatu yang dikelilingi oleh berbagai bangunan tambahan serta patung-patung Buddha. Uniknya, kuil ini tercatat memuja hingga 188 dewa, jumlah yang sangat langka untuk sebuah tempat suci di Jepang.

Found at the base of Mount Oiwa, this two-story gate represents the entrance to the sacred parts of Oiwa Shrine and is protected by the four deva kings. It sits right next to an ancient cedar tree with three branches.

Pendakian bagi Pecinta Alam

As you climb the hill behind the the main hall of the power spot that is Oiwa Shrine, you’ll encounter a cedar tree-lined trail that leads up to the mountain top birthplace of this famous place of worship for Hitachi.

Bagi pencinta alam dan pendaki, cara terbaik untuk menikmati Oiwa Shrine secara menyeluruh adalah dengan melakukan pendakian ke puncak Gunung Oiwa. Jalur pendakian yang terletak di belakang bangunan utama kuil ini akan membawa pengunjung melewati beberapa tempat suci kecil dengan waktu tempuh pulang-pergi sekitar dua jam.

Karena Gunung Oiwa dianggap sebagai tanah suci, terdapat beberapa aturan penting yang harus dipatuhi selama pendakian:

  • Tetap berada di jalur pendakian yang telah ditentukan.
  • Jangan melakukan pendakian saat turun hujan atau salju.
  • Dilarang merusak flora dan fauna di sekitar lokasi.
  • Tidak merokok atau menyalakan api terbuka.
  • Hindari memulai pendakian setelah pukul 15.00 sore.
  • Mengenakan alas kaki yang layak, bukan sandal.
  • Membawa kembali seluruh sampah pribadi.

Kembali ke Stasiun Hitachi

Unless you have a runner bring your rental car up to the entrance of Oiwa Shrine in Hitachi, you’re going to want to make sure that you’re down from the mountain top and on the bus back out of the beautiful nature on the mountain to civilization.

Mengingat keterbatasan jadwal bus dan minimnya pengemudi taksi yang dapat berbahasa Inggris di area ini, pengunjung harus sangat memperhatikan waktu agar tidak ketinggalan transportasi kembali ke pusat kota. Pastikan untuk menyelesaikan eksplorasi dan berada di area parkir bawah paling lambat pukul 17.00 sore.

Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar

Rather than rush to Kyoto to see Fushimi Momoyama Castle, Fushimi Inari Taisha, Onin war relics, etc., why not skip being crushed to death by legions of tourists and instead check out one of Hitachi’s other popular power spots like the torii of Oarai Isosaki Shrine.

Prefektur Ibaraki menawarkan berbagai destinasi menarik lain yang dapat dikombinasikan dalam satu perjalanan. Wisatawan dapat mengunjungi Kairaku-en di Mito serta torii ikonik di Oarai Isosaki Shrine. Pilihan lainnya meliputi Hitachi Seaside Park yang dipenuhi bunga indah sepanjang tahun, atau melanjutkan perjalanan ke wilayah Iwaki di Fukushima yang terkenal dengan Spa Resort Hawaiians.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *