Home / Travel / Mengenal Lebih Dekat Kokushu: Panduan Mendalam tentang Alkohol khas Jepang

Mengenal Lebih Dekat Kokushu: Panduan Mendalam tentang Alkohol khas Jepang

A Sugidama Outside a Sake Brewery

Selamat datang, para penjelajah! Kali ini, mari kita selami dunia minuman beralkohol tradisional Jepang atau yang dikenal sebagai kokushu. Bagi para penikmat berpengalaman, keragaman minuman dari Jepang tentu bukan hal asing. Namun, bagi para pemula, mengenali ragam minuman ini mungkin memerlukan sedikit panduan.

Meskipun wiski asal Jepang belakangan ini sangat populer di kancah global, minuman tersebut sebenarnya bukanlah produk asli kepulauan Jepang, begitu pula dengan bir. Menurut Japan Sake and Shochu Makers Association, hanya ada beberapa jenis minuman tertentu yang dikategorikan sebagai kokushu, yang secara harfiah berarti minuman beralkohol nasional resmi Jepang.

Secara garis besar, terdapat tiga jenis cairan utama yang masuk dalam klasifikasi kokushu:

  • Nihonshu (Sake): Minuman berbahan dasar beras ini merupakan salah satu pilar utama dalam kuliner dan budaya Jepang.
  • Honkaku Shochu: Berbeda dengan nihonshu yang melalui proses penyeduhan seperti bir dan anggur, minuman ini disuling dari bahan-bahan seperti beras, jelai, atau ubi jalar dengan kadar alkohol sekitar 25%.
  • Okinawa’s Awamori: Dapat disederhanakan sebagai varian shochu khas dari Prefektur Okinawa yang memiliki keunikan tersendiri.

Catatan: Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai masing-masing minuman ini, tidak ada salahnya Anda menyiapkan secangkir teh, kopi, atau segelas nihonshu dingin untuk menemani pembahasan yang cukup panjang ini.

Nihonshu (Sake)

Pembuatan nihonshu melibatkan peran penting dari jamur kapang bernama Aspergillus oryzae atau jamur koji. Organisme mikroskopis ini sangat esensial untuk memecah zat pati pada bahan-bahan seperti beras, jelai, dan ubi jalar menjadi gula, yang kemudian difermentasi menjadi alkohol oleh ragi.

Beras yang digunakan untuk membuat nihonshu khusus dibudidayakan agar memiliki kandungan pati yang jauh lebih tinggi dibandingkan beras konsumsi biasa. Biji beras ini kemudian melalui proses penggilingan untuk membuang bagian luar yang mengandung lebih banyak lemak dan protein.

Salah satu keunikan utama dari nihonshu adalah proses pembuatannya yang menggunakan metode fermentasi paralel berganda. Artinya, proses sakarifikasi (pemecahan pati menjadi gula) dan fermentasi (perubahan gula menjadi alkohol) terjadi secara bersamaan di dalam wadah yang sama. Praktik tradisional ini telah diwariskan di Jepang selama setidaknya seribu tahun.

Selain beras dan jamur koji, kualitas air memegang peranan krusial dalam pembuatan nihonshu yang berkualitas tinggi. Tidak heran jika banyak pabrik bir atau tempat penyulingan terbaik berlokasi di daerah pedesaan Jepang yang memiliki sumber air melimpah dan jernih.

Honkaku Shochu & Awamori

Shochu adalah minuman beralkohol suling yang dapat dibuat dari berbagai bahan dasar. Varian yang paling umum menggunakan jelai, ubi jalar, atau soun gandum (soba), sementara beberapa jenis yang lebih langka menggunakan berangan atau bahkan wortel.

Teknik penyulingan diperkirakan masuk ke Jepang melalui daratan Asia sekitar pertengahan abad ke-16. Istilah honkaku shochu merujuk pada produk autentik yang melalui proses penyulingan tunggal secara tradisional, membedakannya dari produk sulingan berulang yang sering ditemukan pada minuman komersial dalam kemasan kaleng.

Masyarakat Jepang biasanya menikmati shochu dengan cara mencampurnya dengan air dingin atau air panas, sehingga kadar alkoholnya dapat disesuaikan tanpa menghilangkan cita rasanya. Minuman ini sangat serasi dipadukan dengan berbagai hidangan, baik masakan tradisional Jepang maupun kuliner internasional.

Sementara itu, Okinawa memiliki varian khas bernama awamori. Berbeda dengan shochu daratan utama yang menggunakan beras biasa, awamori dibuat menggunakan beras indica bulir panjang asal Thailand dan memanfaatkan jamur koji hitam dalam proses fermentasinya.

Tanda Pengenal JSS (JSS Mark)

Seiring meningkatnya kepopuleran minuman beralkohol Jepang di pasar internasional, mengenali keaslian suatu produk di toko minuman terkadang menjadi tantangan tersendiri. Untuk mempermudah konsumen, Japan Sake and Shochu Makers Association memperkenalkan tanda khusus yang disebut JSS Mark.

The four kinds of JSS Marks that officiate something as being kokushu
Perhatikan tanda ini untuk memastikan keaslian produk!

Tanda ini ditempelkan pada kemasan botol sebagai sertifikasi bahwa cairan di dalamnya merupakan kokushu asli yang diproduksi berdasarkan standar kualitas tinggi. Terdapat variasi label yang berbeda untuk nihonshu, shochu, awamori, bahkan bumbu masak mirin.

A person pours nihonshu into a cup at a Japanese restaurant.

Kehadiran JSS Mark sangat membantu para pembeli di luar Jepang untuk memastikan bahwa mereka mendukung para produsen lokal yang mendedikasikan diri untuk meracik minuman tradisional terbaik. Jadi, pastikan untuk mencari tanda pengenal ini pada kunjungan Anda berikutnya ke toko minuman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *