Home / Travel / Menjelajah Kota Joge di Hiroshima: Wisata Halaman Belakang Vol. 17

Menjelajah Kota Joge di Hiroshima: Wisata Halaman Belakang Vol. 17

Joge Townscape

Belakangan ini, saya menyempatkan diri berkunjung ke wilayah Setouchi di Jepang untuk menemui rekan-rekan yang bekerja di industri pariwisata lokal. Selama di sana, kami sempat menghadiri sebuah festival lokal yang cukup tersembunyi di Kota Fuchu, Hiroshima, yang dimeriahkan oleh kembang api, pertunjukan musik, dan tentu saja berbagai hidangan lezat. Terletak di sebelah utara Fukuyama, Fuchu merupakan bagian prefektur yang jarang dijamah turis dan menawarkan suasana yang sangat berbeda dari destinasi populer Jepang pada umumnya. Berbanding terbalik dengan kawasan perkotaan Hiroshima yang sibuk, Fuchu menghadirkan nuansa seolah waktu berhenti berputar.

Menariknya, Fuchu menyimpan banyak keunikan tersembunyi serta peran penting yang tak terduga dalam sejarah. Meskipun sebagian daya tariknya cukup menantang untuk diakses, siapa sangka wilayah ini menjadi tempat asal pasokan denim bagi berbagai merek papan atas dunia. Selain itu, distrik Joge di Fuchu dulunya pernah menjadi titik transit yang sangat krusial dalam jalur pengiriman perak dari tambang Iwami Ginzan menuju pelabuhan-pelabuhan pesisir. Tambang tersebut merupakan penopang utama produksi perak di Jepang selama beberapa generasi, dan Joge memegang peran vital dalam mendistribusikan logam mulia ini ke seluruh penjuru negeri.

Kendati jarang dikenal wisatawan, Joge memiliki arti sejarah, pelestarian budaya, dan pesona visual yang luar biasa. Pada masa lampau, nilai strategis wilayah ini sangat tinggi hingga berada di bawah kendali langsung Keshogunan Tokugawa. Pemerintah saat itu tidak ingin menyerahkan pengawasan pengapalan perak dari Iwami Ginzan kepada sembarang penguasa feodal atau daimyo regional. Berkat perlindungan ketat dari pihak keshogunan serta arus komoditas berharga yang melimpah, kawasan pemukiman ini berkembang menjadi sangat makmur. Jejak-jejak sejarah kejayaan tersebut masih dapat disaksikan hingga hari ini.

Bagi pembaca baru, seri tulisan ini mengangkat berbagai kawasan terpencil di Jepang yang berada jauh dari jalur pariwisata konvensional dan kerap luput dari perhatian. Sama seperti destinasi lainnya, saya tidak secara khusus menyarankan semua wisatawan untuk memaksakan diri berkunjung ke Joge. Lokasinya terlalu jauh dari pusat keramaian Hiroshima bagi sebagian besar pelancong, dan masih ada banyak alternatif destinasi lain yang lebih mudah dijangkau. Kendati demikian, esensi dari penjelajahan ini adalah menunjukkan bahwa hampir setiap sudut di Jepang memiliki potensi besar apabila dikelola dengan kombinasi narasi, strategi pemasaran, dan daya tarik yang tepat.

<

Cara Menuju ke Sana

Joge Station in Hiroshima Prefecture, a small countryside train station with a retro-style building, red roof accents, and signage in both Japanese and English, set against a backdrop of lush green hills under a clear blue sky.

Sebelum membahas berbagai hal menarik yang bisa dilakukan di Joge, mari kita lihat cara mengakses wilayah tersebut. Saat berkunjung, saya cukup beruntung karena diantar berkeliling oleh rekan-rekan lokal menggunakan kendaraan sewaan. Jika Anda tidak memiliki kenalan di wilayah Setouchi, Anda harus menyiapkan kendaraan sendiri atau mengandalkan moda transportasi umum yang pilihannya cukup terbatas. Meskipun tetap memungkinkan, Anda wajib memperhatikan jadwal keberangkatan dengan teliti melalui layanan seperti Jourdan atau aplikasi transportasi serupa agar perjalanan berjalan lancar.

Bagi yang berniat menggunakan kereta, perjalanan dimulai dengan menuju Stasiun Fukuyama menggunakan kereta cepat Shinkansen. Perlu dicatat bahwa tidak semua kereta Nozomi berhenti di stasiun ini. Namun, jika Anda menggunakan tiket paspor kereta regional, aturan tersebut justru menguntungkan karena JR tidak mengizinkan pemegang tiket perjalanan tak terbatas untuk menaiki jenis Shinkansen yang paling cepat. Perjalanan dari Fukuyama akan sedikit lebih menantang karena Anda harus beralih ke Jalur Lokal Fukuen, turun di Stasiun Fuchu, lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta lain menuju Stasiun Joge.

Tantangan terbesar dalam perjalanan ini terletak pada sambungan kereta kedua. Di jalur tersebut, jumlah perjalanan kereta setiap harinya sangat terbatas. Ketinggalan satu jadwal kereta berarti Anda harus menunggu selama beberapa jam kedatangan berikutnya. Oleh karena itu, rencanakan perjalanan Anda secara mendetail hingga ke menit terakhir agar tidak telantar di Joge tanpa ada kegiatan sambil berharap kereta tidak mengalami keterlambatan atau pembatalan.

Sebagai tambahan informasi sebelum menjelajahi objek wisata di Joge, terdapat sebuah bangunan machiya di pusat kota yang baru saja direnovasi. Tempat tersebut menyediakan beberapa kamar inap dengan tarif yang cukup terjangkau. Jika penginapan tersebut kurang sesuai dengan selera Anda, terdapat pula beberapa ryokan tradisional lain di Joge, meskipun saya pribadi menyarankan untuk menginap di kawasan yang lebih besar kecuali jika rencana perjalanan Anda memang mengarah ke utara menuju Miyoshi atau daerah yang lebih jauh.

Menembus Waktu ke Era Pra-Meiji

The Okinaza Theater in Joge, Hiroshima&hairsp;—&hairsp;a historic wooden theater with whitewashed walls, tiled roof, and a vintage signboard in kanji above the entrance, set against a wooded hillside.

Mari kita ulas alasan utama mengapa Joge layak untuk dikunjungi. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kota ini dulunya merupakan simpul penting dalam jalur distribusi perak dari tambang Iwami Ginzan menuju wilayah Jepang yang lebih padat penduduk. Peran strategis ini membuat Keshogunan Tokugawa memberlakukan pengawasan yang sangat ketat demi memastikan komoditas perak tersebut sampai di tempat tujuan dengan aman.

Daya tarik utama Joge terletak pada lanskap kotanya yang autentik, mirip dengan kawasan bersejarah seperti Kawagoe. Saat berjalan-jalan menyusuri jalanan kota, Anda dapat menikmati arsitektur tradisional dari masa lampau yang masih terjaga dengan baik. Untuk memaksimalkan pengalaman, Anda bahkan bisa menyewa kimono atau yukata dari perajin lokal setempat. Langkah ini tidak hanya mempercantik hasil foto perjalanan Anda, tetapi juga membantu membayangkan rasanya hidup di wilayah Hiroshima pada zaman dahulu.

Selain suasana historisnya yang kental, berikut adalah beberapa titik menarik di Joge yang dapat Anda kunjungi. Sebagian besar tempat ini bisa dijelajahi dalam waktu singkat sehingga Anda masih sempat kembali ke stasiun sebelum kereta berikutnya tiba:

