Setelah badai Topan Chan-hom berlalu dan meninggalkan langit pagi yang cerah, perjalanan sehari penuh menuju kota Matsumoto di Prefektur Nagano menjadi sebuah rencana yang sangat tepat. Kota yang dulunya merupakan kawasan benteng ini menawarkan pengalaman budaya yang kaya di Prefektur Nagano, menjadikannya destinasi yang wajib dimasukkan ke dalam daftar kunjungan selama berlibur di Jepang.
Cara Menuju ke Sana

Perjalanan menuju Matsumoto dari Tokyo tergolong sangat praktis. Anda hanya perlu naik kereta ekspres terbatas Azusa yang berangkat langsung dari Stasiun Shinjuku. Pastikan untuk memeriksa jadwal keberangkatan terlebih dahulu melalui layanan seperti Jorudan, karena frekuensi keretanya tidak sebanyak kereta peluru ke Kyoto atau Osaka.
Kereta Azusa ini memiliki pemberhentian terakhir di Stasiun Matsumoto. Dari stasiun ini, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai tempat wisata menggunakan bus lokal atau berjalan kaki karena tata kota Matsumoto sangat ramah bagi pejalan kaki.
Matsumoto Castle

Daya tarik utama kota ini adalah Kastil Matsumoto yang diselesaikan pada akhir zaman Sengoku (1482–1603). Dikenal dengan julukan Kastil Gagak karena eksteriornya yang berwarna hitam pekat, benteng ini merupakan salah satu dari dua belas bangunan kastil asli yang masih bertahan di Jepang. Berbeda dengan kebanyakan kastil lain yang berada di atas bukit, benteng ini berdiri di dataran terbuka sehingga menyuguhkan latar belakang Pegunungan Alpen Jepang yang memukau.
Dengan membayar tiket masuk yang terjangkau, pengunjung dapat menjelajahi bagian dalam kastil yang menyimpan koleksi senjata era perang saudara, mulai dari pistol genggam hingga meriam tangan kuno. Di lantai paling atas, Anda bisa menikmati pemandangan pegunungan yang megah, meski harus berhati-hati saat menaiki tangga kayu yang curam dan berusia lebih dari empat ratus tahun.
Tiket masuk kastil ini juga sudah mencakup akses ke Matsumoto City Museum yang berada persis di sebelah kompleks kastil untuk melihat berbagai artefak sejarah lokal.
Destinasi Lain di Matsumoto

Jika Anda memiliki waktu luang sebelum kembali ke Tokyo, ada beberapa titik menarik lain yang bisa dikunjungi dalam satu hari:
- Nakamachi & Frog Street: Dua jalan paralel yang terletak dekat kastil. Nakamachi dipenuhi bangunan gudang pedagang bergaya tradisional, sementara Frog Street berada di jalur utama menuju Kuil Yohashira dengan nama unik yang merujuk pada pelafalan kata “pulang” dalam bahasa Jepang.
- The Takahashi Samurai House: Kediaman samurai yang terawat dengan baik dan mencerminkan tata ruang tahun 1883. Tempat ini dapat diakses dengan berjalan kaki sekitar 10 menit dari kastil tanpa dipungut biaya masuk.
- The Timepiece Museum: Museum tiga lantai yang memamerkan berbagai koleksi jam dinding dan jam tangan antik dengan tiket masuk sekitar 400 yen.
- Matsumoto City Art Museum: Museum seni yang menampilkan koleksi permanen dari seniman kenamaan dunia asal Matsumoto, Yayoi Kusama, serta pameran seniman lokal bergilir.
- The Japan Ukiyo-e Museum: Fasilitas yang menyimpan koleksi cetak balok kayu ukiyo-e dari keluarga Sakai yang telah dikumpulkan selama tiga abad dengan jumlah mencapai lebih dari 100.000 karya.
Atraksi di Sekitar Matsumoto

Bagi pelancong yang memiliki waktu lebih lama, kawasan Suwa yang terletak di sebelah selatan Matsumoto juga sangat layak untuk disambangi. Dengan lanskap danau yang indah, pemandian air panas onsen, serta kompleks kuil Suwa Taisha, wilayah ini menawarkan pengalaman wisata yang luar biasa di Prefektur Nagano.








