Okayama Prefecture sering dijuluki sebagai “negeri sinar matahari” karena tercatat memiliki tingkat curah hujan paling rendah di antara seluruh prefektur di Jepang. Meskipun wilayah ini memiliki julukan yang ceria, kawasan ini menyimpan berbagai lapisan keindahan tersembunyi yang sangat layak untuk dijelajahi lebih dalam, terutama bagi wisatawan yang sudah sering berkunjung ke Jepang dan mencari destinasi di luar rute mainstream.
Cara Menuju ke Sana

Prefektur Okayama terletak tepat di sebelah timur Prefektur Hiroshima dan berbatasan langsung dengan Laut Pedalaman Seto. Akses menuju ke sini sangat mudah, di mana sebagian besar pelancong biasanya menggunakan kereta Shinkansen dan berhenti di Stasiun Okayama. Bagi pemegang JR Rail Pass, perjalanan dengan kereta api adalah pilihan paling praktis dan efisien.
Setelah tiba di Stasiun Okayama, disarankan untuk menyewa mobil agar eksplorasi menjadi lebih leluasa. Walaupun beberapa destinasi dapat dijangkau menggunakan kombinasi kereta, bus, dan taksi, memiliki kendaraan sendiri akan menghemat banyak waktu dan tenaga mengingat letak objek wisata yang cukup tersebar.
Bitchu-Matsuyama Castle

Destinasi pertama yang wajib dikunjungi adalah Bitchu-Matsuyama Castle atau yang juga dikenal sebagai Kastil Takahashi. Benteng pertahanan ini merupakan salah satu dari hanya dua belas kastil asli yang tersisa di seluruh Jepang, memberikan keaslian sejarah yang tidak dapat ditiru oleh bangunan rekonstruksi modern. Berdiri di ketinggian 430 meter di atas permukaan laut, benteng ini adalah kastil puncak gunung tertinggi yang berhasil bertahan melewati zaman Edo.
Dibangun pada tahun 1240 di atas barisan pegunungan yang terjal, kastil ini awalnya difokuskan sebagai benteng pertahanan yang kokoh. Jika berkunjung pada pagi hari di musim gugur, udara dingin di lembah sering kali menciptakan fenomena lautan awan atau unkai. Saat fenomena ini terjadi, kastil tersebut tampak seolah-olah sedang melayang di udara, sehingga mendapat julukan sebagai “kastil di langit”.
Fukiya & Pigmen Bengara di Okayama

Lokasi menarik berikutnya adalah Fukiya, sebuah desa pegunungan yang dulunya berkembang pesat sebagai kota tambang tembaga dan produsen utama pigmen merah cerah bernama bengara. Pewarna alami yang terbuat dari besi teroksidasi ini sangat tahan lama, membuat bangunan-bangunan di desa tersebut tetap mempertahankan warna merah khasnya selama puluhan tahun tanpa banyak perbaikan.
Terletak di daerah pegunungan barat laut Okayama pada ketinggian 550 meter di atas permukaan laut, desa ini menghadapi tantangan populasi yang semakin menua. Untuk melestarikan bangunan bersejarah yang berstatus sebagai aset budaya penting, penduduk setempat bahkan telah mengubah salah satu bangunan kosong menjadi kamar penginapan yang estetik bagi para pelancong yang ingin merasakan pengalaman menginap otentik.
Dataran Tinggi Hiruzen

Dataran Tinggi Hiruzen menawarkan pemandangan alam yang sangat memukau dengan padang rumput yang hijau dan lanskap pegunungan vulkanik. Wilayah ini dikenal sebagai zona pembiakan sapi Jersey terbesar di Jepang, sehingga menghasilkan produk susu berkualitas tinggi seperti keju dan es krim lembut yang patut dicoba.
Dikelilingi oleh tiga puncak gunung berapi utama dan berlatar belakang Gunung Daisen di Prefektur Tottori yang dijuluki sebagai “Gunung Fuji Jepang Barat”, kawasan ini menjadi destinasi liburan domestik yang populer di Honshu bagian barat. Selama musim hangat, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas luar ruangan seperti berkuda, bersepeda, mendaki, hingga berkemah, sementara olahraga musim dingin menjadi daya tarik utama ketika salju mulai turun.
Kerajinan Tembikar dan Seni Tempa Pedang di Bizen
Bergeser ke wilayah selatan tepatnya di kawasan Bizen, pengunjung dapat menikmati keindahan pemandangan Laut Pedalaman Seto dan menjelajahi pulau-pulau kecil dengan bersepeda. Wilayah ini terkenal di seluruh dunia berkat tradisi pembuatan tembikar pedesaan yang khas, di mana wisatawan bisa mencoba membuat keramik sendiri.
Selain tembikar, Bizen juga merupakan rumah bagi Museum Pedang Bizen Osafune yang memamerkan koleksi bilah pedang tradisional Jepang hasil karya para empu masa lampau. Kawasan ini sejak dulu dikenal sebagai salah satu pusat pembuatan pedang terkemuka di Jepang, dengan banyak senjata bersejarah dari daerah ini yang diakui sebagai harta karun nasional.
Atraksi Terkenal Lainnya di Sekitar Okayama

Kunjungan ke Prefektur Okayama tentu belum lengkap tanpa mendatangi dua landmark ikoniknya, yaitu taman tradisional Koraku-en dan distrik kanal bersejarah Kurashiki yang sangat populer di kalangan wisatawan.
Selain itu, pulau seni Naoshima yang terkenal dengan instalasi patung labu ikonik juga berada sangat dekat dari Okayama. Meskipun secara administratif masuk ke dalam wilayah Prefektur Kagawa di pulau Shikoku, lokasi Naoshima yang dekat dengan Okayama menjadikannya titik keberangkatan yang sangat ideal bagi pelancong mancanegara.








