Home / Travel / Prefektur Fukui: Zen Buddhism, Kastil & Dinosaurus

Prefektur Fukui: Zen Buddhism, Kastil & Dinosaurus

Sunset Over a Misty Valley in Fukui

Prefektur Fukui sering kali dijuluki sebagai “Negeri Dinosaurus” oleh para ekspatriat yang tinggal di sana. Terletak di sepanjang pantai Laut Jepang, di sebelah selatan Kanazawa, wilayah pedesaan ini merupakan bagian dari wilayah bersejarah Hokuriku yang kaya akan keindahan alam dan warisan masa lalu. Dibandingkan dengan kota besar seperti Tokyo atau Osaka, Fukui menawarkan ritme perjalanan yang jauh lebih santai, meski moda transportasi umum seperti kereta dan bus beroperasi cukup jarang.

Akses menuju Fukui kini semakin mudah berkat perpanjangan jalur Hokuriku Shinkansen dari Kanazawa. Pengunjung dari Tokyo dapat naik kereta peluru secara langsung menuju Stasiun Fukui dalam waktu sekitar tiga jam. Sementara itu, wisatawan dari wilayah Kansai dapat menggunakan kereta limited express dari Kyoto yang memakan waktu sekitar satu setengah jam. Stasiun Fukui menjadi titik singgah yang strategis untuk memesan akomodasi dan menjelajahi berbagai destinasi di sekitar prefektur ini.

Kuil Eihei-ji

The Zen Buddhist complex of Eihei-ji in Fukui Prefecture

Salah satu daya tarik utama di Fukui adalah kompleks kuil Buddha Zen bernama Eihei-ji. Didirikan oleh sarjana Buddha terkemuka bernama Dogen, kompleks biara aktif dari sekte Soto ini memiliki lebih dari tujuh puluh bangunan yang saling terhubung untuk memudahkan akses di tengah musim salju. Pengunjung dapat memulai tur dari aula utama dan menjelajahi berbagai struktur penting seperti aula Buddha (Butsuden), aula ceramah (Hatto), aula pendiri (Jyoden), serta gerbang Sanmon yang dibangun pada tahun 1794. Kuil ini dapat dicapai menggunakan bus langsung dari Stasiun Fukui dalam waktu sekitar tiga puluh menit.

Tebing Tojinbo

The hexagonal and pentagonal precipices of Fukui Prefecture’s Tojinbo

Bergeser ke wilayah utara Fukui yang menghadap langsung ke Laut Jepang, terdapat formasi tebing basaltik bernama Tojinbo. Erosi selama ribuan tahun telah membentuk tebing-tebing curam dengan struktur heksagonal dan pentagonal yang unik. Wisatawan dapat menyusuri area tepi tebing, namun harus ekstra berhati-hati karena tidak tersedia pagar pembatas di sepanjang jalur tersebut. Untuk mencapai Tojinbo dari Stasiun Fukui, pengunjung dapat naik Echizen railway menuju Stasiun Mikuniminato, dilanjutkan dengan berjalan kaki atau naik bus singkat.

Museum Dinosaurus Prefektur Fukui

A T-Rex model at the Fukui Prefectural Dinosaur Museum in Katsuyama

Julukan “Negeri Dinosaurus” disematkan pada Fukui bukan tanpa alasan, mengingat banyaknya penemuan fosil purba di sekitar Kota Katsuyama. Museum Dinosaurus Prefektur Fukui dibangun sebagai bentuk selebrasi atas kekayaan paleontologi tersebut. Fasilitas kelas dunia ini memamerkan lebih dari empat puluh kerangka utuh, termasuk spesies lokal seperti Fukuiraptor dan Fukuisaurus, serta replika animatronik Tyrannosaurus Rex ukuran penuh. Perjalanan ke museum ini dapat ditempuh dengan naik Echizen Railway Katsuyama Line dari Stasiun Fukui, diikuti dengan bus antar-jemput atau taksi dari Kota Katsuyama.

Kuil Heisen-ji Hakusan

Fukui Prefecture’s moss-covered Heisen-ji Hakusan Shrine in Katsuyama

Masih di kawasan Katsuyama, terdapat Kuil Heisen-ji Hakusan yang terkenal dengan lanskap tertutup lumut yang sangat fotogenik. Situs sinkretis yang memadukan elemen Buddha dan Shinto ini telah berdiri lebih dari 1.300 tahun silam dan dulunya menjadi titik awal ziarah ke Gunung Haku yang suci. Selain kuil ini, wisatawan juga dapat mengunjungi patung raksasa Echizen Daibutsu serta Museum Kastil Katsuyama yang menyimpan berbagai artefak sejarah lokal.

Kastil Echizen-Ono

Fukui Prefecture's Echizen-Ono Castle, a stronghold that seems to float in the sky.

Terletak di sebelah selatan Katsuyama, Kastil Echizen-Ono berdiri di atas dataran tinggi kecil yang dikelilingi oleh lembah dan pegunungan tinggi. Ketika kondisi cuaca dingin, kabut tebal kerap berkumpul di dataran rendah di sekitarnya, membuat benteng ini tampak seolah-olah mengapung di atas awan. Untuk mencapai kawasan ini, pengunjung dapat menggunakan jalur kereta JR Kuzuryu Line menuju Stasiun Echizen-Ono, kemudian berjalan kaki selama kurang lebih dua puluh menit.

Reruntuhan Klan Asakura di Ichijodani

A gate at the Asakura clan’s historic ruins in Ichijodani, Fukui Prefecture

Satu lagi destinasi menarik yang berada di jalur JR Kuzuryu Line adalah situs bersejarah Ichijodani Asakura Clan Historic Ruins. Kota kastil yang dulunya menjadi pusat perdagangan yang sibuk ini hancur akibat serangan panglima perang Oda Nobunaga pada tahun 1575. Melalui proses ekskavasi arkeologi yang panjang, pemerintah setempat berhasil merekonstruksi sebagian kawasan lembah tersebut menjadi museum luar ruangan. Pengunjung dapat melihat replika bangunan dari era Sengoku lengkap dengan manekin yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa lampau, serta reruntuhan kediaman klan Asakura dan taman-taman tradisional yang telah dipugar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *