Banyak wisatawan langsung membayangkan Kastil Osaka atau Kastil Himeji ketika merencanakan kunjungan bersejarah ke benteng di kawasan Kansai. Padahal, ada sebuah benteng lain yang selama berabad-abad menjadi penjaga jalur perdagangan penting yang luput dari perhatian banyak orang. Kastil Hikone terletak di tepi timur Danau Biwa di Prefektur Shiga. Kendati lokasinya sedikit di luar jalur wisata utama, benteng ini merupakan permata tersembunyi yang sarat akan nilai budaya. Dibangun pada awal tahun 1600-an, Kastil Hikone menjadi satu dari segelintir kastil asli yang masih bertahan hingga kini.
Kastil Hikone menyuguhkan gambaran autentik mengenai wujud benteng bergaya feodal. Menara utamanya telah ditetapkan sebagai Harta Karun Nasional pada tahun 1952, sementara sebagian besar parit, tembok pertahanan, dan pos jaga di bagian dalam masih terjaga dengan baik. Selain struktur pertahanan tersebut, kawasan tempat tinggal di sekitarnya juga direkonstruksi secara teliti. Kompleks kastil ini turut menaungi sebuah museum yang memamerkan berbagai pusaka milik keluarga Ii serta Taman Genkyu-en yang memukau.
Kastil Hikone tanpa ragu memberikan pengalaman nyata tentang kehidupan sehari-hari di dalam benteng tradisional Jepang. Sayangnya, sebagian besar struktur pertahanan feodal di berbagai kastil lainnya hancur pada awal abad ke-20 menyusul modernisasi Jepang. Kendati demikian, berkat permintaan langsung dari Kaisar Meiji, Kastil Hikone berhasil diselamatkan dari pembongkaran.
Cara Menuju ke Sana

Kastil Hikone menjadi pusat dari perkembangan Kota Hikone modern saat ini. Perjalanan menuju lokasi cukup mudah dijangkau dari Osaka maupun Kyoto dengan waktu tempuh sekitar satu jam lebih menggunakan kereta. Pelancong yang berangkat dari wilayah Kansai dapat langsung menuju Stasiun JR Hikone via Jalur Biwako. Sementara itu, pengunjung yang datang dari Nagoya atau Tokyo umumnya menggunakan kereta ekspres atau kereta pelancong shinkansen yang berhenti di stasiun penghubung Maibara. Disarankan untuk memeriksa jadwal perjalanan melalui layanan seperti Jorudan guna menentukan rute kereta yang paling efisien.
Dari Stasiun JR Hikone, kastil ini dapat dicapai dengan berjalan kaki selama sekitar 15 menit, atau memanfaatkan taksi yang banyak tersedia di sekitar stasiun. Mengingat ukuran benteng yang cukup besar dan lokasinya yang strategis, tempat ini sangat mudah ditemukan. Sebagian besar destinasi menarik di Hikone, termasuk jajaran toko di sepanjang Jalan Kastil Yume Kyobashi yang dirancang menyerupai kota benteng zaman feodal, berada dalam jarak jalan kaki dari kastil.
Dengan memperhitungkan durasi berjalan kaki, waktu eksplorasi di dalam kompleks kastil, serta perjalanan pulang-pergi, kunjungan ke Kastil Hikone paling pas dialokasikan sebagai agenda liburan seharian penuh.
Kawasan Kastil Hikone

Meskipun belum begitu populer di kalangan pelancong mancanegara, Kastil Hikone memegang peranan krusial dalam lini masa sejarah Jepang. Menara utamanya tergolong kecil, namun berdiri megah di atas bukit yang menghadap langsung ke lembah strategis tempat bertemunya jalur perdagangan Nakasendo pada satu titik celah sempit. Berkat letaknya yang strategis tersebut, Kastil Hikone memegang kendali atas seluruh arus lalu lintas di jalur penting menuju Kyoto dan Osaka, sehingga Keshogunan Tokugawa menunjuk salah satu pengikut setianya, keluarga Ii, untuk mengelola dan merawat benteng ini.
Tata letak Kastil Hikone juga menawarkan keunikan tersendiri dari sudut pandang strategi pertahanan militer. Menara utamanya dilengkapi jalur tanjakan spiral yang mengarah ke satu jembatan kayu tunggal, yang dapat dengan mudah diputus apabila terjadi pengepungan musuh. Selain itu, terdapat beberapa menara pengawas berukuran besar yang menghadap langsung ke titik-titik masuk utama, menggambarkan betapa sulitnya menembus pertahanan benteng ini pada era feodal.
Sementara menara utama berdiri di atas tebing, sisa bangunan benteng lainnya dapat ditemukan di bagian kaki bukit. Di area ini terdapat Museum Kastil Hikone yang bertempat di dalam sebagian bangunan bekas tempat tinggal penguasa. Pengunjung dapat menjelajahi berbagai ruangan berlantai tatami, taman, dan koridor yang dulunya menjadi pusat aktivitas administratif kota benteng tersebut.
Terakhir, sebagaimana destinasi kastil pada umumnya, kawasan Kastil Hikone bertransformasi menjadi lokasi favorit untuk menikmati keindahan bunga sakura pada musim semi. Waktu mekarnya bunga sakura di Hikone biasanya terjadi sekitar seminggu lebih lambat dibandingkan Kyoto dan Osaka karena letak kotanya yang lebih ke utara.
Maskot Resmi, Hikonyan

Sebuah kunjungan ke Kastil Hikone tentu terasa kurang lengkap tanpa mengenal yuru-kyara ikonik daerah tersebut, yaitu Hikonyan. Karakter menggemaskan ini terinspirasi dari legenda penguasa ketiga dari keluarga Ii yang selamat dari sambaran petir berkat gestur memanggil dari seekor kucing putih. Helm yang dikenakan Hikonyan menyerupai pusaka bersejarah milik keluarga Ii yang dapat disaksikan langsung di museum.
Kucing lucu ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2007 dalam rangka perayaan HUT ke-400 kastil tersebut. Sejak kemunculannya, Hikonyan dinilai berhasil mendongkrak sektor pariwisata Hikone dengan menarik hingga 200.000 wisatawan baru setiap tahunnya. Bahkan, pada tahun berikutnya, penjualan cendera mata bertema Hikonyan di seluruh Jepang mencatatkan angka fantastis. Maskot ini juga sempat dinobatkan sebagai yuru-kyara terpopuler dalam sebuah kompetisi tingkat nasional pada tahun 2010.
Wisatawan yang datang berkunjung berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Hikonyan, meski harus bersiap mengantre bersama pengunjung lain. Maskot imut ini tampil secara rutin di Kastil Hikone setiap hari dalam tiga sesi pertunjukan berdurasi masing-masing 30 menit. Jadwal penampilan ini dapat dikonfirmasi terlebih dahulu di loket tiket karena sewaktu-waktu dapat berubah.
Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar

Mengingat lokasi Hikone yang agak terpencil, disarankan untuk menyempatkan diri menjelajahi berbagai objek wisata menarik di sekitarnya agar perjalanan memberikan kesan yang maksimal.
- Taman Genkyu-en
Taman bergaya tradisional ini dibangun di dalam kompleks Kastil Hikone pada tahun 1677 dan konon dirancang meniru taman istana era Dinasti Tang. Genkyu-en memiliki kolam besar di bagian tengah yang dikelilingi oleh jalur pejalan kaki. Terdapat pula beberapa bangunan paviliun yang dahulunya digunakan para penguasa Hikone untuk menjamu tamu, dan kini dapat dinikmati pengunjung sambil menyeruput teh. - Jalan Kastil Yume Kyobashi
Kawasan jalan ini telah dipugar sedemikian rupa hingga menyerupai lanskap kota benteng feodal tempo dulu. Deretan kafe dan toko suvenir yang menghiasi sepanjang jalan menjadikannya lokasi yang nyaman untuk berjalan santai seusai menjelajahi kastil, sekaligus tempat terbaik untuk berburu oleh-oleh. - Danau Biwa
Berjalan kaki sekitar 10 hingga 15 menit dari kastil akan membawa pengunjung ke tepian Danau Biwa, danau terbesar di Jepang. Mengingat pentingnya perairan tawar bagi wilayah tersebut, Prefektur Shiga memiliki hubungan erat dengan berbagai pihak dan bersama-sama mendirikan fasilitas pendidikan di tepi danau. - Chikubushima
Pulau kecil yang terletak di bagian utara Danau Biwa ini dapat diakses menggunakan kapal feri dari pelabuhan di Hikone. Pulau yang dianggap suci ini menaungi Kuil Hogon-ji dan Kuil Tsukubusuma, yang mencerminkan perpaduan antara ajaran Buddha dan Shinto, serta menjadi salah satu situs pemujaan Benzaiten yang terkemuka. - Nagahama
Kawasan ini menawarkan beragam daya tarik unik dan sangat cocok dikunjungi sebagai rangkaian perjalanan setelah mengeksplorasi Pulau Chikubushima, mengingat jadwal penyeberangan feri yang perlu disesuaikan dengan baik.
Sampai jumpa pada perjalanan berikutnya…