  • Teater Okinaza
    Bangunan kayu bernuansa klasik ini dulunya berfungsi sebagai panggung pertunjukan kabuki dan kemudian beralih fungsi menjadi bioskop pada awal era Showa (1926–1989). Saat ini, gedung tersebut lebih sering digunakan untuk acara komunitas lokal, termasuk pertunjukan Bingo Kagura yang sangat menarik jika Anda datang di waktu yang tepat.
  • Kawasan Pecinan Machiya Joge
    Jantung kota Joge berada di sepanjang jalan yang diapit oleh bangunan machiya berdinding putih, dengan sebagian besar strukturnya berasal dari era Edo (1603–1868) dan era Meiji (1868–1912). Berjalan-jalan di sini memberikan sensasi seperti berada di lokasi syuting film, ditambah dengan keunggulan kawasannya yang jauh dari kerumunan turis.
  • Kuil Kameyama Hachimangu
    Terletak hanya sepelemparan batu dari jalan utama, kuil yang tenang ini menjadi lokasi penyelenggaraan ritual tradisional Yumi Kagura beberapa kali dalam setahun. Meskipun sedang tidak ada acara khusus, suasana damai di area kuil ini tetap menawarkan ketenangan tersendiri bagi para pengunjung.
  • Museum Sejarah & Budaya Joge
    Bertempat di rumah kelahiran novelis ternama Okada Michiyo, museum berukuran compact ini menyajikan berbagai informasi mengenai warisan sastra dan sejarah logistik kota tersebut. Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk, sehingga tempat ini sangat sayang untuk dilewatkan.
  • Kantor Pos Joge
    Meskipun sudah tidak berfungsi sebagai kantor pos aktif, bangunan bergaya era Taisho (1912–1926) ini memiliki daya tarik nostalgia tersendiri. Tempat ini telah diubah menjadi Galeri Joge yang memamerkan barang antik, kerajinan rakyat, serta kafe kecil yang nyaman. Anda bisa berfoto dengan kotak pos merah klasik di depannya sambil menikmati suasana bersejarah kota Joge.

Bagi yang ingin merasakan pengalaman unik ala masa lampau, Anda dapat naik kereta satu pemberhentian lagi ke Stasiun Bingo-Yano di Jalur Fukuen. Di sana, terdapat sebuah kedai mi udon unik yang menyatu langsung dengan bangunan stasiun tempat Anda bisa menikmati semangkuk mi hangat. Namun, pastikan untuk tetap memperhatikan jadwal kereta agar tidak tertahan terlalu lama di stasiun tersebut.

Destinasi Menarik di Sekitar Joge

Fields of tulips and other flowers at Sera Plateau in Sera-cho during the early spring. It’s located in Sera-chom Sera-gun in Hiroshima and is close to Joge.

Seperti yang telah disebutkan, Kota Fuchu menyimpan banyak permata tersembunyi yang menarik untuk dieksplorasi, meskipun sebagian besar memerlukan kendaraan pribadi atau mobil sewaan. Oleh karena itu, setelah dari Joge, Anda bisa memilih untuk melanjutkan perjalanan menuju Iwami Ginzan di Prefektur Shimane via Miyoshi, atau kembali turun ke Stasiun Fukuyama. Pengecualian utama hanya berlaku jika Anda berkunjung saat festival tahunan Fuchu pada awal bulan Juni yang menyuguhkan kemeriahan luar biasa.

Jika saya berkunjung dari luar negeri dan merencanakan perjalanan ke Joge, saya pribadi lebih memilih kembali ke Stasiun Fukuyama dan mampir ke kawasan Tomonoura. Terletak di sebelah selatan Stasiun Fukuyama, pelabuhan ikonis di Laut Pedalaman Seto ini merupakan representasi nyata kehidupan pesisir Jepang ratusan tahun lalu. Menariknya, Tomonoura juga menjadi sumber inspirasi bagi film animasi karya Hayao Miyazaki berjudul Ponyo, sebuah bonus menarik bagi para penggemar Studio Ghibli.

Terakhir, jika Anda memiliki kendaraan sewaan dan mencari lokasi alam yang indah di Hiroshima untuk melengkapi kunjungan ke Joge, pertimbangkan untuk singgah di Sera Kogen. Dataran tinggi di prefektur ini dipenuhi oleh hamparan bunga musiman yang cantik seperti dahlia, nemophila, dan bunga matahari tergantung dari musim kunjungan Anda. Tempat ini sungguh memukau dan menjadi salah satu destinasi favorit yang menyenangkan untuk dibagikan kepada para pembaca.

Sampai jumpa pada petualangan perjalanan berikutnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *