Musim bunga sakura tahun ini, setidaknya dalam pengalaman perjalanan saya, sebagian besar diwarnai oleh cuaca yang basah. Sebutan sebagai seorang ame-otoko atau “pria hujan” rasanya memang sudah melekat. Meski diguyur hujan musim semi, saya tetap bertekad menikmati keindahan sakura dan memutuskan untuk berkunjung ke Taman Asukayama yang terletak di kawasan Kita-ku, bagian utara Tokyo. Berbeda dengan Sungai Meguro yang selalu padat, tempat tersembunyi ini jauh lebih tenang sehingga Anda tidak perlu khawatir tersangkut payung pengunjung lain.
Bagi sebagian orang, Taman Asukayama mungkin masih terdengar asing. Jika Anda belum pernah mendengarnya, Anda tidak sendirian. Tempat-tempat populer seperti Taman Yoyogi atau Sungai Meguro sudah sangat terkenal bahkan di kalangan wisatawan asing, sementara Taman Asukayama belum begitu tersohor. Kawasan dataran tinggi ini menampung hampir 700 pohon sakura dan menggelar festival tahunan setiap akhir Maret saat bunga-bunga tersebut mekar. Dalam kondisi normal, acara ini juga diramaikan oleh berbagai truk makanan yang menawarkan aneka hidangan lezat.
Meskipun daya tarik utamanya bukan pada sejarah, taman ini tetap menyimpan warisan masa lalu yang menarik untuk diketahui. Ratusan pohon sakura di sini pertama kali ditanam hampir tiga abad yang lalu pada periode Edo oleh shogun Tokugawa kedelapan, yaitu Tokugawa Yoshimune. Setelah itu, Taman Asukayama diresmikan sebagai salah satu taman publik pertama di Jepang, sebuah status yang juga disandang oleh Taman Ueno, Taman Shiba, dan Taman Fukagawa.
Selain koleksi pohon sakuranya yang mengagumkan, Taman Asukayama juga memiliki tiga museum di dalam area wisatanya. Kafe yang modis juga tersedia di sini, meskipun Anda mungkin harus mengantre cukup panjang jika datang pada puncak musim sakura. Daripada menghabiskan waktu untuk mengantre, disarankan untuk membawa bekal sendiri dan menikmati tradisi hanami ala warga lokal.
Cara Menuju ke Sana

Sebelum membahas lebih jauh apa saja yang ada di Taman Asukayama, mari ketahui beberapa hal penting terkait logistik perjalanannya. Tujuan utama Anda adalah Stasiun Oji di Kita-ku, Tokyo, tempat taman ini berada. Anda dapat memanfaatkan jalur kereta JR Keihin Tohoku Line atau Tokyo Metro Namboku Line untuk sampai di sana, lalu berjalan sedikit menanjak dari sebelah Stasiun JR Oji.
Bagi kebanyakan pengunjung, kedua jalur kereta tersebut adalah pilihan paling praktis. Namun, jika Anda ingin merasakan suasana Tokyo yang lebih klasik, Anda bisa naik Tokyo Sakura Tram atau yang juga dikenal sebagai Toden Arakawa Line. Ini adalah salah satu dari dua jalur tram yang tersisa di Tokyo dan beroperasi dari Stasiun Minowabashi hingga Stasiun Waseda. Jika memilih rute ini, turunlah di Stasiun Asukayama yang berada di sisi barat taman.
Waktu kunjungan terbaik adalah saat bunga sakura mencapai puncak mekarnya, selaras dengan wilayah Kanto secara keseluruhan, yaitu antara akhir Maret hingga awal April. Datang lewat dari periode tersebut berarti Anda mungkin hanya akan mendasapati sedikit kelopak sakura yang tersisa. Kendati demikian, berkunjung ke Taman Asukayama akan menghindarkan Anda dari kerumunan turis yang terlalu padat.
Monorel Taman Asukayama

Karena letaknya yang berada di atas bukit kecil, pihak pengelola menyediakan alternatif transportasi berupa monorel bagi pengunjung yang membawa anak kecil atau memiliki keterbatasan mobilitas. Fasilitas yang dinamai Monorel Taman Asukayama ini terletak di bagian utara taman.
Sebenarnya bukit ini sangat mudah didaki dengan berjalan kaki dalam hitungan menit oleh siapa saja yang sehat secara fisik. Meski demikian, menaiki monorel ini menawarkan pengalaman yang cukup unik dan menyenangkan dengan tarif hanya beberapa ratus yen saja.
Hal yang Bisa Dilihat dan Dilakukan

Tujuan utama orang-orang mendatangi kawasan utara Tokyo ini tentu saja untuk menyaksikan keindahan bunga sakura. Ketiga museum yang ada di area ini berfungsi sebagai bonus tambahan, yang mungkin baru akan dikunjungi orang-orang saat hari hujan.
Ketiga museum tersebut terletak secara strategis di bagian selatan Taman Asukayama. Berikut adalah daftar singkat mengenai museum-museum tersebut:
- Museum Sejarah Kita-ku Asukayama
Merupakan yang terbesar di antara ketiganya, museum ini menyimpan berbagai karya seni dan artefak lokal dari masa prasejarah hingga periode Edo. Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang menyukai seni tradisional Jepang. - Museum Kertas (The Paper Museum)
Didirikan pada tahun 1950 oleh Narita Kiyufusa, seorang pekerja dari perusahaan manufaktur kertas terkemuka di kota ini. Meskipun banyak dokumen asli yang musnah akibat peristiwa pengeboman Tokyo, koleksi di museum ini kini menjadi salah satu yang paling lengkap di dunia. Pengunjung bahkan dapat mencoba pengalaman membuat kertas daur ulang. - Museum Memorial Shibusawa
Dibangun di atas kediaman Shibusawa Eiichi, museum ini mendedikasikan ruangannya untuk mengenang pencapaian tokoh yang dijuluki sebagai bapak kapitalisme Jepang. Tempat ini menawarkan wawasan mendalam mengenai dunia bisnis dan industrialisasi masa lampau.
Selain ketiga fasilitas tersebut, terdapat pula area bermain anak di dalam Taman Asukayama. Di sini, pengunjung dapat melihat lokomotif uap kuno yang beroperasi antara tahun 1943 hingga 1972, serta gerbong tram lama yang pernah digunakan dari tahun 1949 sampai 1978. Peninggalan bersejarah ini sangat menarik untuk diamati bersama anak-anak.
Atraksi Lain di Sekitar

Kawasan Kita-ku mungkin tidak memiliki sebanyak atraksi wisata seperti pusat kota Tokyo, tetapi masih ada beberapa tempat menarik di dekat Taman Asukayama yang layak dikunjungi. Contohnya adalah Kuil Oji, tempat suci Shinto kuno yang usianya diperkirakan lebih tua daripada catatan sejarah yang ada. Kuil ini terletak tepat di sebelah utara Taman Air Otonashi yang asri. Daya tarik utama Kuil Oji adalah pohon ginkgo berusia 600 tahun yang sangat memukau saat musim gugur tiba.
Setelah puas menikmati keindahan musim sakura di Taman Asukayama, Anda bisa kembali ke pusat kota Tokyo menggunakan jalur Keihin Tohoku Line atau Namboku Line untuk melanjutkan perjalanan Anda.








