Bayangkan Anda sedang menikmati perjalanan menggunakan kereta peluru dari Tokyo atau Kyoto menuju Hiroshima. Saat stasiun demi stasiun terlewati, antusiasme perjalanan semakin meningkat. Ketika mendekati Himeji, Anda mungkin sempat berpikir untuk turun sejenak guna menjelajahi kastil megah di sana. Terlebih lagi, dengan adanya tiket JR Rail Pass, Anda bebas naik dan turun kereta non-express kapan saja. Namun, karena Peace Dome dan Miyajima sudah menanti, Anda memilih untuk tetap berada di kursi. Beberapa waktu kemudian, saat kereta meninggalkan Stasiun Okayama, Anda merasa lega karena mengira tujuan berikutnya sudah dekat, tanpa menyadari bahwa Anda baru saja melewatkan salah satu permata tersembunyi terbaik di Jepang. Kendati demikian, Anda tidak sendirian dalam membuat keputusan ini, dan artikel ini akan membantu Anda mengatasi situasi tersebut.
Dalam panduan ini, saya akan memaparkan rencana bagaimana cara menyempatkan diri singgah sebentar di Okayama sebelum melanjutkan perjalanan ke Hiroshima. Meskipun prefektur ini sangat luas dan menyimpan banyak hal menarik yang dapat memikat Anda selama berhari-hari, sebagian besar objek wisata utamanya terletak dengan sangat strategis di dekat pusat transportasi utama. Hal ini menjadikannya tambahan yang sempurna untuk rencana perjalanan setiap pelancong, khususnya bagi pengunjung yang baru pertama kali datang ke Jepang. Sebagai permulaan, Okayama Castle dan taman Koraku-en yang menakjubkan dapat dicapai hanya dengan berjalan kaki sekitar dua puluh menit dari Stasiun Okayama.
Selain itu, dengan menempuh perjalanan kereta selama kurang lebih lima belas menit, Anda akan menemukan kawasan Kurashiki yang menawan. Memiliki arti harfiah “kota gudang”, Kurashiki dulunya berfungsi sebagai pusat distribusi beras yang sangat penting, dan hingga kini banyak fasilitas penyimpanan tersebut yang masih berdiri kokoh. Kawasan bersejarah Bikan di Kurashiki sangat layak dikunjungi bagi siapa saja yang mendambakan pengalaman autentik.
Cara Menuju ke Sana

Mari sejenak membahas letak geografis Okayama dan cara mengaksesnya. Seperti yang disinggung sebelumnya, prefektur ini berbatasan langsung dengan Hiroshima dan Laut Pedalaman Seto. Kendati sebagian besar wilayah utaranya didominasi oleh tebing-tebing menjulang yang menjadi ciri khas bagian selatan pulau Honshu, kawasan pesisir Okayama jauh lebih ramah bagi permukiman manusia. Di sinilah sebagian besar objek wisata, pusat perkotaan, serta jaringan transportasi prefektur berada.
Prefektur Okayama dapat dicapai melalui jalur kereta api maupun pesawat terbang. Karena artikel ini mengasumsikan Anda menggunakan kereta dan ingin singgah di tengah perjalanan menuju Hiroshima, saya hanya akan membahas perjalanan darat dengan kereta. Berbeda dari banyak destinasi terpencil lainnya, mencapai Okayama sangatlah mudah dan dapat dilakukan dengan satu kali naik kereta dari simpul kereta peluru utama di Jalur Tokaido. Kunci utama untuk berkunjung ke Okayama sebenarnya hanya mengetahui keberadaannya. Seperti biasa, silakan merujuk pada layanan seperti Jorudan atau platform serupa untuk mengecek jadwal serta rute kereta terbaik.
Koraku-en & Okayama Castle

Daya tarik utama Okayama tidak lain adalah taman tradisionalnya yang sangat indah, Koraku-en. Bersama dengan Kairaku-en di Mito dan Kenroku-en di Kanazawa, Koraku-en sering dinobatkan sebagai salah satu dari tiga taman terindah di Jepang. Letaknya yang berada dalam jarak berjalan kaki dari Stasiun Okayama membuat Koraku-en sangat mudah diakses bagi para pelancong yang menempuh rute standar Tokyo, Kyoto, dan Hiroshima. Jika Anda ingin menikmati keindahan alam menakjubkan—yang bahkan menginspirasi pembangunan sebuah taman di Tokyo—saya sangat menyarankan Anda untuk menyempatkan diri berkunjung ke Koraku-en.
Selain menawarkan keindahan yang luar biasa, Koraku-en juga memiliki latar belakang sejarah yang panjang. Taman ini pertama kali dibangun pada tahun 1687 atas perintah Ikeda Tsunamasa, penguasa feodal lokal yang memimpin wilayah tersebut. Tempat ini dirancang sebagai area hiburan untuk menyambut para tamu penting. Sayangnya, waktu dan cuaca tidak selalu bersahabat dengan Koraku-en; taman ini mengalami kerusakan parah akibat banjir pada tahun 1934 dan nyaris rata dengan tanah akibat pengeboman selama Perang Dunia II. Kendati demikian, berkat catatan arsip yang akurat dari para perancang aslinya, Koraku-en berhasil dipugar secara setia ke bentuk semula.

Salah satu hal yang memukau dari Koraku-en adalah pemanfaatannya yang cerdas terhadap Okayama Castle di dekatnya sebagai elemen pemandangan pinjaman yang dramatis. Walaupun tampak begitu megah, Okayama Castle sayangnya bukanlah benteng abad pertengahan yang asli seperti Hikone Castle dan beberapa benteng lainnya. Kendati fondasi aslinya sudah ada sejak sebelum tahun 1600, bangunan aslinya harus lenyap akibat ganasnya perang, sehingga Anda harus puas melihat bangunan replikanya. Rekonstruksi yang berdiri saat ini rampung pada tahun 1966 dengan tetap mempertahankan desain asli era Azuchi-Momoyama (1573–1600) secara cermat.
Seperti kebanyakan bangunan rekonstruksi lainnya, bangunan utama kastil telah diubah menjadi museum yang memamerkan sejarah struktur tersebut. Di dalamnya, Anda dapat mempelajari berbagai fungsi yang diemban oleh Okayama Castle sepanjang periode Edo (1603–1868). Selain itu, bagi pelancong yang mencari keaslian sejarah, Tsukimi Yagura atau Menara Pengamat Bulan patut disyukuri karena berhasil selamat dari kehancuran perang. Selain menara pengintai yang berasal dari tahun 1620 tersebut, terdapat pula sisa-sisa fondasi bangunan kuno yang dapat dieksplorasi untuk merasakan kembali warisan masa lalu kastil ini.
Bagi para penggemar serial Game of Thrones, perlu diketahui bahwa Okayama Castle sering dijuluki sebagai “Kastil Gagak” karena warna eksteriornya yang hitam kelam. Jika Anda berniat merasakan suasana ala Night’s Watch, destinasi ini tentu wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda.
Kawasan Kurashiki yang Menawan

Ingin menggali lebih dalam pesona yang ditawarkan oleh Okayama? Anda bisa langsung bertolak ke distrik gudang bersejarah Bikan di Kurashiki. Berlokasi tidak jauh dari Stasiun Okayama dengan naik kereta singkat, kawasan Kurashiki ini dijamin akan memikat berbagai tipe pelancong. Selama periode Edo (1603–1858), wilayah ini merupakan simpul vital untuk distribusi berbagai komoditas dagang. Kawasan Bikan di Kurashiki dicirikan oleh deretan fasilitas gudang tua yang autentik namun tampak memukau. Pemandangan yang luar biasa ini bahkan telah dianugerahi status sebagai Distrik Pelestarian Penting untuk Kelompok Bangunan Tradisional.
Kurashiki adalah tempat yang paling nikmat dijelajahi secara santai—bahkan mungkin sambil mengenakan kimono—marena ada begitu banyak hal yang bisa dilihat dan dilakukan. Berjalan-jalanlah sesuai tempo Anda sendiri dan nikmati suasananya. Hanya saja, perlu diingat bahwa dengan tambahan waktu yang diperlukan, perjalanan ke Kurashiki akan membuat kunjungan Anda ke Okayama menjadi lebih dari sekadar singgah sejenak. Kendati demikian, saya yakin tempat menawan ini sebanding dengan waktu yang dihabiskan. Jika Anda menyukai tempat-tempat seperti Kawagoe di Saitama, Anda pasti akan jatuh cinta pada Kurashiki. Saat menjelajahi kawasan bersejarah Bikan, pastikan untuk memperhatikan beberapa objek menarik berikut.

