Home / Travel / Asama-dake Kongosho-ji: Perisai Spiritual Ise Jingu

Asama-dake Kongosho-ji: Perisai Spiritual Ise Jingu

The Niomon Gate of Asama dake Kongosho ji

Bagi para pelancong yang ingin menjelajahi destinasi di luar jalur wisata umum di Jepang, kompleks kuil Buddha Kongosho-ji di Prefektur Mie adalah pilihan yang sangat menarik. Terletak di dekat puncak Gunung Asama dan berada di sebelah timur laut Ise Jingu, situs sakral ini memiliki posisi penting dalam geomansi tradisional Jepang. Kawasan timur laut ini dikenal sebagai Kimon atau Gerbang Iblis, di mana energi negatif diyakini dapat masuk. Berkat lokasinya tersebut, Kongosho-ji berfungsi sebagai pelindung yang menjaga Ise Jingu dari arah yang dianggap rentan secara spiritual.

Kuil ini didirikan oleh biksu legendaris Kukai, menjadikannya situs berusia lebih dari satu milenium. Meskipun tanggal pasti pembangunan awalnya tidak tercatat akibat tradisi Shikinen Sengu di Ise Jingu yang membangun ulang kuil setiap dua dekade sekali, keberadaan Kongosho-ji di puncak Gunung Asama telah berdiri selama ratusan tahun.

Menariknya, meski sangat disakralkan, banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang belum tahu bahwa Kongosho-ji merupakan bagian dari jalur ziarah yang mencakup Naiku dan Geku di Ise Jingu. Berdasarkan syair tradisional Ise Ondo, ziarah ke Ise dianggap belum lengkap sebelum seseorang berkunjung ke Gunung Asama dan Kongosho-ji.

Cara Menuju ke Sana

Kongosho-ji bukanlah destinasi yang mudah diakses dengan berjalan kaki dari stasiun kereta terdekat. Menggunakan kendaraan sewaan atau mobil pribadi adalah cara terbaik untuk mencapai lokasi ini. Pilihan lainnya adalah menumpang bus dari Stasiun Isuzugawa menuju Iseshima Skyline, sebuah jalur berkendara indah yang sering disebut sebagai jalan raya menuju surga. Dari pemberhentian bus di sepanjang jalur tersebut, pengunjung dapat berjalan kaki sebentar untuk tiba di kompleks kuil. Menggunakan aplikasi peta digital sangat disarankan untuk memeriksa jadwal bus agar tidak tertinggal di atas gunung.

Daya Tarik di Dalam Kompleks Kuil

In addition to its main hall called Hondo, Asamadake Kongoshoji Temple is home to a sanctuary called Okunoin. This very unique graveyard is like a miniature temple within the greater grounds of Asamadake Kongoshoji Temple and feels very similar to Koyasan.

Suasana mistis langsung terasa begitu pengunjung memasuki kawasan Kongosho-ji. Setelah melewati Gerbang Niomon, pengunjung akan disambut oleh torii berwarna merah terang, patung rubah, serta berbagai objek religius lainnya. Hal ini merupakan peninggalan dari sejarah keagamaan Shinbutsu Shugo, yaitu sistem sinkretisme antara kepercayaan lokal Shinto dan ajaran Buddha yang masuk dari daratan Asia sebelum keduanya dipisahkan secara paksa pada akhir abad ke-19.

Setelah melewati kolam yang dipenuhi bunga teratai merah muda dan jembatan yang indah, terdapat bangunan utama kuil yang disebut Hondo. Aula utama ini menyimpan berbagai patung Buddha, termasuk patung kayu Tokugawa Ieyasu, pendiri Keshogunan Tokugawa.

Bagian paling memukau dari Kongosho-ji adalah Okunoin atau tempat suci bagian dalam. Terletak di seberang Gerbang Gokurakumon, area ini mengingatkan pengunjung pada pemandangan di Okunoin yang ada di Gunung Koya, Prefektur Wakayama. Area pemakaman Buddha di sini dipenuhi dengan deretan tiang kayu panjang bernama Sotoba yang berakar dari stupa Sanskerta, berpadu dengan pemandangan indah Teluk Ise di kejauhan.

Pemandangan Spektakuler Teluk Ise

The view from Ise-Shima's highest point on Mt. Asama is stunning and makes for the perfect addition to Asamadake Kongoshoji Temple.

Tidak jauh dari area Okunoin, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke Titik Pandang Gunung Asama. Di lokasi tertinggi di kawasan Ise-Shima ini, tersedia fasilitas pemandian kaki atau ashiyu serta kedai yang menyajikan kuliner lokal seperti mie Ise udon. Dari titik ini, pengunjung dapat menikmati panorama Teluk Ise yang luar biasa, dan pada hari yang cerah, ujung Semenanjung Atsumi di Prefektur Aichi bahkan dapat terlihat jelas.

Destinasi Tambahan di Kota Ise

After Asamadake Kongoshoji Temple, you really ought to check out the other attractions in the area such as the famed MeotoIwa as well as the shrine Naiku and Geku divine palaces that are renewed every 20 years as a part of Ise Jingu's Shikinen Sengu practice.

Kunjungan ke Prefektur Mie belum lengkap jika hanya mendatangi satu tempat. Wisatawan disarankan untuk meluangkan waktu menjelajahi area kuil utama Ise Jingu, yaitu Naiku dan Geku, serta mampir ke kawasan perbelanjaan tradisional Oharai-machi dan Okage-yokocho untuk mencicipi kuliner khas setempat.

Selain itu, formasi batuan kembar Meoto Iwa yang terletak di area pesisir antara Toba dan Ise juga menjadi salah satu ikon paling terkenal di Prefektur Mie yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Objek Wisata Lain di Sekitar

If you visit Ise and Asamadake Kongoshoji Temple, you'll definitely want to go dine with the Ama divers of Toba. It can easily be reached after Asamadake Kongoshoji Temple by the Iseshima Skyline.

Sebelum mengakhiri perjalanan di wilayah ini, mencicipi hidangan hasil laut segar yang ditangkap langsung oleh para penyelam tradisional Ama di Toba adalah pengalaman yang sangat direkomendasikan. Para penyelam wanita ini merupakan penerus tradisi selam bebas yang telah ada sejak ratusan tahun lalu.

Bagi pelancong yang memiliki waktu lebih, perjalanan dapat dilanjutkan menuju wilayah selatan menggunakan kereta ekspres terbatas menuju Shingu atau Kii-Katsuura untuk mengunjungi gugusan situs suci Kumano Sanzan yang terhubung langsung dengan jalur ziarah Kumano Kodo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *