Home / Travel / Menjelajah Nokogiriyama Chiba: Pendakian ke “Gunung Gergaji

Menjelajah Nokogiriyama Chiba: Pendakian ke “Gunung Gergaji

Nokogiriyama as Seen From Afar

Bagi sebagian besar wisatawan mancanegara, Prefektur Chiba sering kali hanya disinggapi sebatas lokasi Bandara Internasional Narita. Padahal, wilayah ini menyimpan banyak sekali destinasi tersembunyi yang menarik untuk dikunjungi. Mulai dari kompleks kuil Narita-san yang luas hingga bangunan-bangunan bersejarah di Sawara, Chiba menawarkan pengalaman wisata yang kaya. Salah satu destinasi menarik di kawasan ini adalah Nokogiriyama, atau yang secara harfiah berarti Gunung Gergaji. Terletak di pesisir barat Semenanjung Boso di Prefektur Chiba, gunung setinggi 330 meter ini memiliki bentuk unik dan sangat cocok bagi para pecinta alam serta pendaki berpengalaman.

Bagi yang belum pernah mendengarnya, Nokogiriyama menyimpan nilai sejarah dan keagamaan yang mendalam. Sisi barat gunung ini merupakan lokasi dari kompleks kuil Nihon-ji yang luas. Di sinilah terdapat patung Buddha batu prasejarah terbesar di Jepang, serta berbagai arca Buddha lain yang memukau. Selain itu, bagi para pecinta sejarah, Nokogiriyama dulunya digunakan sebagai lokasi penambangan batu pada zaman Edo (1603–1868). Bekas-bekas pahatan tangan manusia ini masih terlihat jelas hingga kini, memberikan nuansa autentik yang jarang ditemukan di tempat lain.

Jika Anda sedang berada di Tokyo dan mencari destinasi alternatif yang tidak biasa, Nokogiriyama adalah pilihan yang sangat direkomendasikan. Baik dengan mendaki secara langsung maupun menggunakan kereta gantung, kunjungan ke tempat tersembunyi di Prefektur Chiba ini akan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Cara Menuju ke Sana

The rope way up to the top of Chiba Prefecture’s Nokogiriyama on the Boso Peninsula

Sebelum merencanakan perjalanan, penting untuk mengetahui rute menuju Nokogiriyama karena perjalanannya cukup menantang. Lokasinya berada di ujung selatan Semenanjung Boso, Prefektur Chiba. Perjalanan dimulai dengan naik kereta JR dari pusat Tokyo menuju Chiba. Rute tercepat bergantung pada jadwal keberangkatan kereta, sehingga disarankan untuk memeriksa layanan informasi seperti Jorudan guna merencanakan perjalanan dengan akurat. Stasiun tujuan Anda adalah Stasiun Hamakanaya yang cukup tenang. Kereta ekspres terbatas yang memerlukan reservasi adalah cara tercepat untuk mencapai stasiun ini, meskipun dengan biaya tambahan.

Setibanya di area Nokogiriyama, Anda harus memilih antara mendaki gunung atau menggunakan kereta gantung. Jika tidak terbiasa mendaki, Anda bisa menuju ke lokasi kereta gantung Nokogiriyama yang dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar sepuluh menit dari Stasiun Hamakanaya. Biaya tiketnya sekitar 500 yen untuk sekali jalan atau 930 yen untuk tiket pulang-pergi. Sementara itu, bagi pendaki yang ingin menantang diri tanpa transportasi modern, jalur pendakiannya cukup sulit ditemukan. Disarankan untuk mengikuti pendaki lain atau bertanya kepada petugas stasiun untuk menghindari salah arah.

Selain menggunakan kereta, Nokogiriyama juga dapat diakses melalui jalur feri dari Kurihama di Prefektur Kanagawa yang terletak di seberang Teluk Tokyo. Meskipun sedikit lebih lambat daripada kereta, perjalanan laut ini menawarkan pemandangan yang sangat indah. Rute terbaik yang bisa dicoba adalah berangkat ke Nokogiriyama menggunakan kereta, kemudian kembali ke Tokyo dengan menaiki feri menuju Kurihama.

Jigoku Nozoki

The Jigoku Nozoki or "Hell's Lookout" on Nokogiriyama in Chiba Prefecture

Salah satu daya tarik utama di Nokogiriyama adalah tebing curam yang dikenal dengan nama Jigoku Nozoki, atau “Pemandangan Neraka”. Tebing ini merupakan sisa dari aktivitas penambangan batu di masa lalu. Dengan formasi yang tampak menentang hukum gravitasi, Jigoku Nozoki menjorok langsung di atas jalur setapak yang dipahat pada batu di bawahnya. Pengunjung yang berani berdiri di area pembatas tebing akan disuguhi pemandangan spektakuler Semenanjung Boso, Teluk Tokyo, serta Gunung Fuji dan Tokyo Skytree pada hari yang cerah. Karena pemandangannya yang luar biasa, area ini cukup ramai terutama pada akhir pekan.

Tepat di bawah Jigoku Nozoki, terdapat pahatan batu raksasa setinggi 30 meter berupa arca Dewi Belas Kasih Buddha, Kannon. Dipahat pada tahun 1966, relief ini didedikasikan untuk mengenang korban Perang Dunia II. Letaknya yang terlindung di antara dinding tebing bekas tambang membuat arca Kannon ini juga dihormati sebagai pelindung perjalanan.

Kedua objek wisata tersebut berada di dalam kompleks kuil Nihon-ji dengan tiket masuk seharga 600 yen, dan terletak dekat pintu masuk bagian utara. Pintu masuk ini juga menjadi titik akhir bagi wisatawan yang memilih mendaki gunung tanpa kereta gantung. Meskipun melelahkan, pendakian kaki ini menawarkan keunikan tersendiri karena pengunjung dapat melihat langsung berbagai tanda dan peninggalan sejarah dari masa ketika gunung ini menjadi lokasi tambang batu utama.

1.500 Rakan di Nokogiriyama

A collection of Rakan statues at Chiba Prefecture’s Nokogiriyama on the Boso Peninsula

Sebelum memasuki area utama kompleks kuil Nihon-ji, pengunjung akan disambut oleh deretan patung 1.500 rakan (murid Buddha). Patung-patung ini dipahat selama kurun waktu 20 tahun oleh seorang pemahat master pada paruh kedua zaman Edo (1603–1868). Berbagai arca ini tersebar di berbagai sudut Nokogiriyama dengan pose dan ekspresi wajah yang sepenuhnya berbeda satu sama lain, menunjukkan keahlian seniman dalam menangkap keragaman ekspresi manusia.

Sayangnya, banyak dari patung rakan ini yang mengalami kerusakan pada masa pemisahan antara Shinto dan Buddha di awal zaman Meiji (1868–1912). Sebelum era tersebut, Buddha dan Shinto hidup berdampingan dalam sistem kepercayaan sinkretis yang disebut “Shinbutsu Shugo.” Namun, kebijakan pemerintah awal Meiji yang mengutamakan Shinto membuat banyak situs suci Buddha, termasuk Nokogiriyama, mengalami kerusakan yang cukup parah.

Terdapat pula cerita rakyat lokal mengenai patung-patung rakan ini. Konon, di antara 1,500 patung tersebut, terdapat satu patung yang paling mencerminkan kepribadian sejati Anda. Cara menemukannya adalah dengan mulai menghitung patung rakan dari titik mana saja sesuai jumlah usia Anda saat ini.

Nihon-ji dan Daibutsu

Nihon-ji’s giant sitting Buddha statue at Nokogiriyama on Chiba Prefecture’s Boso Peninsula

Kompleks kuil Nihon-ji pertama kali didirikan pada tahun 725 atas perintah Kaisar Shomu, menjadikannya satu-satunya kuil di wilayah Tokyo raya yang dibangun atas titah seorang kaisar. Sepanjang sejarahnya, kuil ini telah melalui berbagai pergantian sekte Buddha serta masa-masa sulit, termasuk kerusakan akibat gerakan anti-Buddha di awal zaman Meiji dan gempa bumi besar pada bulan November 1939.

Meskipun banyak bangunan kuil yang mengalami kerusakan, patung Buddha batu berukuran raksasa di kompleks ini tetap bertahan hingga kini. Patung setinggi 31 meter ini menggambarkan Yakushi Nyorai, Sang Buddha Pengobatan, dengan tinggi mencapai dua kali lipat patung Buddha perunggu yang ada di Kamakura. Pada tangan kiri patung tersebut, terdapat wadah obat yang di dalamnya dipercayai menyimpan batu permata zamrud berharga untuk menyembuhkan segala penyakit.

Di luar area utama Nihon-ji, terdapat sebuah rumah teh bergaya tradisional Jepang yang dikelilingi taman kecil. Tempat ini menghadap langsung ke arah tebing dan menawarkan pemandangan lanskap di bawahnya. Dengan biaya tambahan sebesar 500 yen, pengunjung dapat menikmati pengalaman upacara minum teh tradisional Jepang yang menyegarkan setelah lelah mendaki gunung.

Destinasi Wisata Lain di Sekitar

The ferry between Nokogiriyama and Chiba Prefecture’s Boso Peninsula and Kurihama in Kanagawa Prefecture

Kawasan pelabuhan di sekitar Nokogiriyama juga menawarkan berbagai pilihan tempat makan yang menyajikan hidangan laut segar khas daerah pesisir. Terdapat banyak restoran serta pasar ikan segar yang bisa dikunjungi untuk mencicipi kuliner lokal setelah puas menjelajahi gunung.

Perjalanan kembali ke Tokyo dapat ditutup dengan menaiki feri menyeberangi Teluk Tokyo menuju Kurihama di Prefektur Kanagawa. Pelayaran selama kurang lebih 40 menit dengan biaya sekitar 700 yen ini menawarkan pengalaman yang berkesan, terutama jika perjalanan dilakukan menjelang matahari terbenam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *