Home / Travel / Jelajahi Kotohira-gu, Kuil Megah di Prefektur Kagawa

Jelajahi Kotohira-gu, Kuil Megah di Prefektur Kagawa

Kotohira gus Stairs

Menjelajahi tangga batu menuju Kotohira-gu di Prefektur Kagawa memberikan pengalaman tersendiri. Berada di lereng Gunung Zozu, kompleks kuil Shinto yang juga dikenal sebagai Konpira-san ini dulunya menjadi lokasi ziarah yang sangat populer pada periode Edo, ketika mobilitas masyarakat biasa sangat dibatasi kecuali untuk keperluan ziarah keagamaan.

Kuil ini memuja dewa Omononushi yang berkaitan dengan keselamatan di laut, kesehatan, dan kesuburan, serta arwah Kaisar Sutoku yang diabadikan di tempat ini. Perpaduan antara sejarah kekaisaran, kepercayaan maritim, dan sinkretisme agama Buddha-Shinto menjadikan Kotohira-gu sebagai destinasi yang kaya makna dan jauh dari kerumunan turis asing.

Cara Menuju ke Sana

The Town at the Base of Kotohira-gu

Akses menuju Kotohira-gu tergolong cukup mudah bagi wisatawan yang sedang menjelajahi Pulau Shikoku. Jika berangkat dari Takamatsu, pengunjung dapat menaikki kereta menuju Stasiun Tadotsu lalu berpindah ke Jalur JR Dosan hingga tiba di Stasiun JR Kotohira. Alternatif lainnya adalah menggunakan jalur Kotoden Kotohira dari Stasiun Takamatsu-Chikko.

Setibanya di area bawah, pengunjung harus berjalan kaki menuju gerbang utama melewati kawasan perkotaan yang dipenuhi toko suvenir, penginapan tradisional ryokan, serta restoran mi udon. Mengingat rute pendakian yang cukup melelahkan, disarankan untuk menyediakan waktu sekitar tiga hingga empat jam dan menyiapkan tongkat jalan yang bisa dibeli di toko-toko sekitar pintu masuk.

Kawasan Kompleks Kuil Kotohira-gu

Kotohira-gu’s Mihotsuhime Shrine

Area Kotohira-gu terbagi menjadi beberapa bagian, mulai dari kota di kaki gunung, jalur tangga menuju aula utama, hingga jalan setapak menuju kuil bagian dalam di puncak Gunung Zozu. Sebelum mencapai gerbang pertama, suasana kota dan area kuil berpadu dengan deretan toko yang sudah melayani peziarah sejak zaman dahulu.

Di sepanjang perjalanan sebelum aula utama, terdapat berbagai titik menarik seperti Omote Shoin yang menyimpan karya seni penting, kafe untuk beristirahat, serta patung-patung anjing Konpira inu yang dahulu diandalkan untuk membawa persembahan bagi warga yang berhalangan hadir langsung.

785 Tangga Batu Menuju Aula Utama

The Stairs to Kotohira-gu’s Main Hall

Pendakian utama mengharuskan pengunjung menaklukkan 785 anak tangga batu untuk mencapai aula utama bernama Gohon-gu. Perjalanan dimulai dari jalanan kota yang dipenuhi pertokoan hingga melewati gerbang utama bergaya kuil Buddha. Di area peristirahatan sebelum tanjakan terakhir, pengunjung dapat menjumpai Aula Asahi yang merupakan bangunan terbesar di kompleks ini.

Sesampainya di aula utama, rasa lelah akan terbayar dengan pemandangan Dataran Sanuki di sebelah timur. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada musim semi saat pohon-pohon sakura di sekitar kompleks sedang bermekaran dengan cuaca yang lebih bersahabat.

Menuju Kuil Bagian Dalam

Mt. Iino from Kotohira-gu’s Izutama Shrine

Bagi pengunjung yang masih memiliki stamina lebih, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Izutama Shrine yang terletak di bagian yang lebih tinggi di Gunung Zozu. Rute ini memerlukan tambahan 583 anak tangga dengan tingkat kemiringan yang lebih curam melalui jalur hutan.

Dari kuil terdalam ini, pemandangan ke arah Dataran Sanuki tampak jauh lebih luas, termasuk penampakan Gunung Iino yang sering dijuluki sebagai Sanuki Fuji. Kendati demikian, perjalanan turun harus dilakukan dengan ekstra hati-hati karena tangga batu yang curam dapat memicu risiko tergelincir.

Destinasi Menarik di Sekitar Kotohira-gu

Marugame Castle’s Moat

Lokasi Kotohira-gu yang strategis memudahkan wisatawan untuk mengunjungi destinasi menarik lainnya di Prefektur Kagawa. Kota Takamatsu dengan Taman Ritsurin yang terkenal berada di sebelah timur laut, sementara Kastil Marugame yang memiliki menara pertahanan asli terletak tidak begitu jauh dari sana.

Selain itu, terdapat pula kuil bersejarah Zentsu-ji yang dikenal sebagai tempat kelahiran biksu Kukai, pendiri Shingon Buddhism. Tempat-tempat ini menjadikan kawasan utara Shikoku sebagai rute perjalanan darat yang sangat ideal untuk dieksplorasi lebih jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *