Home / Travel / Panduan Wisata Aizu-Wakamatsu: Kunjungi Kastil Tsuruga, Sazaedo, dan Ouchijuku

Panduan Wisata Aizu-Wakamatsu: Kunjungi Kastil Tsuruga, Sazaedo, dan Ouchijuku

Tsuruga Castle During Spring in Aizu Wakamatsu

Bagi sebagian besar pelancong dari luar negeri, nama Fukushima sering kali langsung dikaitkan dengan tragedi gempa bumi dan tsunami besar yang terjadi pada 11 Maret 2011 silam. Bencana multidimensi tersebut turut memicu krisis nuklir di PLTN Fukushima Daiichi, sebuah peristiwa bersejarah yang mengubah jalannya waktu bagi wilayah tersebut. Kendati hampir satu dekade lebih telah berlalu, stigma negatif terhadap prefektur ini masih kerap terdengar, terutama terkait isu lingkungan dan dampak sisa bencana yang masih dirasakan sebagian warga.

Namun, alih-alih berfokus pada tragedi kemanusiaan yang kelam tersebut, mari kita melihat sisi lain dari Fukushima, khususnya kawasan bersejarah Aizu-Wakamatsu. Terletak di dataran tinggi pegunungan Fukushima, kota kastil ini terkenal dengan tradisi sake berkualitas tinggi serta warisan budaya samurai yang kental. Pada era Edo, wilayah ini memegang peranan penting karena aliansinya yang kuat dengan Keshogunan Tokugawa, yang kemudian menjadikannya saksi bisu pertempuran penutup Perang Boshin.

Nama Aizu-Wakamatsu mungkin tidak asing bagi penggemar budaya pop Jepang, karena sering muncul dalam berbagai serial anime, manga, dan drama sejarah populer seperti Rurouni Kenshin. Sebagai pusat kekuatan ekonomi dan budaya di masa lalu, wilayah pedesaan ini menawarkan kekayaan sejarah yang sangat menarik untuk dieksplorasi oleh wisatawan mancanegara.

Cara Menuju ke Sana

One of the exits at Aizu-Wakamatsu Station in Fukushima Prefecture

Perjalanan menuju Aizu-Wakamatsu membutuhkan sedikit perencanaan logistik. Dari Tokyo, Anda harus menaikkan kereta Shinkansen ke Stasiun Koriyama, lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta Ban-Etsu West Line selama kurang lebih satu jam. Mengingat jadwal keberangkatan kereta lokal ini tidak sepadat di kota besar, disarankan untuk memeriksa jadwal secara teliti agar tidak ketinggalan.

Setibanya di sana, transportasi umum berbasis rel cukup terbatas karena kontur wilayah yang bergunung-gunung. Sebagian besar pelancong mengandalkan bus lokal atau menggunakan taksi untuk efisiensi waktu. Agar kunjungan lebih maksimal, disarankan untuk bermalam terlebih dahulu di Koriyama sehari sebelumnya, sehingga Anda bisa memulai hari di Aizu-Wakamatsu sejak pagi buta.

Menara Sazaedo yang Unik

Aizu-Wakamatsu’s double-helixed Sazaedo in Fukushima Prefecture

Salah satu landmark paling ikonik di kota ini adalah Sazaedo, sebuah pagoda berbentuk unik yang dibangun pada akhir abad ke-18 di lereng Gunung Iimori. Struktur bangunan ini mengusung desain heliks ganda yang menyerupai struktur DNA, memungkinkan pengunjung naik dan turun tanpa harus berpapasan dengan orang lain di jalur yang sama. Tidak jauh dari pagoda ini, terdapat pula kompleks makam yang mendedikasikan kenangan bagi Byakkotai, pasukan samurai remaja yang gugur dalam konflik masa lalu.

Kediaman Samurai

Berjalan kaki sekitar setengah jam dari Gunung Iimori, pengunjung dapat menemukan kompleks kediaman samurai berukuran besar. Meskipun bangunan aslinya musnah terbakar akibat Perang Boshin pada tahun 1868, rekonstruksi modernnya dibuat sangat detail untuk menggambarkan gaya hidup para pejabat tinggi domain Aizu di masa lampau, lengkap dengan berbagai instalasi penjelas di dalam ruangan.

Kastil Tsuruga yang Megah

Cherry blossom petals flutter about in front of Aizu-Wakamatsu’s Tsuruga Castle

Kunjungan ke Aizu-Wakamatsu belum lengkap tanpa mendatangi Kastil Tsuruga. Sebagai pusat kekuasaan regional pada masa lalu, benteng ini bertarung hingga titik darah penghabisan sebelum akhirnya dihancurkan. Benteng beton yang berdiri saat ini dibangun kembali pada tahun 1960-an dan berfungsi sebagai museum sejarah. Kompleks taman di sekitarnya juga menjadi spot favorit untuk menikmati keindahan bunga sakura pada pertengahan bulan April.

Menjelajahi Ouchijuku

The former post town of Ouchijuku near Aizu-Wakamatsu in Fukushima Prefecture

Terletak sekitar dua puluh kilometer di selatan pusat kota, Ouchijuku adalah bekas kota pos di jalur Aizu-Nishi Kaido yang dipertahankan sedemikian rupa hingga menyerupai suasana zaman Edo. Deretan bangunan beratap jerami di sepanjang jalan utamanya kini berfungsi sebagai toko suvenir dan rumah makan.

  • Honjin Ouchijuku: Mantan bangunan penginapan bagi pejabat tinggi yang kini dialihfungsikan menjadi museum dengan perapian tradisional.
  • Nikmati Negi Soba: Kuliner khas setempat berupa mi soba yang disantap menggunakan batang daun bawang utuh alih-alih sumpit.
  • Titik Pandang Shoho-ji: Lokasi di ujung jalan utama desa untuk menikmati pemandangan panorama dari ketinggian.
  • Kuil Takakura: Kuil bernuansa pedesaan yang dikelilingi oleh pohon-pohon cedar rindang.

Dalam perjalanan menuju kawasan ini, pelancong juga sering menyempatkan diri mampir ke Stasiun Ashinomaki Onsen untuk melihat kepala stasiun unik yang dijabat oleh seekor kucing. Selain itu, terdapat pula penginapan tradisional ryokan di dekat sana yang konon menjadi inspirasi bagi pencipta serial anime Demon Slayer.

Destinasi Menarik Lainnya

Mt. Bandai near Aizu-Wakamatsu in Fukushima Prefecture

Bagi pencinta alam, wilayah sekitar Gunung Bandai dan Danau Inawashiro menawarkan panorama lanskap yang memukau di setiap musim, sangat cocok untuk kegiatan mendaki maupun bersantai. Sementara itu, bagi wisatawan yang lebih menyukai wisata kota, beberapa lokasi berikut layak masuk dalam daftar kunjungan:

  • Higashiyama Onsen: Kawasan pemandian air panas lembah yang ideal untuk melepas lelah setelah seharian berjalan-jalan.
  • Pabrik Sake Suehiro: Produsen sake bersejarah sejak tahun 1850 yang menawarkan tur pemanduan bagi pengunjung.
  • Museum Shinsengumi Aizu: Toko sekaligus museum kecil yang memamerkan artefak sejarah kepolisian legendaris era samurai.
  • Kitakata: Kota tetangga yang terkenal sebagai surga bagi para penikmat hidangan ramen autentik Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *