Menghabiskan waktu di sekitar perapian cekung irori di atas kulit beruang sambil mendengarkan Oriyama-san menceritakan budaya pemburu Matagi di Prefektur Akita bagian utara, saya menyadari inilah sisi Jepang yang selalu ingin saya bagikan. Bentuk perjalanan yang autentik, mendalam, dan jauh dari komersialisasi pariwisata massal mampu membawa kita langsung melebur dengan budaya lokal. Menatap kembali kiritanpo buatan tangan saya yang sedang dipanggang di dekat perapian, saya merasa benar-benar selaras dengan tujuan perjalanan ini.
Sebagaimana wilayah utara Akita dikenal, kawasan ini bukanlah destinasi bagi pelancong yang mencari kenyamanan instan. Letaknya terpencil, cukup sulit dijangkau, dan belum tersentuh modernisasi pariwisata seperti kota-kota besar di Jepang. Namun, justru karena alasan itulah pesona wilayah ini begitu kuat. Terbebas dari masalah kepadatan wisatawan, Akita utara menawarkan karakter yang tangguh dan keaslian yang sulit ditemukan di destinasi mainstream seperti Kyoto.
Salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah kelompok pemburu tradisional Ani Matagi. Mereka menjalani pola hidup yang tidak banyak berubah sejak masa lampau. Meskipun dikenal karena tradisi berburu beruang, aktivitas tersebut dilakukan secara ketat hanya pada musim legal, yaitu antara bulan November hingga awal Maret. Di luar musim tersebut, mereka mencari tanaman liar, memancing di sungai jernih, dan hidup berdampingan secara harmonis dengan alam hutan.
Selain para pemburu Matagi, wilayah paling utara Akita ini menyimpan banyak keajaiban lain. Mulai dari fenomena “Monster Salju” atau juhyo di puncak Gunung Moriyoshi, hingga Pusat Pengunjung Akita Inu yang merupakan tanah kelahiran anjing setia Hachiko. Meninggalkan jalur wisata konvensional dan menjelajahi Akita utara akan memberikan pengalaman liburan yang sama sekali berbeda.
Cara Menuju ke Sana

Perjalanan ke kawasan terpencil ini memerlukan perencanaan yang matang. Jalur tercepat untuk mencapai Akita utara adalah dengan mengambil penerbangan dari Bandara Haneda di Tokyo menuju Bandara Odate-Noshiro. Setibanya di sana, menyewa kendaraan roda empat adalah pilihan transportasi yang paling efisien.
Bagi para pelancong yang memilih moda transportasi umum, perjalanan kereta juga memungkinkan meski memerlukan ketelitian tinggi. Penggunaan tiket khusus seperti JR East Pass (Tohoku Area) sangat dianjurkan untuk menghemat biaya perjalanan kereta JR di wilayah ini. Frekuensi kedatangan kereta yang cukup jarang mengharuskan wisatawan untuk memantau jadwal secara cermat agar tidak tertinggal.
Kondisi cuaca juga memegang peranan penting dalam perjalanan ke Akita utara. Badai salju yang ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada musim dingin. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai sistem transportasi pedesaan di Jepang sangat diperlukan untuk menghindari kendala logistik di tengah perjalanan.
Menikmati Kuliner Daging Beruang Bersama Pemburu Matagi

Salah satu momen paling berharga selama berada di Akita utara adalah menginap di Oriyamake, sebuah penginapan yang dikelola oleh Oriyama Hideyuki, salah satu pemburu Matagi aktif termuda di wilayah Ani. Setelah sempat merantau ke Tokyo, ia memutuskan kembali ke kampung halamannya untuk melestarikan tradisi leluhur yang mulai memudar.
Pada hari pertama, para tamu diajak berkumpul di dekat perapian tradisional untuk membuat kiritanpo dari adonan nasi yang ditusuk dan dipanggang di atas bara api. Sambil menikmati kehangatan api unggun, Oriyama-san membagikan kisah tentang sejarah, filosofi, serta ikatan spiritual masyarakat Matagi dengan alam pegunungan.
Keesokan harinya, petualangan dilanjutkan dengan mengenakan kanjiki, sejenis raket salju tradisional, untuk menyusuri jalur pendalaman hutan bersalju. Di sebuah tempat peristirahatan di tengah hutan, Oriyama-san memasak daging buruannya sendiri menjadi hidangan yakiniku dan nabe yang menghangatkan tubuh. Pengalaman ini terasa begitu nyata dan jauh dari kesan wisata komersial buatan.
Bagi wisatawan yang tertarik merasakan pengalaman serupa, terdapat beberapa penginapan lain di distrik Ani seperti Ryogetusha dan Matsuhashi Ryokan. Selepas lelah berjalan di atas salju, pengunjung juga dapat mampir ke Stasiun Ani-Maeda Onsen yang menyediakan fasilitas pemandian air panas di dalam area stasiun.
Monster Salju di Gunung Moriyoshi

Gunung Moriyoshi mendominasi lanskap wilayah utara Akita dan menjadi pusat perhatian utama saat musim dingin tiba. Lereng bagian atas gunung ini berubah menjadi pemandangan unik berkat terbentuknya formasi es dan salju tebal pada pohon-pohon cemara subalpine yang sering disebut sebagai “monster salju” atau juhyo.
Fenomena alam ini tercipta dari kombinasi angin kencang yang membawa kelembapan dari Laut Jepang, yang langsung membeku ketika bersentuhan dengan pepohonan di suhu subzero. Untuk menyaksikan keindahan ini secara langsung, pengunjung dapat mendatangi Resor Ski Ani dan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta gantung menuju kawasan alpin.
Dari stasiun teratas kereta gantung, pengunjung masih harus berjalan kaki sekitar sepuluh menit di jalur bersalju untuk mencapai kumpulan formasi juhyo yang paling menakjubkan. Akses menuju resor ski ini cukup mudah melalui layanan bus antar-jemput musiman yang beroperasi dari Stasiun Aniai.
Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar Akita Utara

Kunjungan ke Akita utara belum lengkap tanpa mengenal lebih dekat ras anjing kebanggaan setempat, yaitu Akita Inu. Di kota Odate, wisatawan dapat mengunjungi Pusat Pengunjung Akita Inu untuk mempelajari sejarah ras anjing tersebut serta menjumpai beberapa ekor anjing Akita secara langsung.
Selain itu, terdapat berbagai kegiatan budaya lokal yang interaktif, seperti belajar membuat miso bersama warga setempat atau mengenal tradisi pengolahan beras pegunungan. Pada bulan Februari, kota ini juga menyelenggarakan pasar permen tradisional Odate Amekkoichi yang meriah di tengah hamparan salju.
Musim-musim lainnya pun menawarkan daya tarik tersendiri, seperti Festival Odate Shinmeisha yang menampilkan tradisi tandu kuil lokal, serta kunjungan ke Semenanjung Oga untuk menyaksikan figur folklor Namahage yang melegenda. Seluruh kekayaan budaya dan keindahan alam ini membuktikan bahwa sudut terpencil Akita menyimpan pesona yang luar biasa bagi setiap pelancong.