- Ohara Museum of Art
Museum yang tampak pada gambar di atas ini memamerkan koleksi mengesankan dari karya-karya seniman Barat ternama. Museum ini diklaim sebagai museum seni barat pertama di Jepang dan didanai sepenuhnya oleh keluarga pedagang kaya raya, Ohara. Di dalamnya, Anda akan menemukan karya-karya maestro seperti Picasso, El Greco, Gauguin, Modigliani, Rodin, Klee, Pollock, serta Kandinsky. Koleksi penting museum ini merentang dari berbagai periode waktu dan latar belakang kebangsaan. - Kediaman Mantan Pedagang
Di Kurashiki, terdapat beberapa bekas rumah keluarga saudagar kaya yang dibuka untuk umum, termasuk kediaman keluarga yang mendanai Ohara Museum of Art. Menjelang akhir era Edo, kemakmuran ekonomi yang kian meningkat di wilayah Kurashiki memungkinkan para penduduknya untuk membangun tempat tinggal megah semacam ini. Meskipun detail sejarahnya mungkin sulit dipahami bagi mereka yang tidak menguasai bahasa Jepang, keindahan arsitekturnya tetap dapat dinikmati oleh siapa saja. - Kuil Achi
Berdiri di atas bukit yang menghadap langsung ke kawasan bersejarah Bikan, kuil kuno ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-4. Sejak masa lalu, kuil ini menjadi tempat persinggahan penting bagi para pelaut yang memanjatkan doa agar diberi keselamatan saat melintasi Laut Pedalaman Seto. - Kurashiki Ivy Square
Kompleks bata merah ini merupakan bentuk pemugaran dari bekas pabrik tekstil yang dulunya beroperasi di lokasi tersebut. Tempat ini memiliki hotel megah di dalamnya dan tetap layak dikunjungi sekilas meskipun Anda tidak berencana untuk menginap.
Banyak orang berpendapat bahwa cara terbaik menikmati kawasan bersejarah Bikan adalah dengan menaiki perahu kecil yang menyusuri kanal-kanalnya. Selain itu, jika Anda bertahan hingga matahari terbenam, Anda akan disuguhi pemandangan spektakuler saat kawasan ini diterangi oleh lampu-lampu jalan bergaya klasik. Cahaya lampu tersebut memancarkan suasana yang jauh lebih tenang dan berbeda dari pesona Kurashiki di siang hari. Sebagai penutup, jika Anda ingin berbelanja sebelum bertolak, terdapat sebuah mal outlet yang letaknya berada di sisi seberang Stasiun Kurashiki dari kawasan bersejarah tersebut.
Objek Wisata Terdekat Lainnya

Jujur saja, Prefektur Okayama ibarat sebuah bawang dengan banyak lapisan. Walaupun daya tarik utamanya terpusat di sekitar stasiun-stasiun besar, ada begitu banyak keajaiban tersembunyi yang menanti untuk dijelajahi begitu Anda mengulik lebih dalam. Sebagai contoh, Bitchu-Matsuyama Castle yang tampak pada foto di atas merupakan keajaiban arsitektur yang sering dijuluki sebagai “Kastil di Langit”. Agar tetap ringkas, saya akan mengulas destinasi-destinasi menarik lainnya pada artikel yang berbeda, namun biarkan saya menutup tulisan ini dengan menyampaikan bahwa Okayama sebenarnya adalah jalur transit yang sangat praktis untuk mencapai pulau seni Naoshima. Banyak pelancong biasanya naik perahu dari Shikoku, tetapi bagi pemegang JR Rail Pass, berangkat dari Okayama jauh lebih efisien. Bagi para pencinta seni, rute ini mungkin bisa menjadi pilihan yang menarik dalam perjalanan pulang dari Hiroshima.
Sampai jumpa di petualangan berikutnya, para pelancong…








